• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan Efektif pada Pengidap Hoarding Disorder
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan Efektif pada Pengidap Hoarding Disorder

Penanganan Efektif pada Pengidap Hoarding Disorder

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 07 November 2022

“Pengidap hoarding disorder seringkali sulit ditangani. Sebab, mayoritas dari mereka merasa tidak mengalami gangguan mental dan tidak memerlukan pengobatan.”

Penanganan Efektif pada Pengidap Hoarding DisorderPenanganan Efektif pada Pengidap Hoarding Disorder

Halodoc, Jakarta – Hoarding disorder adalah gangguan mental yang membuat pengidapnya menimbun benda-benda yang sebenarnya sudah tidak dibutuhkan lagi. Mereka merasa barang-barang tersebut masih bernilai atau dibutuhkan sehingga perlu disimpan. 

Namun, barang yang kian menumpuk tentu saja memakan banyak ruang. Alhasil, rumah menjadi sempit karena dipenuhi oleh benda tersebut. Sayangnya, pengidapnya tidak merasa kalau yang dialaminya merupakan sebuah gangguan. Hal ini yang membuat pengidap hoarding disorder sulit ditangani. 

Padahal, gangguan mental tersebut bisa berdampak pada aktivitas sehari-hari, hubungan dengan orang lain, kegiatan bersosialisasi sampai pekerjaan. Bukan itu saja, kondisi ini juga bisa mengancam kesehatan dan keselamatan. Pasalnya, barang yang menumpuk bisa menjadi sarang kuman, mengganggu kebersihan, menyebabkan tersandung sampai memicu kebakaran. 

Lantas, Bagaimana Menanganinya?

Terapi perilaku kognitif atau psikoterapi adalah perawatan utama hoarding disorder. Berikut kegiatan yang dilakukan selama sesi terapi:

  • Belajar mengidentifikasi dan menentang pemikiran untuk menyimpan barang.
  • Berlatih menahan keinginan untuk menyimpan lebih banyak barang.
  • Mengorganisir benda-benda yang masih layak simpan dan tidak.
  • Meningkatkan keterampilan untuk mengambil keputusan dan sistem koping.
  • Merapikan rumah secara rutin.
  • Belajar bersosialisasi dengan terlibat kegiatan sosial yang lebih bermakna.
  • Mencari motivasi untuk berubah.
  • Rutin melakukan terapi bersama keluarga atau berkelompok.
  • Melakukan kunjungan berkala atau perawatan berkelanjutan untuk membantu mempertahankan kebiasaan sehat.

Obat-obatan bisa ditambahkan jika pengidapnya mengalami kecemasan ataupun depresi.

Apa Penyebab Hoading Disorder?

Sejauh ini, belum jelas apa penyebab utama hoarding disorder. Faktor genetik, gangguan fungsi otak, atau peristiwa kehidupan yang penuh tekanan ditengarai menjadi pemicunya. Faktor lain yang dapat menyebabkan kondisi ini, yaitu:

1. Kepribadian

Mayoritas pengidap hoarding disorder berkepribadian temperamen, ragu-ragu atau plin-plan.

2. Riwayat keluarga

Gangguan ini bisa diturunkan dalam keluarga. Jika kamu memiliki orang tua  atau saudara kandung yang mengidapnya, risiko kamu  untuk mengalaminya semakin meningkat. 

3. Tekanan hidup

Sebagian besar pengidapnya ternyata pernah kesulitan mengatasi peristiwa hidup yang penuh tekanan. Misalnya, kematian orang yang dicintai, perceraian, penggusuran, atau kehilangan harta benda akibat kebakaran.

Tanda-Tanda Hoarding Disorder

Hoarding disorder dapat dimulai sejak usia 11-15 tahun dan cenderung memburuk seiring bertambahnya usia. Umumnya gejala sudah memasuki tahap lanjut dan lebih sulit diobati pada usia paruh baya. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Menyimpan barang-barang yang tidak dibutuhkan secara berlebihan sampai  ruang di rumahnya tidak cukup untuk menampung. 
  • Kesulitan untuk berpisah dengan barang-barangnya.
  • Merasa perlu untuk menyimpan benda-benda dan merasa kesal dengan pemikiran untuk membuang benda tersebut.
  • Mengalami kekacauan saat tidak ada lagi ruang untuk menyimpan benda.
  • Sering ragu akan suatu hal, perfeksionisme, penghindaran, penundaan, dan masalah dengan perencanaan dan pengorganisasian.
  • Bisa berkonflik dengan seseorang yang mencoba mengurangi atau menghilangkan benda dari rumah.
  • Merasa aman ketika dikelilingi oleh barang-barang timbunan tersebut. 

Segera temui dokter apabila mengalami kondisi di atas. Supaya daya tahan tubuh tetap terjaga, cek kebutuhan vitamin dan suplemen di toko kesehatan Halodoc. Jangan tunggu sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Hoarding Disorder.
American Psychiatric Association. Diakses pada 2022. What is Hoarding Disorder?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Hoarding Disorder.