
Panduan Lengkap Kode Azotemia ICD 10 Untuk Tenaga Medis
Daftar kode diagnosis azotemia icd 10 untuk klasifikasi medis pasien yang akurat dan tepat.

DAFTAR ISI
- Kode ICD-10 dan Pengertian Azotemia
- Klasifikasi Azotemia Berdasarkan Penyebab
- Gejala dan Diagnosis Azotemia
- Penanganan Medis Azotemia
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Azotemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan kadar produk sisa metabolisme bermuatan nitrogen, seperti urea dan kreatinin, di dalam darah. Kondisi ini umumnya mencerminkan adanya penurunan laju filtrasi pada organ ginjal.
Dalam dunia medis dan dokumentasi administratif kesehatan, pengkodean diagnosis sangat penting untuk standarisasi pelayanan. Pemahaman mengenai kode ICD-10 azotemia membantu tenaga medis serta fasilitas kesehatan dalam mencatat rekam medis pasien secara akurat.
Azotemia sendiri bukanlah suatu penyakit berdiri sendiri, melainkan kelainan laboratorium yang menjadi penanda klinis adanya gangguan organ. Oleh karena itu, penanganannya berfokus pada akar penyebab utama dan tidak bisa diatasi hanya dengan obat bebas.
Kode ICD-10 dan Pengertian Azotemia
Berdasarkan klasifikasi International Classification of Diseases, 10th Revision (ICD-10), kode umum untuk kelainan hasil pemeriksaan kimia darah yang menunjukkan kadar nitrogen abnormal adalah R79.89 (Other specified abnormal findings of blood chemistry) atau R79.8.
Namun, jika azotemia berkembang menjadi kegagalan fungsi ginjal yang lebih spesifik, pengkodeannya dialihkan sesuai kondisi underlying klinis pasien:
- N17: Gagal ginjal akut (Acute kidney failure).
- N18: Penyakit ginjal kronis (Chronic kidney disease).
- R39.2: Azotemia ekstrarenal (Extrarenal azotemia).
Klasifikasi Azotemia Berdasarkan Penyebab
Azotemia dikategorikan menjadi tiga jenis utama berdasarkan lokasi terjadinya gangguan:
- Azotemia Prerenal: Terjadi akibat penurunan aliran darah menuju ginjal, misalnya karena dehidrasi berat, perdarahan hebat, atau gagal jantung.
- Azotemia Intrinsik (Renal): Terjadi akibat kerusakan langsung pada parenkim atau jaringan ginjal, seperti nekrosis tubular akut atau infeksi glomerulonefritis.
- Azotemia Postrenal: Terjadi akibat adanya penyumbatan pada saluran kemih di bawah ginjal, seperti obstruksi batu ginjal atau pembesaran kelenjar prostat.
Gejala dan Diagnosis Azotemia
Pada tahap awal, azotemia sering kali tidak menimbulkan gejala nyata (asimtomatik) dan baru terdeteksi saat pemeriksaan darah rutin. Namun, jika kadar limbah beracun terus meningkat, gejala berikut dapat muncul:
- Penurunan frekuensi dan volume buang air kecil (oliguria).
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan, atau wajah akibat retensi cairan (edema).
- Rasa lelah berlebihan, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan.
- Linglung atau penurunan kesadaran pada kondisi berat.
Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium serum Blood Urea Nitrogen (BUN) dan kreatinin darah, serta pemeriksaan penunjang seperti urinalisis dan USG ginjal.
Penanganan Medis Azotemia
Penanganan azotemia disesuaikan secara khusus berdasarkan penyebab dasarnya. Azotemia prerenal umumnya diatasi dengan pemberian cairan intravena untuk memulihkan volume darah. Sementara itu, azotemia postrenal membutuhkan pembedahan atau tindakan medis untuk menghilangkan sumbatan saluran kemih. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan panduan awal penanganan kondisi ini.
Studi Terkait
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nephrology Dialysis Transplantation (2026) menunjukkan bahwa identifikasi dini azotemia prerenal melalui pemantauan kadar BUN dan rasio kreatinin efektif mencegah transisi menuju kerusakan ginjal permanen hingga 40% pada pasien rawat inap.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu atau anggota keluarga mengalami gejala penurunan jumlah urine, pembengkakan tubuh, atau lemas parah tanpa sebab yang jelas, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc untuk penanganan yang cepat dan tepat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi masalah kesehatan kini lebih mudah dan praktis melalui aplikasi Halodoc. Berikut keunggulannya:
- ✅ Dokter berpengalaman: Terhubung dengan dokter spesialis nefrologi dan dokter umum terpercaya yang mengantongi STR dan SIP resmi.
- ✅ Respon cepat 24 jam: Akses layanan kesehatan kapan saja dan di mana saja tanpa perlu mengantre.
- ✅ Privasi terjamin: Sesi konsultasi berlangsung aman dengan kerahasiaan rekam medis yang terjaga.
- ✅ Hemat waktu dan biaya: Solusi medis praktis langsung dari mana saja.
FAQ
1. Apa arti kode ICD-10 azotemia?
Kode ICD-10 azotemia seperti R79.89 digunakan oleh tenaga medis untuk mencatat hasil analisis darah yang menunjukkan peningkatan limbah nitrogen (BUN) secara tidak normal. Kode ini membantu kualifikasi diagnosis klinis dalam sistem rekam medis.
2. Apa perbedaan azotemia dan uremia?
Azotemia adalah peningkatan kadar limbah nitrogen dalam darah yang terdeteksi melalui tes laboratorium tanpa atau dengan sedikit gejala. Sementara itu, uremia adalah kondisi lanjut ketika kadar limbah nitrogen sudah menimbulkan serangkaian gejala klinis organik yang berat.
3. Apakah azotemia bisa disembuhkan secara total?
Ketersembuhan azotemia bergantung pada penyebabnya. Azotemia prerenal yang disebabkan oleh dehidrasi umumnya dapat pulih sepenuhnya jika cairan tubuh segera dikembalikan secara memadai.
4. Apakah azotemia selalu berarti gagal ginjal?
Tidak selalu. Azotemia prerenal dapat terjadi meskipun organ ginjal masih sehat, misalnya akibat dehidrasi berat atau penurunan tekanan darah secara drastis.




