• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Diabetes Berisiko Mengalami Masalah pada Liver

Pengidap Diabetes Berisiko Mengalami Masalah pada Liver

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Jika kamu memiliki gangguan diabetes tipe 2, maka semakin penting untuk menjaga kesehatan hati. Penyakit diabetes berisiko pada komplikasi penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD). Perlu kamu waspadai bahwa penyakit hati umum terjadi pada orang yang mengalami diabetes tipe 2 atau memiliki kondisi tubuh yang obesitas. 

Memiliki gangguan diabetes tipe 2 meningkatkan kemungkinan kamu mengalami bentuk penyakit liver yang lebih parah yang dikenal sebagai steatohepatitis nonalkohol. Pada kasus ini, lemak hati memicu terjadinya peradangan yang berbahaya yang menciptakan jaringan parut. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat menyebabkan sirosis dan penyakit hati stadium akhir.

Baca Juga: Harus Tahu, Penanganan Medis untuk Atasi Diabetes Insipidus

Masalah Liver pada Pengidap Diabetes Sulit Diketahui

Banyak orang yang memiliki diabetes tidak mengetahui adanya penyakit liver dalam tubuh. Sekitar tiga dari empat pengidap diabetes tipe 2 atau pradiabetes memiliki banyak lemak di hati. Sekitar setengah dari mereka mengalami peradangan dan jaringan parut. Pada banyak kasus, pengidap diabetes tidak menyadari adanya masalah liver. 

Penyakit liver memiliki sedikit gejala, sehingga sulit didiagnosis. Beberapa orang merasakan sakit di bagian kanan atas perut, tepat di bawah tulang rusuk. Terkadang pemeriksaan darah akan menunjukkan lonjakan enzim hati yang tidak dapat dijelaskan. Dengan begitu, dokter terdorong untuk melihatnya lebih dekat. 

Pengidap juga perlu menjalani pemeriksaan untuk menemukan masalah lain yang menunjukkan adanya terlalu banyak lemak di hati. Pemeriksaan tertentu dapat diketahui kandungan lemak di hati dan memeriksa jaringan hati untuk mencari tanda jaringan parut. 

Jika penyakit liver diketahui lebih awal, mungkin untuk dapat diatasi segera. Salah satunya dengan melakukan penurunan berat badan. Dengan menurunkan berat badan sebanyak 10 persen dari berat badan, kamu dapat mengatasi masalah liver. 

Jika kamu memiliki penyakit diabetes tipe 2, selalu minta dokter untuk memantau masalah liver setiap melakukan kontrol di rumah sakit. Tindakan ini bisa dianggap urgent, mengingat bahaya sirosis dan penyakit liver stadium akhir. Selama menjalani hidup sebagai pengidap liver, pertimbangkan juga untuk menjalani gaya hidup sehat sembari melakukan pengobatan. 

Baca Juga: Takut diabetes? Ini 5 Bahan Pengganti Gula

Gejala yang Diwaspadai Ketika Masalah Liver Muncul

Pada kebanyakan kasus, masalah hati tidak menimbulkan gejala. Itulah mengapa orang terkejut jika didiagnosis dengan penyakit ini. Jika kamu memiliki penyakit diabetes tipe 2, sangat penting untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur. Dokter dapat memeriksa kemungkinan komplikasi, termasuk penyakit liver. Misalnya, memberikan tes enzim hati atau pemeriksaan USG. 

Penyakit liver adalah gangguan yang sering didiagnosis setelah pemeriksaan darah rutin atau pemeriksaan USG untuk menunjukkan adanya tanda masalah, seperti enzim hati yang tinggi atau jaringan parut. Kamu juga harus memberi tahu dokter jika mengalami salah satu gejala berikut:

  • Kulit dan mata kekuningan, dikenal sebagai penyakit kuning;
  • Nyeri dan bengkak di perut;
  • Bengkak di kaki dan pergelangan kaki;
  • Kulit terasa gatal;
  • Urine berwarna gelap;
  • Terdapat darah di tinja;
  • Merasa kelelahan;
  • Mual atau muntah;
  • Nafsu makan berkurang;
  • Muncul memar.

Baca Juga: 5 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan

Ingatlah bahwa penyakit liver adalah komplikasi potensial dari diabetes tipe 2. Pemeriksaan secara teratur dengan dokter dan mempertahankan gaya hidup sehat adalah langkah penting untuk melindungi hati dan mengelola risiko komplikasi dari diabetes tipe 2. 

Jika terjadi gejala yang muncul mendadak, kamu dapat segera menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. The Hidden Risk of Liver Disease From Diabetes
Healthline. Diakses pada 2020. Diabetes and Liver Health: Tips to Reduce the Risk of Liver Disease