
Panduan Lengkap Jadwal Vaksin Anak Sesuai Usia Terbaru
Pantau jadwal vaksin anak terlengkap agar si kecil selalu sehat dan terlindungi setiap saat.

DAFTAR ISI
- Jadwal Vaksin Anak Sesuai Usia
- Tips Melengkapi Imunisasi Anak
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Vaksinasi membantu membentuk perlindungan anak terhadap berbagai penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Pemberian vaksin perlu dilakukan sesuai usia agar perlindungannya optimal.
Jadwal dapat berbeda berdasarkan program pemerintah, rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kondisi kesehatan, serta jenis vaksin yang digunakan. Berikut panduan umum jadwal vaksin anak yang dapat menjadi acuan orang tua.
Jadwal Vaksin Anak Sesuai Usia
Saat lahir, bayi umumnya mendapatkan vaksin hepatitis B dosis lahir, idealnya dalam 24 jam pertama. Vaksin polio dosis lahir juga dapat diberikan sesuai kebijakan fasilitas kesehatan.
Pada usia 1 bulan, bayi biasanya mendapat vaksin BCG dan polio. Memasuki usia 2, 3, dan 4 bulan, imunisasi dasar dapat meliputi DPT-HB-Hib dan polio, sedangkan vaksin PCV serta rotavirus diberikan sesuai rekomendasi dan ketersediaan program.
Usia 9 bulan menjadi waktu pemberian vaksin campak-rubela (MR), kemudian dapat dilanjutkan dengan dosis lanjutan pada usia 18 bulan. Vaksin DPT-HB-Hib dan polio juga memiliki dosis lanjutan sekitar usia 18 bulan, sementara vaksin lain seperti influenza, varisela, hepatitis A, dan tifoid mengikuti rekomendasi dokter.
Jika ada vaksin yang terlambat, anak tidak selalu perlu mengulang seluruh rangkaian dari awal. Dokter dapat membuat jadwal kejar imunisasi berdasarkan usia, riwayat vaksin, interval dosis, dan kondisi anak.
Untuk memastikan jadwal vaksin anak sesuai kebutuhan, orang tua sebaiknya membawa buku KIA atau catatan imunisasi saat berkunjung ke fasilitas kesehatan.
Tips Melengkapi Imunisasi Anak
- Simpan buku KIA dan catatan vaksin dengan baik.
- Pastikan anak dalam kondisi sehat dan beri tahu petugas tentang alergi atau riwayat kejang.
- Setelah vaksin, pantau demam ringan, nyeri, atau kemerahan di area suntikan.
- Segera cari pertolongan jika anak mengalami sesak napas, kejang, lemas berat, atau reaksi alergi setelah vaksin.
Kapan Harus ke Dokter?
Konsultasikan jadwal vaksin kepada dokter jika anak memiliki penyakit kronis, pernah mengalami reaksi berat setelah imunisasi, sedang demam tinggi, atau memiliki riwayat alergi berat. Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja dapat membantu menentukan langkah yang tepat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Chat dokter membantu orang tua mendapatkan penjelasan mengenai jadwal vaksin, imunisasi yang tertunda, serta kondisi anak sebelum dan sesudah vaksinasi. Gunakan layanan Contact Doctor Halodoc untuk berkonsultasi dengan dokter secara praktis.
Referensi
World Health Organization. Immunization, Vaccines and Biologicals. Diakses pada 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Program Imunisasi Nasional. Diakses pada 2026.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Rekomendasi Imunisasi Anak. Diakses pada 2026.
PubMed. Childhood Immunization and Vaccine Schedule. Diakses pada 2026.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informasi Vaksin. Diakses pada 2026.
FAQ
Apakah vaksin anak wajib diberikan sesuai jadwal?
Vaksin sebaiknya diberikan sesuai jadwal agar perlindungan terbentuk pada waktu yang tepat. Bila terlambat, konsultasikan jadwal kejar imunisasi kepada dokter.
Apakah anak yang sedang batuk boleh divaksin?
Batuk ringan tanpa demam tinggi tidak selalu menjadi alasan untuk menunda vaksin. Namun, petugas kesehatan perlu memeriksa kondisi anak terlebih dahulu.
Apa yang perlu dibawa saat imunisasi?
Bawa buku KIA, catatan imunisasi, dan informasi mengenai riwayat alergi atau penyakit anak. Beri tahu petugas jika anak pernah mengalami reaksi berat setelah vaksin.
Apakah demam setelah vaksin berbahaya?
Demam ringan dapat terjadi sebagai respons tubuh terhadap vaksin dan biasanya membaik dalam waktu singkat. Segera cari pertolongan jika demam tinggi menetap, anak sangat lemas, sesak napas, atau mengalami kejang.




