• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan Kanker Rektum Berdasar Stadiumnya

Pengobatan Kanker Rektum Berdasar Stadiumnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Rektum adalah saluran pendek yang tersambung dari bagian ujung usus besar sampai mengarah ke anus. Di dalam rektum dan usus besar, makanan akan dicerna dan diubah menjadi energi untuk tubuh. Karena disebabkan oleh sejumlah faktor, sel kanker dapat tumbuh di dalam rektum, tepatnya pada sel-sel yang melapisi bagian dalam rektum.

Kanker rektum atau bisa juga disebut kanker kolorektal awalnya tidak langsung berkembang menjadi kanker. Pengidapnya pada awalnya memiliki polip prakanker yang kemudian berkembang menjadi kanker. Kalau sudah berkembang menjadi kanker, maka pengidapnya perlu segera mendapat perawatan. 

Baca juga: Ini Alasan Obesitas Berisiko Terkena Kanker Rektum

Pengobatan Kanker Rektum Berdasarkan Stadium

Melansir dari Healthline, pemilihan perawatan kanker rektum harus disesuaikan dengan ukuran tumor, usia dan kondisi kesehatan pengidap serta apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain. Nah, berikut sejumlah pilihan perawatan kanker rektum berdasarkan stadiumnya, yaitu:

  1. Stadium 0

Pengidap yang masih dalam stadium 0 biasanya mudah diobati dan dapat pulih dengan cepat. Pengobatan yang bisa dilakukan, yaitu mengangkat area yang terkena kanker melalui prosedur kolonoskopi atau operasi. 

  1. Stadium 1

Kanker yang telah mencapai stadium 1 mungkin membutuhkan satu atau kombinasi perawatan. Perawatannya bisa berupa eksisi atau reseksi lokal, terapi radiasi dan kemoterapi.

  1. Stadium 2 dan 3

Pilihan perawatan untuk kanker rektum yang sudah mencapai stadium 2 dan 3 sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan stadium 1. Pengidapnya mungkin memerlukan kombinasi dari terapi radiasi, kemoterapi dan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker. 

  1. Stadium 4

Kanker yang sudah mencapai stadium 4 umumnya sudah menyebar ke area lain selain rektum. Oleh sebab itu, pengidapnya mungkin perlu menjalankan operasi lebih dari satu area tubuh. Pengidap juga perlu menjalani terapi radiasi atau kemoterapi untuk mengecilkan ukuran kanker atau memusnahkan sisa-sisa sel kanker yang tidak terangkat selama operasi. Berikut ini perawatan lain yang mungkin dibutuhkan, yaitu:

Terapi yang ditargetkan seperti antibodi monoklonal atau inhibitor angiogenesis.

  • Cryosurgery, prosedur yang menggunakan cairan dingin atau cryoprobe untuk menghancurkan jaringan abnormal.
  • Radiofrequency ablation, prosedur yang menggunakan gelombang radio untuk menghancurkan sel-sel abnormal.
  • Stent untuk menjaga rektum terbuka jika tersumbat oleh tumor.
  • Terapi paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pengidap kanker.

Baca juga: Diagnosis untuk Deteksi Kanker Rektum

Munculnya kanker rektum pastinya bukan tanpa alasan. Ada sejumlah faktor risiko yang membuat seseorang rentan mengembangkan kanker rektum dan harus diwaspadai.

Sejumlah Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Rektum 

Menurut National Cancer Institute, beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker rektum meliputi:

  • Memiliki riwayat keluarga dekat, seperti orangtua dan saudara kandung yang pernah mengidap kanker usus besar atau rektum
  • Memiliki riwayat pribadi mengidap kanker usus besar, rektum, atau indung telur sebelumnya.
  • Memiliki riwayat pribadi adenoma risiko tinggi, seperti polip kolorektal yang berukuran 1 sentimeter atau lebih besar atau memiliki sel-sel yang terlihat abnormal saat diperiksa melalui mikroskop.
  • Setelah mewarisi perubahan gen tertentu yang meningkatkan risiko poliposis adenomatosa familial atau sindrom Lynch.
  • Pernah mengidap kolitis ulseratif kronis atau penyakit Crohn selama 8 tahun atau lebih.
  • Sering minum alkohol, yakni lebih dari tiga cangkir per hari.
  • Mempunyai kebiasaan merokok.
  • Kelebihan berat badan.

Selain faktor risiko di atas, seseorang yang berusia lebih tua juga menjadi faktor terbesar mengidap kanker. Ini karena, peluang terkena kanker meningkat seiring bertambahnya usia.

Gejala Kanker Rektum yang Perlu Diwaspadai

Kamu perlu waspada terhadap adanya kanker rektum apabila mengalami tanda-tanda berikut ini:

  • Keluarnya darah dari lubang anus;
  • Perubahan kebiasaan buang air besar;
  • Diare;
  • Sembelit;
  • Merasa usus tidak kosong sepenuhnya;
  • Bentuk tinja berbeda dari biasanya;
  • Perut terasa tidak nyaman, seperti sering keluar gas, kembung, terasa kenyang, atau kram;
  • Penurunan nafsu makan;
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang diketahui;
  • Merasa sangat lelah.

Baca juga: Ikuti Tips Ini untuk Mencegah Kanker Kolorektal

Apabila kamu mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kini kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Caranya sangat mudah, kamu tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan lewat aplikasi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Rectal cancer.
Healthline. Diakses pada 2020. Rectal cancer.
National Cancer Institute. Diakses pada 2020. Rectal Cancer Treatment (PDQ®)–Patient Version.