
Panduan Mengatasi Nyeri Menggunakan Tangga Nyeri WHO
Pahami WHO Pain Ladder untuk Manajemen Nyeri yang Tepat dan Efektif bagi Pasien

DAFTAR ISI
- Rekomendasi WHO Pain Ladder
- Cara Alami Mengelola Nyeri
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Rekomendasi WHO Pain Ladder
Tangga nyeri WHO adalah panduan global untuk pengelolaan nyeri berdasarkan tingkat keparahan. Mulai dari nyeri ringan, sedang, hingga berat, masing-masing memiliki rekomendasi obat yang tepat. Memilih obat yang sesuai dengan tingkat nyeri membantu menghindari penggunaan berlebihan atau tidak tepat, sekaligus meminimalkan efek samping. Berikut rekomendasi obat berdasarkan tangga WHO.
1. Opistan 500 mg
Kandungan aktifnya paracetamol, cocok untuk nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala, nyeri otot, atau demam. Cara kerjanya menghambat produksi prostaglandin di sistem saraf pusat. Dosis umum dewasa: 1-2 tablet 3-4 kali sehari, jangan melebihi 4.000 mg/hari. Termasuk obat bebas, namun hati-hati bagi penderita gangguan hati.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Opistan 500 mg di Toko Kesehatan Halodoc
2. Spedifen 400 mg
Mengandung ibuprofen, termasuk obat golongan NSAID yang efektif untuk nyeri sedang seperti radang sendi, nyeri haid, atau cedera ringan. Memblokir enzim COX yang memicu peradangan dan nyeri. Dosis umum: 1 tablet 3 kali sehari, hindari saat perut kosong. Kontraindikasi pada penderita maag atau gangguan ginjal.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Spedifen 400 mg di Toko Kesehatan Halodoc
3. Panadol Extra 10 Kaplet
Paduan paracetamol dan kafein, meningkatkan efek analgesik untuk nyeri tegang atau migrain ringan. Kafein mempercepat penyerapan paracetamol. Dosis: 1-2 tablet 4-6 jam sekali, maksimal 6 tablet/hari. Hindari jika sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan tidur.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Panadol Extra 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc
4. Voltadex 50 mg
Mengandung Diklofenak natrium, NSAID kuat untuk nyeri sedang hingga berat seperti asam urat, nyeri punggung, atau pasca operasi. Bekerja dengan mengurangi produksi prostaglandin peradangan. Dosis: 50 mg 2-3 kali sehari. Waspada risiko gangguan lambung, tekanan darah, dan ginjal.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Voltadex 50 mg di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Menghindari Efek Samping Obat Nyeri
- Jangan gunakan lebih dari satu NSAID sekaligus (misal: ibuprofen + diklofenak).
- Minum obat setelah makan untuk melindungi lambung.
- Hindari alkohol saat menggunakan obat antiinflamasi.
- Jangan pakai obat nyeri lebih dari 5 hari berturut-turut tanpa konsultasi dokter.
5. Cataflam 25 mg
Memiliki kandungan diklofenak potasium, lebih cepat diserap daripada bentuk natrium. Cocok untuk nyeri akut seperti nyeri haid atau cedera olahraga. Dosis: 1 tablet 2-3 kali sehari. Tidak dianjurkan untuk ibu hamil trimester ketiga.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cataflam 25 mg di Toko Kesehatan Halodoc
6. Cataflam 50 mg
Bentuk dosis lebih tinggi untuk nyeri menetap seperti osteoarthritis atau radang sendi kronis. Dosis: 1 tablet 2 kali sehari. Pemakain jangka panjang harus diawasi dokter untuk mencegah kerusakan ginjal dan jantung.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cataflam 50 mg di Toko Kesehatan Halodoc
7. Neuralgin Rx
Paduan paracetamol dan kafein, serupa dengan Panadol Extra, digunakan untuk nyeri saraf atau migrain. Efeknya lebih cepat karena formula absorpsi optimal. Dosis: 1-2 tablet, maksimal 3 kali sehari. Hindari jika mengonsumsi stimulan lain.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Neuralgin Rx di Toko Kesehatan Halodoc
8. Infeld Gel
Salep topikal dengan diklofenak, cocok untuk nyeri otot atau sendi lokal. Tidak menimbulkan efek sistemik, sehingga lebih aman bagi penderita gangguan lambung. Oleskan 3-4 kali sehari pada area nyeri. Jangan digunakan pada luka terbuka.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Infeld Gel di Toko Kesehatan Halodoc
9. Etorix 90 mg
Mengandung etoricoxib, penghambat COX-2 selektif untuk nyeri berat kronis seperti artritis reumatoid. Lebih aman bagi lambung dibanding NSAID konvensional. Dosis: 1 tablet/hari. Kontraindikasi pada pasien dengan gagal jantung atau tekanan darah tinggi tidak terkontrol.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Etorix 90 mg di Toko Kesehatan Halodoc
10. Farsifen 400 mg
Ibuprofen dengan dosis tinggi untuk nyeri inflamasi berat seperti radang tendon atau asam urat akut. Dosis: 1 tablet 3 kali sehari. Jangan digunakan untuk nyeri ringan karena risiko efek samping lebih tinggi.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Farsifen 400 mg di Toko Kesehatan Halodoc
Cara Alami Mengelola Nyeri
Gunakan kompres hangat atau dingin tergantung jenis nyeri. Peregangan ringan, yoga, dan meditasi membantu redakan nyeri otot atau saraf. Tidur cukup, hindari stres, dan diet kaya antioksidan (sayuran hijau, buah beri) juga mendukung pengurangan peradangan.
Studi Terkait
WHO Guidelines on Pain Management in Primary Care. Diakses pada 2026. The Lancet.
Comparative Safety of COX-2 Inhibitors and NSAIDs in Chronic Pain. Diakses pada 2026. JAMA Internal Medicine.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Jika nyeri berlangsung lebih dari 1 minggu, bertambah parah, atau disertai gejala seperti demam, penurunan berat badan, atau mati rasa, segera konsultasi dengan dokter.
FAQ
- Apa itu WHO Pain Ladder?
WHO Pain Ladder adalah panduan tiga tingkat untuk menangani nyeri berdasarkan tingkat keparahannya: ringan, sedang, dan berat, dengan rekomendasi obat yang sesuai di setiap tingkat. - Bisakah saya menggunakan obat NSAID jangka panjang?
Tidak disarankan tanpa pengawasan dokter. NSAID jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan lambung, ginjal, atau jantung. - Apakah paracetamol lebih aman daripada ibuprofen?
Paracetamol lebih aman untuk lambung, tapi kurang efektif untuk nyeri inflamasi. Ibu hamil disarankan menggunakan paracetamol, bukan NSAID. - Bisakah saya gabungkan obat nyeri dengan suplemen?
Hindari gabungan obat nyeri dengan suplemen seperti herbal, omega-3, atau vitamin E tanpa konsultasi dokter karena risiko interaksi.




