
Panduan Lengkap Kode ICD Dislipidemia untuk Rekam Medis
Mengenal Kode ICD Dislipidemia untuk Diagnosis Medis yang Akurat dan Tepat di Rumah Sakit

DAFTAR ISI
- Mengenal Kode ICD Dislipidemia
- Daftar Kode ICD-10 Dislipidemia
- Pencegahan dan Penanganan Dislipidemia
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Dalam dunia medis, pencatatan diagnosis penyakit dilakukan secara terstandar menggunakan sistem kode ICD (International Classification of Diseases). Salah satu diagnosis yang cukup sering ditemui pada pemeriksaan kesehatan metabolisme dan jantung adalah dislipidemia.
Dislipidemia merupakan kondisi ketika kadar lemak (lipid) di dalam darah tidak normal, baik berupa peningkatan kolesterol jahat (LDL), trigliserida, maupun penurunan kolesterol baik (HDL). Penggunaan kode ICD dislipidemia sangat penting bagi fasilitas kesehatan untuk mencatat rekam medis pasien serta memproses administrasi klaim asuransi kesehatan atau BPJS.
Jika kamu atau anggota keluargamu baru saja menjalani tes darah dan terdiagnosis mengalami gangguan kadar lemak darah, memahami klasifikasi medis ini dapat membantu kamu mengerti kondisi tubuh serta langkah penanganan yang tepat bersama tenaga medis. Kamu juga bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk membaca hasil tes laboratorium secara detail.
Mengenal Kode ICD Dislipidemia dalam Dunia Medis
Kode ICD dikembangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyeragamkan klasifikasi penyakit di seluruh dunia. Di Indonesia, versi yang paling umum digunakan dalam pelayanan kesehatan sehari-hari adalah ICD-10.
Kode ICD dislipidemia berada di bawah blok klasifikasi penyakit metabolik dan endokrin. Pengodean yang spesifik membantu dokter menentukan prognosis penyakit serta merencanakan terapi farmakologis yang presisi, seperti pemberian obat golongan statin atau fibrat.
Daftar Kode ICD-10 untuk Dislipidemia
Berikut adalah beberapa kode ICD-10 yang paling sering digunakan untuk mencatat gangguan metabolisme lipid pada rekam medis:
- E78.0 (Pure Hypercholesterolemia): Digunakan untuk kondisi peningkatan kadar kolesterol total atau LDL tanpa kenaikan trigliserida yang signifikan.
- E78.1 (Pure Hyperglyceridemia): Digunakan untuk pasien yang hanya mengalami peningkatan kadar trigliserida tinggi dalam darah.
- E78.2 (Mixed Hyperlipidemia): Digunakan ketika pasien memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang sama-sama tinggi (hiperlipidemia campuran).
- E78.4 (Other Hyperlipidemia): Digunakan untuk jenis gangguan kadar lipid spesifik lainnya yang tidak termasuk dalam kategori utama.
- E78.5 (Hyperlipidemia, Unspecified): Merupakan kode umum yang sering digunakan untuk diagnosis dislipidemia atau hiperlipidemia yang belum dispesifikasikan lebih lanjut dalam hasil laboratorium.
Faktor Pemicu Risiko Dislipidemia
- Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans secara berlebihan.
- Gaya hidup kurang bergerak (sedenter) dan kurang olahraga.
- Riwayat genetik atau familial hypercholesterolemia dalam keluarga.
- Adanya penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, obesitas, atau hipotiroidisme.
Pencegahan dan Penanganan Dislipidemia
Dislipidemia yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu pembentukan plak pada pembuluh darah (aterosklerosis), yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Penanganan awal selalu berfokus pada perbaikan gaya hidup, seperti membatasi asupan gorengan, memperbanyak konsumsi serat, serta berolahraga rutin minimal 150 menit per minggu.
Apabila perubahan gaya hidup belum cukup untuk menurunkan kadar lemak darah ke batas aman, dokter dapat meresepkan obat penurun kolesterol. Kamu bisa melakukan pemesanan dan beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah sesuai petunjuk resep dokter.
Studi Terkait
Berdasarkan studi klinis kardiovaskular terbaru yang dipublikasikan pada tahun 2026, standardisasi diagnosis melalui kode ICD-10 E78 terbukti meningkatkan akurasi pemantauan risiko penyakit jantung koroner pada pasien berisiko tinggi. Penanganan dini pada pasien terdiagnosis dislipidemia mampu menurunkan risiko kejadian kardiovaskular mayor (MACE) hingga lebih dari 30% dalam kurun waktu pemantauan jangka panjang.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kolesterol total, LDL, atau trigliseridamu berada di atas rentang normal, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Layanan konsultasi online di Halodoc memberikan kemudahan bagi kamu untuk mengeluhkan gangguan kesehatan secara cepat dan terpercaya. Keunggulan layanan ini antara lain:
- Dokter Berpengalaman: Terhubung dengan dokter umum maupun dokter spesialis yang memiliki legalitas resmi (STR dan SIP).
- Akses 24 Jam: Dapat diakses kapan saja tanpa perlu antre di klinik atau rumah sakit.
- Privasi Aman: Seluruh riwayat percakapan dan data medis dijaga kerahasiaannya.
- Resep Digital: Jika diperlukan, dokter dapat langsung menerbitkan resep digital untuk dibeli secara praktis.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10): Chapter IV Disorders of Lipoprotein Metabolism (E78).
PubMed Central. Diakses pada 2026. Clinical Management and Diagnostic Coding Accuracy for Dyslipidemia in Primary Care.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Dislipidemia.
WebMD. Diakses pada 2026. Understanding Dyslipidemia: Causes, Symptoms, Diagnosis, and Treatment.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan kode ICD dislipidemia?
Kode ICD dislipidemia adalah kode standar medis internasional (seperti E78.5 pada ICD-10) yang digunakan oleh tenaga medis untuk mencatat diagnosis gangguan lemak darah pada dokumen rekam medis pasien.
2. Apa kode ICD-10 yang paling umum untuk kolesterol tinggi?
Kode ICD-10 yang paling sering digunakan untuk kolesterol tinggi murni adalah E78.0 (Pure Hypercholesterolemia), sedangkan untuk hiperlipidemia tidak spesifik menggunakan kode E78.5.
3. Apakah dislipidemia selalu menimbulkan gejala klinis?
Pada umumnya dislipidemia tidak menimbulkan gejala khas pada tahap awal, sehingga sering disebut sebagai silent condition. Kondisi ini biasanya baru terdeteksi saat melakukan pemeriksaan darah rutin.
4. Bagaimana cara mengontrol kadar lipid darah agar kembali normal?
Dislipidemia dapat dikontrol dengan menjaga pola makan rendah lemak jenuh, rutin berolahraga, tidak merokok, serta mengonsumsi obat penurun kadar lipid sesuai resep dan instruksi dokter.




