• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan Pertama Sesak Napas saat Mengalami Asma
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan Pertama Sesak Napas saat Mengalami Asma

Penanganan Pertama Sesak Napas saat Mengalami Asma

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 19 Maret 2021
Penanganan Pertama Sesak Napas saat Mengalami Asma

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan orang, mungkin juga termasuk kamu, pernah mengalami sesak napas, entah itu setelah melakukan olahraga intens atau ketika mengalami infeksi sinus. Namun, sesak napas juga dapat menjadi salah satu gejala utama asma.

Bila kamu mengidap asma, paru-paru lebih rentan mengalami iritasi yang kemudian menyebabkan sesak napas. Itulah mengapa pengidap asma lebih sering mengalami kesulitan bernapas daripada orang yang tidak memiliki asma.

Mengalami sesak napas saat asma kambuh tentu tidak nyaman bahkan bisa mengganggu kamu saat berkegiatan sehari-hari. Namun, jangan panik. Ketahui penanganan pertama yang bisa dilakukan.

Baca juga: Perbedaan Sesak Napas pada Pengidap Asma dan COVID-19

Penanganan Pertama untuk Sesak Napas saat Asma

Sesak napas adalah gejala yang sering terjadi saat mengalami asma. Gejala tersebut terjadi ketika saluran udara paru-paru meradang dan tersumbat, sehingga paru-paru sulit untuk mengambil udara dengan sepenuhnya. Namun, sesak napas saat asma biasanya juga disertai oleh beberapa gejala tambahan, seperti batuk, mengi, dan nyeri dada.

Pengobatan utama yang biasanya digunakan untuk mengatasi sesak napas saat mengalami asma adalah inhaler. Itulah mengapa penting bagi kamu yang mengidap asma untuk selalu membawa inhaler ke mana pun kamu pergi atau menempatkannya di tempat yang terjangkau.

Berikut penanganan pertama sesak napas yang bisa kamu lakukan saat mengalami asma:

  • Duduklah dengan nyaman dan longgarkan pakaian yang ketat.
  • Gunakan inhaler atau minum obat asma yang diresepkan oleh dokter.
  • Bila kamu lupa membawa inhaler, gunakan obat-obatan yang ada di kotak P3K. Hindari meminjam inhaler orang lain, karena obat yang terkandung di dalamnya mungkin berbeda dengan obat yang kamu butuhkan. Selain itu, menggunakan inhaler orang lain memiliki sedikit risiko untuk menularkan infeksi.

Baca juga: Gejala Berupa Sesak Napas, Bronkitis Sering Dikira Asma

Namun, bila kamu tidak menemukan inhaler sama sekali, berikut adalah penanganan pertama non medis yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak napas saat asma:

Buang Napas dengan Bibir Mengerucut

Selain inhaler, membuang napas dengan bibir mengerucut juga bisa kamu lakukan untuk mengatasi sesak napas saat asma kambuh. Cara ini membantu memperlambat laju pernapasan, sehingga kamu bisa bernapas dengan lebih dalam dan lebih efektif. Cara ini juga membantu melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru.

Berikut cara bernapas dengan bibir mengerucut:

  • Rilekskan otot leher dan bahu kamu.
  • Tarik napas perlahan melalui hidung selama dua hitungan dengan tetap menutup mulut. 
  • Kerucutkan bibir kamu seperti ingin bersiul.
  • Kemudian hembuskan napas secara perlahan dan lembut melalui bibir yang mengerucut dalam empat hitungan.

Duduk ke Depan

Penanganan pertama lainnya yang juga bisa dilakukan saat mengalami sesak napas karena asma adalah duduk dengan mencondongkan tubuh ke depan. Caranya:

  • Duduklah di kursi dengan kaki menginjak lantai, lalu condongkan tubuh sedikit ke depan.
  • Letakkan siku di atas lutut dengan lembut atau pegang dagu dengan tangan. Ingatlah untuk menjaga otot leher dan bahu tetap rileks.

Beristirahat sambil duduk bisa membantu merilekskan tubuh dan memudahkan pernapasan.

Pernapasan Diafragma

Cara ini juga bisa membantu mengatasi sesak napas saat asma. Cara untuk mencoba gaya pernapasan ini, yaitu:

  • Duduklah di kursi dengan lutut ditekuk dan bahu, kepala, dan leher yang rileks.
  • Letakkan tangan di perut.
  • Tarik napas secara perlahan melalui hidung. Kamu akan merasakan perut bergerak dengan tangan.
  • Saat mengeluarkan napas, kencangkan otot dan kamu akan merasakan perut jatuh ke dalam. Kamu bisa mengembuskan napas melalui mulut dengan mengerucutkan bibir.
  • Fokuskan pada mengeluarkan napas daripada mengambil napas. Terus embuskan napas lebih lama dari biasanya sebelum menghirup kembali secara perlahan.
  • Ulangi selama sekitar 5 menit.

Itulah beberapa penanganan pertama sesak napas yang bisa dilakukan saat asma menyerang. Bila sesak napas yang kamu alami cukup parah atau merasakan nyeri pada dada, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis. 

Baca juga: Lakukan 4 Hal Ini saat Asma Kambuh di Tempat Umum?

Sekarang, kamu bisa berobat ke dokter dengan lebih mudah karena ada aplikasi Halodoc. Caranya praktis, kamu tinggal buat janji di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi, dan kamu bisa berobat tanpa perlu antre. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Is Shortness of Breath a Sign of Asthma?
Healthline. Diakses pada 2021. 9 Home Treatments for Shortness of Breath (Dyspnea).