• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Diabetes Berisiko Alami Penyakit Arteri Perifer

Pengidap Diabetes Berisiko Alami Penyakit Arteri Perifer

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Penyakit arteri perifer (PAP) adalah masalah sirkulasi yang umum di mana arteri yang menyempit mengurangi aliran darah ke anggota tubuh. Penyakit ini juga merupakan komplikasi yang sering dialami pengidap diabetes. Sekitar 1 dari 3 orang dengan diabetes yang berusia di atas 50 tahun mengalami penyakit arteri perifer, sehingga meningkatkan risiko mereka terkena serangan jantung dan stroke. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di sini.

Penyebab umum penyakit arteri perifer adalah aterosklerosis. Pada aterosklerosis, timbunan lemak (plak) menumpuk di dinding arteri yang membuatnya jadi menyempit, sehingga aliran darah menjadi tersumbat. 

Meskipun pembahasan mengenai aterosklerosis biasanya berfokus pada jantung, tetapi kondisi tersebut dapat terjadi di bagian tubuh manapun. Ketika aterosklerosis terjadi di arteri yang memasok darah ke anggota tubuh tertentu (biasanya tungkai dan kaki), kondisi ini disebut juga penyakit arteri perifer. 

Pada kasus yang lebih jarang, penyakit arteri perifer mungkin disebabkan oleh peradangan pembuluh darah, cedera pada anggota tubuh, anatomi yang tidak biasa pada ligament atau otot, atau paparan radiasi.

Baca juga: Punya Kolesterol Tinggi, Waspadai Penyakit Arteri Perifer

Bagaimana Diabetes Meningkatkan Risiko PAP?

Orang yang mengidap diabetes memiliki risiko terbesar mengalami penyakit arteri perifer karena berkurangnya aliran darah. Selain diabetes, masih ada faktor-faktor lainnya yang juga turut meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit arteri perifer, antara lain:

  • Merokok.

  • Obesitas.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Kolesterol Tinggi.

  • Bertambahnya usia, terutama setelah mencapai usia 50 tahun.

  • Riwayat keluarga dengan penyakit arteri perifer, penyakit jantung, atau stroke.

  • Memiliki kadar homocysteine yang tinggi, yaitu komponen protein yang membantu membangun memelihara jaringan.

Baca juga: Diabetes Melitus Picu Terjadinya Gangguan Sistem Endokrin

Gejala PAP yang Perlu Diwaspadai

Bila kamu mengidap diabetes, ada baiknya kamu mewaspadai gejala penyakit arteri perifer, agar kamu bisa segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan sedini mungkin.

Gejala penyakit arteri perifer dapat bervariasi pada tiap pengidap. Banyak orang dengan PAP bisa tidak mengalami gejala apa pun atau hanya mengalami gejala ringan, tetapi beberapa pengidap lainnya dapat mengalami sakit kaki saat berjalan atau klaudikasio. 

Gejala klaudikasio, antara lain nyeri otot atau kram di kaki atau lengan yang dipicu oleh aktivitas, seperti berjalan, tetapi dapat menghilang setelah beristirahat selama beberapa menit. Lokasi nyeri tergantung pada lokasi arteri yang menyempit. Biasanya, rasa nyeri muncul pada daerah betis. 

Tingkat keparahan klaudikasio pun bervariasi, mulai dari ketidaknyamanan yang ringan hingga rasa sakit yang parah. Klaudikasio parah dapat menyebabkan kamu sulit berjalan atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

Selain klaudikasio, gejala penyakit arteri perifer lainnya yang bisa muncul, antara lain:

  • Mati rasa atau kelemahan pada kaki.

  • Rasa dingin di tungkai bawah atau kaki, terutama bila dibandingkan dengan sisi lain.

  • Luka pada jari kaki, telapak kaki atau tungkai yang tidak kunjung sembuh.

  • Perubahan warna pada kaki.

  • Rambut rontok atau pertumbuhan rambut di kaki menjadi lebih lambat.

  • Pertumbuhan kuku di kaki menjadi lebih lambat.

  • Kulit kaki mengkilap.

  • Tidak ada nadi atau nadi di kaki lemah. 

  • Disfungsi ereksi pada pria.

Bila penyakit arteri perifer semakin berkembang, nyeri bahkan dapat terasa ketika kamu sedang beristirahat atau berbaring. Rasa nyeri yang muncul mungkin cukup intens, sehingga dapat mengganggu tidur.

Jadi, bila kamu mengalami gejala penyakit arteri perifer seperti di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Terutama bagi kamu yang berusia di atas 50 tahun dan mengidap diabetes. Dokter mungkin dapat memberikan pengobatan untuk mengontrol kadar gula darah kamu.

Baca juga: 3 Jenis Obat-Obatan untuk Menangani Penyakit Arteri Perifer

Untuk melakukan pemeriksaan terkait penyakit arteri perifer, kamu bisa langsung buat janji di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Peripheral artery disease (PAD).
Diabetes.co.uk. Diakses pada 2020. DIABETES COMPLICATIONS Peripheral Arterial Disease (PAD).