Ad Placeholder Image

Panduan Lengkap Kode ICD 10 IBD untuk Tenaga Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 20 Agustus 2026

Daftar kode ICD 10 IBD untuk diagnosis gangguan pencernaan kronis secara akurat dan tepat.

Panduan Lengkap Kode ICD 10 IBD untuk Tenaga MedisPanduan Lengkap Kode ICD 10 IBD untuk Tenaga Medis

DAFTAR ISI


Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau penyakit usus inflamasi merupakan istilah medis untuk kondisi peradangan kronis pada saluran pencernaan. Dua bentuk utama dari IBD adalah penyakit Crohn (Crohn’s disease) dan kolitis ulseratif (ulcerative colitis). Kondisi ini menyebabkan berbagai gangguan pencernaan seperti diare kronis, nyeri perut, hingga penurunan berat badan.

Dalam dunia medis dan kearsipan kesehatan, penetapan diagnosis yang tepat memerlukan dokumentasi standar internasional, yaitu sistem pengkodean ICD-10 (International Classification of Diseases, 10th Revision). Pemahaman mengenai kode ICD-10 untuk IBD sangat penting bagi tenaga medis maupun petugas administrasi kesehatan untuk klaim asuransi, pencatatan rekam medis, dan pelaporan epidemiologi.

Selain tindakan medis utama, penanganan pasien IBD sering kali membutuhkan perawatan suportif untuk meredakan gejala seperti dehidrasi atau gangguan lambung penyerta. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna penanganan yang tepat.

Rekomendasi Obat dan Suplemen Pendukung Gejala IBD

1. Oralit 200 4.1 g 1 Sachet

Oralit merupakan larutan rehidrasi oral yang mengandung kombinasi natrium klorida, kalium klorida, trisodium sitrat terhidrasi, dan glukosa anhidrat. Obat ini bekerja dengan cara menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang akibat diare atau muntah kronis pada penderita peradangan usus.

Dosis umum pemberian disesuaikan dengan tingkat dehidrasi, biasanya 1-2 sachet yang dilarutkan dalam 200 ml air matang setiap kali buang air besar cair. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Oralit 200 4.1 g 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul

Lansoprazole adalah obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) yang bekerja menghambat enzim asam lambung. Pada pasien IBD dengan keluhan dispepsia atau iritasi lambung penyerta, lansoprazole membantu mengurangi produksi asam lambung berlebih untuk mencegah iritasi saluran cerna bagian atas.

Dosis umum lansoprazole adalah 30 mg sekali sehari diminum sebelum makan pagi selama 4-8 minggu sesuai petunjuk dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

3. Omeprazole 20 mg 10 Kapsul

Omeprazole berfungsi menurunkan kadar asam yang diproduksi dalam lambung. Obat ini menekan sekresi asam lambung dengan menghambat sistem pompa proton pada sel parietal mukosa lambung, sehingga membantu meredakan nyeri ulu hati dan ketidaknyamanan perut.

Dosis lazim adalah 20 mg sekali sehari sebelum makan. Penggunaan jangka panjang harus di bawah pengawasan medis ketat. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Omeprazole 20 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. Propepsa Suspensi 100 ml

Propepsa mengandung bahan aktif Sukralfat yang bekerja membentuk lapisan pelindung pada mukosa saluran pencernaan yang mengalami tukak atau iritasi. Obat ini membantu melindungi mukosa pencernaan dari asam, pepsin, dan garam empedu.

Dosis umum adalah 2 sendok takar (10 ml) diminum 4 kali sehari saat perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan). Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Propepsa Suspensi 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Gerdilium 10 mg 10 Kaplet

Gerdilium mengandung Domperidone 10 mg yang berperan sebagai antiemetik dan prokinetik. Obat ini bekerja mempercepat pengosongan lambung dan meredakan rasa mual atau muntah yang kerap menyertai gangguan pencernaan kronis.

