• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan Cubital Tunnel Syndrome yang Perlu Diketahui

Pengobatan Cubital Tunnel Syndrome yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Penyakit cubital tunnel syndrome perlu mendapat pengobatan yang tepat. Pasalnya, kondisi yang satu ini bisa memicu komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui apa saja cara pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi cubital tunnel syndrome yang menyerang.

Sebelumnya perlu diketahui, cubital tunnel syndrome merupakan kondisi yang terjadi akibat adanya peregangan atau penekanan pada ulnaris. Kondisi ini sering terjadi karena seseorang yang terbiasa sering menggunakan siku. Sebab, hal itu ternyata bisa menyebabkan kerusakan atau peradangan pada saraf di area tersebut. Selain itu, orang yang pernah mengalami patah tulang disebut lebih berisiko mengalami penyakit ini. 

Baca juga: 5 Faktor yang Memicu Cubital Tunnel Syndrome

Cara Mengobati Cubital Tunnel Syndrome 

Cubital tunnel syndrome terjadi karena ada peradangan pada saraf di sekitar siku, yaitu saraf ulnaris. Saraf ulnaris merupakan saraf yang berada di lengan bawah dekat dengan siku. Cubital tunnel syndrome muncul saat ada peregangan atau tekanan berlebih pada area saraf tersebut. Pengobatan yang tepat harus dilakukan untuk mencegah komplikasi peradangan muncul. 

Kondisi ini bisa memicu serangkaian gejala, seperti kebas pada beberapa jari dan kelemahan pada otot tangan. Selain itu, penyakit ini juga menyebabkan pengidapnya mengalami nyeri, kesemutan, kelemahan pada lengan bagian bawah dan jari, otot terasa lemah dan tidak bertenaga, serta kesulitan untuk melipat dan meluruskan siku.

Cubital tunnel syndrome juga bisa membuat pengidapnya terbangun pada malam hari karena nyeri atau kesemutan pada tangan atau jari, terutama pada bagian jari manis dan jari telunjuk, sulit untuk menggunakan dan menggerakkan tangan dan jari, hingga hilangnya kemampuan otot pada daerah tangan dan jari.

Baca juga: Terkena Cubital Tunnel Syndrome? Ini Gejalanya

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit, apalagi jika gejala yang muncul sudah sangat mengganggu. Pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan apakah gejala yang muncul merupakan tanda cubital tunnel syndrome atau bukan. Untuk mendiagnosis penyakit ini, ada beberapa jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan.

Dokter akan mulai melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dan fisik. Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan untuk mengetahui kondisi saraf. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah USG, untuk melihat posisi dari saraf ulnaris di daerah siku serta MRI untuk melihat perubahan struktural dari saraf ulnaris dan lingkungannya.

Jika terdiagnosis mengalami penyakit ini, ada langkah pengobatan yang perlu dilakukan. Untuk sebagian besar kasus cubital tunnel syndrome, dokter memberikan bidai atau bantalan pelindung siku untuk dipakai sepanjang malam. Perawatan ini meliputi penggunaan pelindung siku yang bertujuan untuk melindungi siku. 

Pelindung siku keras dapat digunakan untuk menjaga siku dalam sebuah posisi yang tetap, bersamaan dengan pola aktivitas untuk melunakkan daerah siku. Agar kondisi ini tidak memburuk, disarankan untuk mulai mengubah kebiasaan dan menghindari penggunaan siku secara berlebihan. Dengan begitu, kemungkinan peradangan memburuk pun akan menurun.

Pada kondisi yang parah atau saat gejala tidak membaik setelah lebih dari 6 bulan, cubital tunnel syndrome mungkin harus diatasi dengan cara pembedahan. Apabila gejala bertambah berat dan tidak bereaksi dengan berbagai macam pengobatan, maka pilihan untuk melakukan pembedahan menjadi penting.

Baca juga: Komplikasi yang Diakibatkan Cubital Tunnel Syndrome

Cari tahu lebih lanjut seputar cubital tunnel syndrome dan cara pengobatannya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Orthopedic. Diakses pada 2020. Cubital Tunnel Syndrome.
Web MD. Diakses pada 2020. How does cubital tunnel syndrome occur?
Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Cubital Tunnel Syndrome.