02 October 2018

Ini yang Terjadi Kalau Terlalu Sering Terpapar Asap Rokok

asap rokok, akibat asap rokok bagi kesehatan

Halodoc, Jakarta – Walaupun kamu tidak merokok, tetapi terpapar asap rokok bisa mengakibatkan dampak kesehatan yang cukup signifikan buatmu. Paparan asap rokok terhadap perokok pasif bisa menimbulkan risiko sebesar 30 persen untuk mengidap kanker paru-paru, emfisema, dan gangguan ke jantung.

Justru asap yang membakar ujung rokok ataupun cerutu sebenarnya mengandung zat yang lebih berbahaya ketimbang asap yang dihirup oleh perokok. Ini dikarenakan karena asap tidak melalui filter sehingga menjadi akibat berbahaya asap rokok bagi kesehatan.

Kalau kamu bukan perokok, tetapi terpapar asap rokok secara teratur, maka tubuh akan tetap menyerap nikotin dan zat berbahaya lainnya. Paparan asap rokok mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia dimana 250 diantaranya dikenal sangat beracun dan lebih dari 50 diantaranya dapat memicu kanker.

Zat berbahaya ini bisa bertahan di udara selama kurang lebih empat jam sehingga menghirup partikel-partikel ini hanya dalam hitungan menit dapat membahayakan kesehatan. Setelah lima menit, asap rokok yang masuk ke dalam tubuh dapat membekukan aorta, sedangkan dalam 20–30 menit bisa menyebabkan pembekuan darah dan kurun waktu dua jam bisa membuat detak jantung tidak teratur.

Asap rokok dapat membuat darah menjadi lebih lengket dan meningkatkan kolesterol LDL yang dapat merusak lapisan pembuluh darah. Akhirnya, perubahan ini dapat meninggikan risiko kamu mengalami serangan jantung dan stroke.

Ketika seseorang mengisap sebatang rokok, maka sebagian asap tidak masuk ke paru-paru melainkan menyebar ke udara dan tanpa sengaja terhirup oleh orang-orang di sekitarnya. Inilah yang menyebabkan larangan merokok di tempat umum. Paparan asap rokok yang bisa mengenai anak-anak dan orang-orang yang tidak merokok lainnya cukup berbahaya untuk kesehatan.

Bahaya untuk Anak-Anak

Anak-anak sangat berisiko terkena asap rokok karena tubuh mereka masih dalam tahap bertumbuh dan mereka bernapas lebih cepat ketimbang orang dewasa. Kondisi ini menyebabkan perpindahan asap rokok bisa lebih cepat. Hal ini mengakibatkan beberapa risiko kesehatan ke anak-anak yang berada dekat dalam lingkungan perokok aktif seperti:

1. Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS),

2. Lebih banyak infeksi pernapasan (seperti bronkitis dan pneumonia)

3. Serangan asma lebih parah dan sering

4. Infeksi telinga

5. Batuk kronis

Bahaya untuk Ibu Hamil

Paparan asap rokok terhadap ibu hamil dapat mengganggu perkembangan janin. Risiko kesehatan yang terjadi sering kali terkait dengan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, SIDS, kemampuan mental yang terbatas, masalah dengan belajar, serta gangguan yang ditandai dengan perilaku impulsif, hiperaktif, dan kurangnya perhatian (ADHD).

Menghindari Asap Rokok

Satu-satunya cara untuk menghindari asap rokok adalah tidak berada di sekitar orang yang merokok dan tidak berhenti menghimbau para perokok untuk merokok pada tempatnya. Rumah seharusnya menjadi tempat yang paling penting untuk terbebas dari asap rokok.

Apalagi kalau sebuah keluarga sudah memiliki anak. Kesadaran para orang dewasa untuk membantu mengurangi kemungkinan orang-orang non-perokok terutama anak-anak untuk terhindar dari asap rokok adalah sebuah keharusan.

Menggunakan masker kemanapun kamu akan bepergian terutama di tempat yang banyak orang merokok tidak pada tempatnya adalah salah satu cara terhindar dari paparan asap rokok. Selain itu, mengonsumsi banyak air putih juga dapat membersihkan tenggorokan dan saluran pernapasan dari asap rokok yang tertelan sehingga bisa terhindar dari akibat asap rokok bagi kesehatan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai dampak terlalu sering terpapar asap rokok, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: