Diagnosis untuk Deteksi Kanker Rektum

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Diagnosis untuk Deteksi Kanker Rektum

Halodoc, Jakarta – Bagaimana dokter mendiagnosis kanker rektum? Ada beberapa tes yang perlu dilakukan. Ini termasuk tes untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tes pencitraan yang dapat menunjukkan gambar bagian dalam tubuh dapat menunjukkan apakah kanker telah menyebar. 

Melalui tes ini dapat diketahui jenis perawatan mana yang sesuai.  Untuk sebagian besar jenis kanker, termasuk kanker rektum, biopsi adalah satu-satunya cara pasti bagi dokter untuk mengetahui apakah suatu area tubuh terdeteksi kanker. Ingin tahu lebih jelas mengenai prosedur ini, baca lanjutannya di sini!

Diagnosis Kanker Rektum

Dalam biopsi, dokter akan mengambil sampel kecil jaringan untuk diuji di laboratorium. Jika biopsi tidak memungkinkan, dokter mungkin menyarankan tes lain yang akan membantu membuat diagnosis.

Baca juga: Ketahui Stadium Perkembangan Kanker Kolorektal

Selain biopsi, ada enam diagnosis lain untuk mendeteksi kanker rektum, yaitu:

  1. Kolonoskopi

Kolonoskopi memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam seluruh rektum dan kolon saat pasien dibius. Seorang colonoscopist adalah seorang dokter yang berspesialisasi dalam melakukan tes ini. 

Jika kanker rektum ditemukan, diagnosis lengkap yang secara akurat menggambarkan lokasi dan penyebaran kanker mungkin tidak mungkin sampai tumor diangkat dengan operasi.

  1. Pengujian Molekuler terhadap Tumor

Dokter mungkin merekomendasikan menjalankan tes laboratorium pada sampel tumor untuk mengidentifikasi gen spesifik, protein, dan faktor lain yang unik untuk tumor. Hasil dari tes ini dapat membantu menentukan pilihan perawatan.

  1. Tes Darah 

Karena kanker ini sering menyebabkan perdarahan, pengidap penyakit ini dapat memicu anemia. Tes jumlah sel darah merah dalam darah merupakan bagian dari hitung darah lengkap yang dapat mengindikasikan bahwa perdarahan mungkin terjadi.

  1. Pemindaian Tomografi Komputer (CT atau CAT) 

CT scan mengambil gambar bagian dalam tubuh menggunakan sinar X yang diambil dari berbagai sudut. Komputer menggabungkan gambar-gambar ini menjadi gambar tiga dimensi yang mendetail yang menunjukkan adanya kelainan atau tumor. 

CT scan dapat digunakan untuk mengukur ukuran tumor. Terkadang pewarna khusus yang disebut media kontras diberikan sebelum pemindaian untuk memberikan detail gambar yang lebih baik. 

Zat warna ini dapat disuntikkan ke dalam pembuluh darah pasien atau diberikan sebagai pil atau cairan untuk ditelan. CT scan juga dapat memeriksa penyebaran kanker ke paru-paru, hati, dan organ lainnya. 

  1. Magnetic Resonance Imaging (MRI) 

MRI menggunakan medan magnet, bukan sinar-X, untuk menghasilkan gambar tubuh yang detail. MRI dapat digunakan untuk mengukur ukuran tumor. Pewarna khusus yang disebut media kontras diberikan sebelum pemindaian untuk membuat gambar yang lebih jelas. 

Zat warna ini dapat disuntikkan ke dalam pembuluh darah pasien atau diberikan sebagai pil atau cairan untuk ditelan. MRI adalah tes pencitraan terbaik untuk menemukan di mana kanker kolorektal telah tumbuh.

  1. Ultrasonografi

USG menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar organ dalam untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar. Ultrasonografi endorektal biasanya digunakan untuk mengetahui seberapa dalam kanker rektum telah tumbuh dan membantu merencanakan perawatan. 

Baca juga: Ikuti Tips Ini untuk Mencegah Kanker Kolorektal

Namun, tes ini tidak dapat secara akurat mendeteksi kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya atau di luar panggul. Ingin tahu lebih lanjut mengenai jenis penyakit ini, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Cancer.Net. Diakses pada 2019. Colorectal Cancer: Diagnosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cancer.