3 Jenis Obat-Obatan untuk Menangani Penyakit Arteri Perifer

3 Jenis Obat-Obatan untuk Menangani Penyakit Arteri Perifer

Halodoc, Jakarta - Arteri perifer adalah sebuah penyakit yang berhubungan dengan masalah sirkulasi umum. Kondisi ini terjadi ketika arteri mengalami penyempitan, sehingga mengurangi aliran darah ke anggota tubuh. Ketika seseorang mengidap penyakit arteri perifer dalam tahap yang parah, biasanya kaki tidak menerima aliran darah yang cukup untuk memenuhi permintaan terhadap darah. Hal ini menyebabkan beberapa gejala, terutama nyeri kaki ketika berjalan atau klaudikasio.

Penyakit ini juga kemungkinan merupakan tanda akumulasi yang lebih luas dari timbunan lemak pada arteri di dalam tubuh. Kondisi ini mungkin juga mengurangi aliran darah ke jantung dan otak. Seseorang sering berhasil mengobati arteri perifer dengan berhenti merokok, berolahraga, dan mengonsumsi makanan sehat.

Baca Juga : 7 Faktor Risiko Seseorang Terkena Arteri Perifer

Alami Arteri Perifer, Inilah Penyebabnya

Penyakit arteri perifer sering disebabkan oleh aterosklerosis. Pada aterosklerosis, timbunan lemak menumpuk di dinding arteri dan mengurangi aliran darah. Penyakit ini dapat memengaruhi arteri di seluruh tubuh seseorang. Ketika itu terjadi di arteri yang memasok darah ke anggota tubuh, penyakit arteri perifer pun terjadi.

Meski lebih jarang, arteri perifer mungkin disebabkan oleh peradangan pembuluh darah, cedera pada anggota tubuh, anatomi yang tidak biasa pada ligamen atau otot, maupun paparan radiasi.

Obat-Obatan Untuk Pengidap Penyakit Arteri Perifer

Obat yang berbeda dapat digunakan untuk mengobati penyebab yang mendasari PAD. Pengobatan juga dapat dilakukan mengurangi risiko mengembangkan penyakit kardiovaskular lainnya. Beberapa orang mungkin hanya perlu minum satu atau dua obat yang akan dibahas, sementara yang lain mungkin membutuhkan semuanya. Berikut obat-obatan yang dapat mengobati PAD:

  1. Statin

Jika tes darah menunjukkan bahwa kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat terbilang tinggi, kamu akan diresepkan jenis obat yang disebut statin. Obat ini bekerja dengan membantu untuk mengurangi produksi kolesterol LDL oleh hati di dalam tubuh.

Banyak orang yang menggunakan statin tidak mengalami atau hanya memiliki sedikit efek samping. Kendati demikian, pengidap lain mungkin akan mengalami beberapa efek samping yang menyusahkan, tetapi biasanya kecil, seperti:

  • Gangguan pencernaan.
  • Sakit kepala.
  • Merasa mual.
  • Nyeri otot.

Baca Juga : Bisakah Diagnosis Penyakit Arteri Perifer dengan USG Doppler?

  1. Antihipertensi

Antihipertensi adalah sekelompok obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Kemungkinan kamu akan diresepkan obat antihipertensi jika:

  • Tidak mengidap diabetes dan tekanan darah kamu lebih tinggi dari 140/90 mmHg.
  • Kamu mengidap diabetes dan tekanan darah kamu lebih tinggi dari 130/80 mmHg.

Jenis antihipertensi yang banyak digunakan adalah inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE), yang menghambat kerja beberapa hormon yang membantu untuk mengatur tekanan darah. Hal tersebut membantu mengurangi jumlah air dalam darah dan memperlebar arteri, yang keduanya dapat menurunkan tekanan darah.

Efek samping dari penghambat ACE meliputi:

  • Pusing.
  • Kelelahan atau kelemahan.
  • Sakit kepala.
  • Batuk kering yang persisten.

Sebagian besar efek samping ini hilang dalam beberapa hari, walaupun beberapa orang merasa batuk kering sedikit lebih lama. Jika efek samping ini menjadi sangat menyusahkan, obat yang bekerja dengan cara yang mirip dengan ACE inhibitor, yang dikenal sebagai antagonis reseptor angiotensin-2, mungkin disarankan.

  1. Antiplatelet

Jika kamu mengidap penyakit arteri perifer, kamu mungkin akan diberi resep obat antiplatelet untuk mengurangi risiko pembekuan darah. Obat ini mengurangi kemampuan trombosit untuk tetap bersatu. Jadi, jika plak pecah, kamu memiliki peluang lebih rendah untuk mengalami gumpalan darah.

Aspirin dan clopidogrel dosis rendah adalah dua obat antiplatelet yang sering diresepkan untuk pengidap PAD. Efek samping umum dari aspirin dosis rendah termasuk gangguan pencernaan dan peningkatan risiko perdarahan.

Baca Juga : Begini Cara Mencegah Penyakit Arteri Perifer

Itulah beberapa obat-obatan yang dapat dikonsumsi pengidap penyakit arteri perifer. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!