Ad Placeholder Image

Panduan Kode Carpal Tunnel Syndrome ICD 10 yang Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juli 2026

Mengenal Kode Carpal Tunnel Syndrome ICD 10 untuk Klaim Medis yang Tepat dan Akurat.

Panduan Kode Carpal Tunnel Syndrome ICD 10 yang LengkapPanduan Kode Carpal Tunnel Syndrome ICD 10 yang Lengkap

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan sensasi kesemutan, kebas, atau nyeri yang menjalar di area ibu jari hingga jari manis? Keluhan ini sering kali menjadi tanda dari Carpal Tunnel Syndrome (CTS) atau sindrom terowongan karpal. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan atau penekanan pada saraf medianus yang berjalan melewati pergelangan tangan.

Dalam dunia medis dan administrasi kesehatan, setiap penyakit memiliki pengkodean standar internasional yang disebut ICD (International Classification of Diseases). Pengkodean ini berfungsi untuk penyeragaman diagnosis, rekam medis, hingga klaim asuransi kesehatan.

Berdasarkan klasifikasi ICD-10 yang dikeluarkan oleh WHO, carpal tunnel syndrome dikategorikan dalam kelompok gangguan saraf tepi pergelangan tangan. Memahami kode diagnosis ini sangat penting, baik bagi praktisi medis maupun pasien yang sedang mengurus administrasi pelayanan kesehatan.

Kode ICD-10 Carpal Tunnel Syndrome

Kode ICD-10 resmi untuk carpal tunnel syndrome adalah G56.0. Kode ini berada di bawah kategori utama G56, yaitu Mononeuropathies of upper limb (mononeuropati pada anggota gerak atas).

Secara rinci, klasifikasi pengkodean ICD-10 terkait kondisi ini dapat dibedakan berdasarkan sisi pergelangan tangan yang terdampak:

  • G56.00: Carpal tunnel syndrome, sisi tidak ditentukan (unspecified wrist).
  • G56.01: Carpal tunnel syndrome pada pergelangan tangan kanan.
  • G56.02: Carpal tunnel syndrome pada pergelangan tangan kiri.
  • G56.03: Carpal tunnel syndrome bilateral (menyerang kedua pergelangan tangan).

Gejala dan Penyebab Carpal Tunnel Syndrome

Sensasi kebas dan kesemutan akibat CTS umumnya muncul secara bertahap. Gejala awal sering kali dirasakan pada malam hari atau saat bangun tidur, meliputi rasa tebal pada jari tangan, nyeri yang menjalar ke lengan, hingga penurunan kekuatan genggaman tangan saat memegang benda.

Faktor Risiko Pemicu Carpal Tunnel Syndrome
  1. Gerakan berulang pada pergelangan tangan dalam durasi lama (seperti mengetik atau menggunakan alat bergetar).
  2. Kondisi medis tertentu, seperti diabetes melitus, gangguan tiroid, dan artritis reumatoid.
  3. Perubahan hormon yang memicu retensi cairan, misalnya selama masa kehamilan.

Cara Penanganan Carpal Tunnel Syndrome

Penanganan CTS bergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami. Pada stadium awal, dokter umumnya merekomendasikan terapi konservatif seperti pemasangan pembidai (splint) pada pergelangan tangan untuk menjaga posisi tetap netral, terutama saat tidur di malam hari.

Selain itu, pengistirahatan tangan dari aktivitas berulang, latihan peregangan fisioterapi, dan pemberian obat pereda nyeri atau antiinflamasi atas anjuran dokter dapat membantu meredakan peradangan. Jika penanganan awal tidak membaik, dokter dapat mempertimbangkan tindakan injeksi kortikosteroid hingga operasi carpal tunnel release untuk melepaskan tekanan pada saraf medianus.

Studi Terkait

Sebuah riset klinis yang dipublikasikan pada jurnal neurologi medis menunjukkan bahwa intervensi ergonomi dini yang dikombinasikan dengan pemakaian pembidai pergelangan tangan secara konsisten dapat mengurangi risiko progresi CTS hingga 65% pada pekerja kantoran dan manufaktur, sehingga mengurangi kebutuhan akan tindakan pembedahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari atau semakin parah hingga mengganggu aktivitas harian dan tidur malam, segera konsultasikan kondisi ini dengan Dokter Spesialis Saraf di Halodoc.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Lewat Halodoc, kamu bisa berkonsultasi secara praktis dengan dokter spesialis berpengalaman tanpa perlu keluar rumah. Layanan konsultasi dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehari, sehingga kamu dapat menanyakan keluhan kesehatan kapan saja dan di mana saja. Dokter dapat memberikan saran penanganan awal, meresepkan obat jika diperlukan, hingga memberikan rujukan medis yang tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10): Code G56.0 Carpal tunnel syndrome.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Carpal Tunnel Syndrome.
PubMed / National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Carpal Tunnel Syndrome: Diagnosis, Prevention, and Treatment Strategies.
WebMD. Diakses pada 2026. Carpal Tunnel Syndrome: Symptoms, Causes, and Treatments.

FAQ

Apa kode ICD-10 untuk carpal tunnel syndrome?
Kode ICD-10 resmi untuk carpal tunnel syndrome adalah G56.0. Kode ini digunakan oleh fasilitas kesehatan untuk mencatat diagnosis penekanan saraf medianus di pergelangan tangan.

Apakah carpal tunnel syndrome bisa sembuh tanpa operasi?
Ya, kasus carpal tunnel syndrome stadium ringan hingga sedang umumnya dapat membaik tanpa operasi. Penanganan non-bedah dapat dilakukan dengan penggunaan pembidai pergelangan tangan, penyesuaian posisi kerja, dan pengobatan sesuai anjuran dokter.

Apa gejala paling khas dari carpal tunnel syndrome?
Gejala yang paling khas adalah rasa kesemutan, kebas, dan nyeri pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, serta separuh jari manis. Rasa tidak nyaman ini sering kali memburuk pada malam hari.

Kapan penderita CTS membutuhkan tindakan operasi?
Operasi biasanya direkomendasikan jika penanganan konservatif selama beberapa bulan tidak memberikan perbaikan, atau jika pasien mengalami gejala berat seperti kelemahan otot genggam dan rasa kebas yang permanen.