• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pantangan Makanan untuk Anak dengan Kondisi Abdominal Migrain

Pantangan Makanan untuk Anak dengan Kondisi Abdominal Migrain

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Kalau mendengar kata migrain, pasti yang terbayang adalah sakit kepala sebelah. Namun, bagaimana dengan abdominal migrain? Ternyata, kondisi tersebut menjadi jenis migrain yang menyerang perut, bukan kepala. Migrain perut, begitu istilah mudahnya, lebih sering menyerang anak-anak, biasanya pada rentang usia 7 hingga 10 tahun. 

Namun, orang dewasa bisa terserang penyakit ini, meski terbilang penyakit yang jarang terjadi. Sayangnya, migrain perut dapat mudah salah diagnosis dengan penyebab sakit perut lainnya yang mungkin lebih umum terjadi pada anak, seperti sindrom iritasi pada usus besar dan penyakit Crohn. 

Pantangan Makanan untuk Anak dengan Migrain Perut

Belum diketahui dengan pasti penyebab abdominal migrain pada anak. Namun, studi yang diterbitkan dalam BMC Gastroenterology berhasil menemukan korelasi antara migrain perut dengan pergerakan lambat makanan yang dicerna melalui usus halus. 

Baca juga: Mengidap Abdominal Migrain? Ini 6 Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi

Studi lainnya dari  Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition juga menyatakan bahwa lebih dari 90 persen anak dengan migrain perut memiliki orangtua atau saudara kandung dengan migrain. Artinya, migrain perut lebih sering dan lebih berisiko terjadi pada anak dengan kerabat dekat yang memiliki riwayat sakit kepala.

Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko terjadinya migrain perut pada anak. Selain karena genetik, kondisi ini ternyata dipengaruhi oleh makanan. Jadi, jika anak mengidap abdominal migrain, hindari memberikan makanan berikut ini:

  • Cokelat;

  • Keju;

  • Buah dengan rasa asam;

  • Makanan dengan kandungan MSG tinggi;

  • Daging yang diawetkan, seperti daging burger atau sosis.

Baca juga: Anak Rewel Akibat Abdominal Migrain, Lakukan 5 Hal Ini

Stres, mabuk perjalanan, sering melewatkan waktu makan, perubahan pada pola tidur anak, paparan cahaya yang terlalu mencolok, terang, atau berkedip, hingga olahraga tertentu ternyata juga bisa memicu terjadinya migrain perut pada anak. 

Kenali Gejala Abdominal Migrain

Gejala utama dari abdominal migrain sudah pasti nyeri perut. Namun, beda dengan nyeri pada umumnya, nyeri akibat migrain perut sulit untuk digambarkan dengan baik. Inilah yang membuat diagnosis menjadi sulit didapatkan. Gejala lain yang bisa muncul termasuk mual, muntah, hilang selera makan, hingga rasa tidak nyaman yang bisa terjadi kapan saja. 

Jika ibu mendapati sang buah hati mengalami gejala ini, jangan tunda untuk membawanya ke rumah sakit agar ia bisa segera mendapatkan penanganan. Pasalnya, gejala nyeri perut bisa mengarah pada banyak masalah kesehatan, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat, serta penanganan yang tepat. 

Baca juga: Gejala Awal Terjadinya Abdominal Migrain pada Anak

Sekarang, berobat ke rumah sakit terdekat tidak perlu lagi mengantre, karena ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter spesialis di rumah sakit mana saja. Ibu juga bisa menggunakan banyak fitur lainnya, termasuk chat dengan dokter dan beli obat tanpa perlu ke apotek. 

Kondisi imunitas anak yang belum sempurna memang menjadikan ayah dan ibu harus ekstra dalam memperhatikan kesehatannya. Jangan tunda untuk segera berobat jika anak mengalami keluhan, karena lebih baik menghindari dampak negatif daripada harus melakukan pengobatan intensif. 

Referensi: 
Migraine.com. Diakses pada 2020. Abdominal Migraine
BMC Gastroenterology. Diakses pada 2020. Abdominal Migraine in Children: Association between Gastric Motility Parameters and Clinical Characteristics
Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. Diakses pada 2020. Abdominal Migraine as a Cause of Vomiting in Children: A Clinician’s View