Ketahui Perbedaan Radang Sendi dan Pegal Linu

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
 radang sendi, pegal linu

Halodoc, Jakarta - Gangguan sendi mungkin menjadi gangguan yang paling sering dialami orang. Apalagi dengan pekerjaan yang selalu menuntut mobilitas yang tinggi, sehingga sendi pun jadi taruhannya. Di antara gangguan sendi yang sering dialami, mungkin pegal linu yang paling populer. Namun, perlu kamu tahu, pegal linu dan radang sendi itu dua penyakit yang berbeda, lho. Kira-kira apa yang membedakannya ya?

Apa Itu Radang Sendi?

Radang sendi atau dalam istilah medis dinamakan arthritis biasanya ditandai dengan adanya sendi yang bengkak, merah, terasa panas saat dipegang, dan timbul nyeri. Gangguan rheumatoid pada dasarnya paling sering dirasakan pada sendi jari-jari tangan. Apalagi kalau kondisi ini terjadi pada kedua tangan kiri dan kanan. Perempuan muda khususnya lebih banyak mengalami gangguan ini.

Baca juga: Ketahui Gangguan Sendi yang Rentan Diidap Pegawai Kantoran

Radang sendi awalnya akan terasa sebagai kondisi ringan, sebab ia akan menyerang sendi-sendi yang kecil karena tidak mampu menyerang sendi besar. Namun, seiring berjalannya waktu, jika radang sendi sudah hebat dan berat, bisa saja mengenai sendi besar seperti tulang leher, lutut, pinggul, hingga rahang.

Bahaya dari radang sendi bukan hanya pada sendi saja. Pengidap radang sendi berpotensi mengalami komplikasi seperti penyakit jantung, depresi, anemia, bahkan kelainan cacat. Biasanya, orang yang mengalami radang sendi lebih cepat meninggal akibat jantung ketimbang orang yang tidak punya radang sendi.

Radang sendi atau artritis reumatoid merupakan salah satu penyakit autoimun yang tidak terjadi secara mendadak. Sistem imun tubuh seharusnya tidak menyerang badan sendiri. Namun, jika ada sebab tertentu atau ada kondisi bawaan, sistem imun menjadi mudah menyerang diri sendiri.

Kemungkinan besar penyebabnya adalah faktor makanan yang menggunakan pengawet atau lingkungan. Kondisi ini terjadi secara perlahan dan dan kamu tidak akan tahu sampai akhirnya penyakit autoimun muncul.

Radang sendi apabila dibiarkan, akan membawa dampak yang cukup berbahaya. Seseorang bisa mengalami kepincangan saat berjalan atau tidak bisa mengancingkan baju, sehingga kamu tidak bisa hidup mandiri dan membutuhkan pertolongan orang lain.

Baca juga: Cara Ini Lenyapkan Rasa Pegalmu Selama Hamil

Apa Itu Pegal Linu?

Berbeda dengan radang sendi, kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkan pegal linu. Pasalnya, pegal linu tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan pada kehidupan kamu. Pegal linu juga tidak akan berpengaruh banyak pada aktivitas harianmu. Pegal linu dapat terjadi jika kamu kurang tidur, terlalu banyak mengetik, atau menulis terlalu cepat. Pegal linu memang disebabkan oleh berbagai macam faktor, dan terkadang tidak berhubungan langsung dengan sendi.

Nyeri yang muncul pada gangguan pegal linu juga dapat terjadi akibat peradangan pada tendon, yaitu jaringan penghubung tulang dan otot. Kondisi lain yang dapat memunculkan keluhan pegal linu adalah infeksi virus, kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme), kanker tulang, dan gangguan psikologis.

Kamu tidak selalu akan mengalami radang sendi jika terdapat keluhan pegal linu. Namun hal ini tidak berlaku sebaliknya, jika kamu mengalami radang sendi, pasti ada keluhan pegal linu. Selain itu, meski radang sendi menunjukkan kelainan yang lebih berat, pegal linu yang sering berulang dan berkepanjangan dapat menandakan hal-hal yang juga serius seperti kanker tulang, gangguan hormon, dan penyakit sistemik lainnya.

Baca juga: 5 Trik Menghindari Pegal Saat Olahraga

Kamu sebaiknya tidak mengabaikan kedua keluhan ini. Apabila terdapat gejala pegal linu atau radang sendi, segeralah komunikasikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.