• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Paparan Asap Dapat Sebabkan Juvenile Rheumatoid Arthritis

Paparan Asap Dapat Sebabkan Juvenile Rheumatoid Arthritis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Merokok termasuk dalam kebiasaan yang buruk untuk dilakukan. Dampak buruknya untuk kesehatan dapat menimbulkan penyakit yang parah hingga kematian. Paparan asap dari rokok tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan orang-orang yang di sekitarnya. 

Salah satu gangguan yang dapat disebabkan oleh paparan asap rokok adalah juvenile rheumatoid arthritis. Penyakit ini menyerang anak-anak yang dapat menimbulkan rasa nyeri dan kaku pada sendi. Jenis rheumatoid arthritis ini termasuk dalam penyakit yang kronis dan dapat menyerang dalam hitungan tahun.

Baca juga: Mengenal Juvenile Rheumatoid Arthritis, Gejala dan Cara Pengobatannya

Juvenile Rheumatoid Arthritis Disebabkan Asap Rokok

Juvenile rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang semestinya menyerang pengganggu yang masuk ke tubuh, seperti bakteri dan virus, mengalami kekeliruan sehingga menyerang sel-sel sehat. Penting untuk mendeteksi gangguan ini secara dini agar pengobatan yang dilakukan lebih efektif dan tidak menimbulkan kesulitan dalam beraktivitas. Sendi pada tubuh sangat penting untuk digunakan beraktivitas sehari-hari.

Gangguan juvenile rheumatoid arthritis adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan seseorang, sehingga menimbulkan pembengkakan dan nyeri yang terjadi pada sendi. Penyakit ini mendapatkan kata 'juvenile' karena terjadi pada anak-anak. Merokok sudah lama dihubungkan dengan peningkatan juvenile rheumatoid arthritis dan seseorang yang merupakan perokok pasif juga memiliki risiko untuk mengalaminya.

Seseorang yang menjadi perokok atau mantan perokok dan tidak pernah terpapar asap rokok saat masih anak-anak memiliki risiko sebanyak 38 persen untuk mengembangkan juvenile rheumatoid arthritis dibandingkan dengan yang tidak pernah merokok. Jika kamu perokok dan kerap terpapar asap rokok saat anak-anak, kemungkinannya meningkat 67 persen untuk mengidap rheumatoid arthritis.

Baca juga: Sering Nyeri Sendi dan Jari Kaku? Hati-Hati Rheumatoid Arthritis

Selain paparan asap rokok, polusi udara di luar ruangan yang dihasilkan oleh gas buang dari kendaraan dan pembangkit listrik juga dapat meningkatkan risiko anak ibu mengidap juvenile rheumatoid arthritis. Beberapa kandungan di udara yang berbahaya adalah sulfur dioksida, nitrogen dioksida, karbon monoksida, hingga ozon. Debu rumah tangga dan beberapa bahan kimia juga dapat meningkatkan risiko anak terserang penyakit tersebut.

Paparan kandungan yang terdapat pada polusi udara tersebut dapat meningkatkan peradangan pada tubuh anak-anak dan orang dewasa, sehingga memicu peningkatan produksi protein inflamasi pada tubuh. Misalnya interleukin-1 beta, interleukin-6, dan tumor necrosis factor-alpha. Maka dari itu, ibu hamil harus menghindari paparan dari udara yang kotor jika dari penilaian indikator kesehatan udara sedang buruk.

Beberapa data menyebutkan jika paparan rokok dan paparan dari pekerjaan sang ibu hamil terhadap polutan, seperti bubuk kapur, produk pembersih, debu jahit, dan uap yang mudah menguap dapat meningkatkan risiko juvenile rheumatoid arthritis secara signifikan. Penting untuk selalu menjaga kesehatan janin dan juga anak-anak dari segala penyebab penyakit yang mengganggu sendi-sendi tubuh.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat Bagi Pengidap Rheumatoid Arthritis

Itulah pembahasan mengenai paparan asap yang dapat meningkatkan risiko pada anak-anak dan janin untuk mengidap juvenile rheumatoid arthritis. Ibu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc jika mempunyai pertanyaan terkait juvenile rheumatoid arthritis. Caranya mudah sekali, ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan untuk mendapatkan kemudahan akses kesehatan sehari-hari!

Referensi:
Reuters. Diakses pada 2020. Childhood secondhand smoke exposure tied to arthritis in adulthood.
Juvenile Arthritis News. Diakses pada 2020. Early Exposure to Cigarette Smoke, Air Pollution Associated with JIA, Study Finds.