Dosis penggunaan umumnya adalah 10 mg (1 kaplet) diminum 3 kali sehari, 15-30 menit sebelum makan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Gerdilium 10 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

Klasifikasi Kode ICD-10 untuk IBD

Dalam klasifikasi ICD-10, penyakit usus inflamasi atau IBD dikategorikan di bawah blok bab penyakit sistem pencernaan (K50–K52). Berikut adalah rincian kode yang paling sering digunakan:

  • K50 (Crohn’s disease / enteritis regionalis):
    • K50.0: Crohn’s disease of small intestine (usus halus).
    • K50.1: Crohn’s disease of large intestine (usus besar).
    • K50.8: Other Crohn’s disease (lokasi campuran/lainnya).
    • K50.9: Crohn’s disease, unspecified.
  • K51 (Ulcerative colitis / kolitis ulseratif):
    • K51.0: Ulcerative (chronic) pancolitis.
    • K51.2: Ulcerative (chronic) proctitis.
    • K51.3: Ulcerative (chronic) rectosigmoiditis.
    • K51.9: Ulcerative colitis, unspecified.
  • K52.9: Noninfective gastroenteritis and colitis, unspecified (digunakan jika jenis inflamasi belum dapat dipastikan).

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau kerabat mengalami gejala diare berdarah yang menetap, nyeri perut hebat, demam tanpa sebab jelas, atau penurunan berat badan tanpa diet, segera konsultasikan dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc. Evaluasi medis secara mendalam sangat penting untuk menegakkan diagnosis IBD secara akurat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Kini, kamu bisa melakukan konsultasi dokter online melalui fitur Chat Dokter di Halodoc, langsung dari HP kamu! Berikut adalah keuntungannya:

  • Dokter berpengalaman: Berkomunikasi langsung dengan dokter spesialis, seperti dokter umum, spesialis anak, spesialis kulit, dan lainnya. Semua dokter di Halodoc terdaftar dan berlisensi resmi.
  • Akses cepat dan mudah: Tanya dokter online gratis kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu antre di rumah sakit atau klinik.
  • Layanan fleksibel: Sesi konsultasi tersedia 24 jam penuh melalui chat, panggilan suara, atau video call. Kamu bisa memilih cara komunikasi yang paling nyaman.
  • Solusi lengkap: Setelah konsultasi, dokter dapat memberikan saran perawatan, resep obat medis jika diperlukan, serta rekomendasi gaya hidup sehat sesuai kondisi kamu.
  • Dapat rujukan medis: Jika memerlukan pemeriksaan langsung, dokter Halodoc dapat memberikan surat rujukan ke rumah sakit terdekat.
  • Privasi terjamin: Kerahasiaan data medis dan riwayat kesehatan kamu terlindungi dengan aman.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Chapter XI Diseases of the digestive system (K50-K52).
PubMed. Diakses pada 2026. Global epidemiology and diagnosis of Inflammatory Bowel Disease.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Diakses pada 2026. Cek Produk BPOM.
WebMD. Diakses pada 2026. Inflammatory Bowel Disease (IBD) Types, Symptoms, and Causes.

FAQ

Apa perbedaan kode ICD-10 K50 dan K51?

Kode K50 digunakan spesifik untuk diagnosis Crohn’s Disease, sedangkan kode K51 digunakan khusus untuk diagnosis Ulcerative Colitis (kolitis ulseratif).

Mengapa kode ICD-10 penting pada kasus IBD?

Pengkodean ICD-10 penting untuk standarisasi rekam medis pasien, memfasilitasi administrasi klaim asuransi kesehatan, serta membantu riset epidemiologi terkait prevalensi peradangan usus.

Apakah IBD bisa disembuhkan secara total?

IBD merupakan penyakit kronis yang belum memiliki obat untuk kesembuhan total, namun pengobatan yang tepat dapat mengontrol gejala dan membawa pasien ke masa remisi jangka panjang.