5 Faktor yang Memicu Cubital Tunnel Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cubital Tunnel Syndrome, saraf ulnaris

Halodoc, Jakarta - Cubital tunnel syndrome merupakan kondisi yang terjadi ketika adanya peregangan atau penekanan pada saraf ulnaris. Saraf ulnaris sendiri merupakan saraf yang berada di lengan bawah dekat dengan siku. Pengidap cubital tunnel syndrome akan mengalami serangkaian gejala, seperti kebas pada beberapa jari dan kelemahan pada otot tangan. Sebenarnya, apa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya cubital tunnel syndrome?

Baca juga: Begini Cara Metode Pengobatan Pada CTS Carpal Tunnel Syndrome

Faktor Risiko Terjadinya Cubital Tunnel Syndrome

Faktor risiko terjadinya cubital tunnel syndrome penting kamu ketahui untuk melakukan langkah pencegahan. Beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya cubital tunnel syndrome, yaitu:

  1. Sering melipat siku dan menahan area tersebut dalam satu posisi yang sama dalam waktu yang lama.

  2. Menjadikan siku sebagai sandaran pada permukaan yang tidak rata dalam waktu yang lama.

  3. Sering melakukan gerakan yang dilakukan oleh pemain bisbol, yaitu gerakan memutar. Jika terbiasa melakukan hal ini, ligamen pada siku akan rusak secara perlahan.

  4. Mengalami cedera pada siku yang menyebabkan rusaknya saraf ulnar.

  5. Melakukan pekerjaan berat yang membutuhkan banyak kemampuan siku.

Faktor risiko pada cubital tunnel syndrome dapat dihindari dengan tidak melakukan penekanan atau peregangan pada saraf ulnaris, yaitu saraf yang berada di daerah lengan bawah dekat siku. Setelah mendengar penjelasan dari faktor risikonya, apakah kamu memiliki salah satunya?

Jika iya, silahkan diskusikan dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya. Jika faktor risiko terus-menerus dilakukan, maka gejala akan timbul dan mengganggu aktivitasmu, karena gerak lengan yang tidak bebas.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Tarsal Tunnel Syndrome

Ketahui Gejala yang Muncul pada Pengidap Cubital Tunnel Syndrome

Tidak semua pengidap akan mengalami gejala berikut ini. Gejala yang muncul akan tergantung dari tingkat keparahan dan kondisi kesehatan pengidapnya sendiri. Gejala umum yang biasanya muncul, antara lain:

  • Mengalami kelemahan pada otot pada bagian yang terkena.

  • Mengalami kesulitan ketika hendak meluruskan dan melipat siku.

  • Mengalami kesulitan ketika hendak menggerakkan tangan atau jari-jari tangan.

  • Mengalami nyeri, kesemutan, serta kelemahan pada bagian siku dan beberapa jari.

Gejala yang muncul bahkan bisa saja kambuh ketika pengidapnya sedang tidur. Hal ini tentu akan membuatmu terbangun pada tengah malam. Meskipun jenis kerusakan saraf yang satu ini umum dialami, tetapi seseorang dengan kelebihan berat badan akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap cubital tunnel syndrome.

Baca juga: 3 Fakta tentang Gangguan Neuropati yang Bikin Gerak Terbatas

Apakah Penyakit yang Satu Ini Dapat Dicegah?

Penyakit yang satu ini memang terlihat berbahaya. Namun, cubital tunnel syndrome dapat dicegah dengan melakukan serangkaian langkah pencegahan berikut ini:

  • Hati-hati, jangan sampai terjadi cedera pada bagian siku.

  • Batasi aktivitas yang membutuhkan kekuatan saraf pada sendi siku.

  • Jaga lengan agar tetap lurus saat sedang tidur, sehingga peredarah darah lancar, dan siku tidak menjadi kaku.

Penyakit yang satu ini akan ditandai dengan dengan rasa nyeri dari bagian siku yang menjalar hingga ke lengan bagian bawah. Jika tidak diatasi dengan tepat, hal ini akan mengganggu aktivitas harianmu, karena gerak tangan tidak optimal. Jadi, jika ditemukan serangkaian gejalanya, segera diskusikan dengan dokter untuk menghindari terjadinya komplikasi yang berbahaya.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. How does cubital tunnel syndrome occur?
American Society for Surgery of the Hand (ASSH). Diakses pada 2019. Cubital Tunnel Syndrome.