Ad Placeholder Image

Pemeriksaan Rectal Swab Sebenarnya Untuk Apa dan Fungsinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 13 Agustus 2026

Sebenarnya rectal swab untuk apa dalam mendeteksi infeksi bakteri dan prosedur medis?

Pemeriksaan Rectal Swab Sebenarnya Untuk Apa dan FungsinyaPemeriksaan Rectal Swab Sebenarnya Untuk Apa dan Fungsinya

DAFTAR ISI


Pemeriksaan rectal swab adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mendeteksi infeksi pada saluran pencernaan atau organ reproduksi bagian bawah, terutama jika diduga disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Prosedur ini sering digunakan pada pasien dengan gejala diare berkepanjangan, nyeri rektum, atau riwayat hubungan seksual anal.

Dengan mengambil sampel lendir dari rektum, dokter bisa mengidentifikasi patogen penyebab infeksi seperti Salmonella, Shigella, Campylobacter, Chlamydia trachomatis, atau Neisseria gonorrhoeae. Hasil tes ini sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepat, terutama antibiotik atau antijamur yang spesifik, sehingga menghindari penggunaan obat yang tidak efektif atau berisiko memicu resistensi.

Pemeriksaan Rectal Swab untuk Apa?

Pemeriksaan rectal swab digunakan terutama untuk mendiagnosis infeksi menular seksual (IMS) dan infeksi gastrointestinal yang tidak responsif terhadap pengobatan umum. Misalnya, pada pasien dengan gejala seperti nyeri saat buang air besar, keluarnya darah atau nanah dari rektum, atau riwayat hubungan seksual berisiko, dokter mungkin merekomendasikan swab ini untuk memastikan apakah ada infeksi bakteri atau jamur yang memerlukan terapi spesifik.

Hasil positif dari swab rektum membantu dokter memilih antibiotik atau antijamur yang paling efektif, menyesuaikan dosis, dan menghindari pengobatan spektrum luas yang tidak perlu. Ini penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti infeksi menular seksual yang menyebar ke organ reproduksi atau kerusakan usus.

Rekomendasi Antibiotik

1. Cefixime 200 mg 10 Kapsul

Kandungan aktif: cefixime, antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga. Berfungsi membunuh bakteri penyebab infeksi seperti Neisseria gonorrhoeae dan Salmonella. Dosis umum: 400 mg sekali minum, bisa dibagi. Tidak disarankan untuk pasien alergi sefalosporin.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cefixime 200 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

2. Azithromycin 500 mg 6 Tablet

Kandungan aktif: azithromycin, antibiotik makrolida. Efektif melawan Chlamydia trachomatis dan beberapa bakteri gram positif. Dosis umum: 1 gram sekali minum. Dihindari pada pasien dengan gangguan hati berat atau riwayat aritmia.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Azithromycin 500 mg 6 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Metronidazole 500 mg 10 Tablet

Kandungan aktif: metronidazole, antimikroba yang bekerja melawan parasit dan bakteri anaerob seperti Bacteroides dan Trichomonas. Dosis umum: 500 mg 2x sehari selama 5–7 hari. Hindari alkohol saat penggunaan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Metronidazole 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Doxycycline 100 mg 10 Kapsul

Kandungan aktif: doxycycline, antibiotik tetracyclin. Efektif melawan Chlamydia, Mycoplasma, dan beberapa bakteri penyebab infeksi intestinal. Dosis umum: 100 mg 2x sehari selama 7–14 hari. Hindari pada anak di bawah 8 tahun dan ibu hamil.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Doxycycline 100 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter jika mengalami gejala seperti diare berdarah, nyeri rektum yang tak kunjung reda, keluarnya cairan tidak biasa dari anus, atau riwayat hubungan seksual anal tanpa pelindung. Gejala ini bisa tanda infeksi serius yang memerlukan pemeriksaan rectal swab dan pengobatan spesifik.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis kapan saja, 24 jam sehari. Melalui fitur Chat Dokter Halodoc, kamu bisa menjelaskan gejala, mendapatkan penilaian awal, dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan seperti rectal swab jika diperlukan. Tidak perlu antre atau pergi ke klinik — semuanya bisa dilakukan dari rumah dengan aman dan rahasia.

    FAQ

    1. Apa itu pemeriksaan rectal swab?
      Pemeriksaan rectal swab adalah prosedur pengambilan sampel lendir dari rektum untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri, virus, atau jamur yang mungkin menjadi penyebab gejala seperti diare atau nyeri dubur.
    2. Apakah pemeriksaan ini sakit?
      Prosedurnya hanya terasa sedikit ketidaknyamanan, seperti tekanan ringan. Tidak disarankan untuk dilakukan sendiri tanpa pengawasan medis.
    3. How long does it take to get results?
      Hasil tes biasanya tersedia dalam 2–5 hari kerja, tergantung jenis mikroorganisme yang diuji dan laboratorium yang digunakan.
    4. Apakah semua pasien dengan diare butuh rectal swab?
      Tidak. Hanya pasien dengan gejala berat, berkelanjutan, atau berisiko tinggi seperti hubungan seksual anal yang memerlukan pemeriksaan ini.
    World Health Organization. Diakses pada 2026. Guidelines for the management of sexually transmitted infections.
    British Journal of Clinical Pharmacology. Diakses pada 2026. Antimicrobial resistance patterns in rectal Neisseria gonorrhoeae.
    Badan POM RI. Diakses pada 2026. Daftar Obat Antibiotik yang Terdaftar di BPOM.
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Panduan Penatalaksanaan Infeksi Menular Seksual.