• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penjelasan Panduan Aman Diet Keto untuk Pemula

Penjelasan Panduan Aman Diet Keto untuk Pemula

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Wanita mana sih yang enggak kepingin memiliki badan langsing dengan berat badan yang ideal? Untuk mendapatkan hal tersebut, berbagai cara dilakukan. Mulai dari olahraga hingga menjalankan berbagai macam diet, salah satunya diet keto. 

Hal yang perlu digarisbawahi, meski katanya bisa menurunkan berat badan, diet apapun itu namanya tak boleh dilakukan secara asal-asalan. Singkat kata, ada panduan yang mesti dipatuhi agar badan tetap sehat dan program penurunan berat badan berjalan efektif.

Lalu, seperti apa sih panduan amat diet keto untuk pemula? 

Baca juga: Benarkah Diet Keto Efektif Menurunkan Berat Badan?

1. Harus Lemak Sehat

Diet keto merupakan diet tinggi lemak, cukup protein, dan rendah karbohidrat. Goal dari diet ini mendapatkan lebih banyak kalori dari protein dan lemak daripada karbohidrat. Menurut  Journal of European Nutrition, kondisi ini bisa menguras simpanan gula sebagai sumber energi, dan menggantinya dengan protein dan lemak. 

Nah, hal inilah yang menimbulkan proses ketosis, yaitu kondisi ketika tubuh tidak lagi ada asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi. Menurut ahli gizi, dengan adanya ketosis diharapkan bisa membantu menurunkan berat badan. 

Hal yang perlu diingat, sumber lemak diet keto ini bukan sembarang lemak, seperti gorengan. Kata ahli, sumber lemaknya sebaiknya berasal dari produk susu, telur organik, dan minyak-minyak, misalnya kelapa dan zaitun. Tak hanya itu saja, lemak sehat juga bisa diperoleh dari kacang-kacangan (almond dan mete) dan buah alpukat. 

2. Hindari Jangka Panjang

Panduan diet keto untuk pemula selanjutnya, yaitu menyoal lamanya waktu dalam menerapkan diet keto. Meski diet keto sukses dapat menurunkan berat badan, tetapi diet ini tidak dianjurkan diterapkan dalam jangka panjang. Diet keto hanya dianjurkan dalam jangka pendek, mulai dari 2–3 minggu. Namun, ada pula beberapa ahli yang menerapkan batas maksimal 6–12 bulan

Pertanyaannya, mengapa tak boleh diterapkan dalam jangka panjang? Alasannya simpel, demi menghindari risiko gangguan kesehatan yang mungkin terjadi bila diet keto dilakukan dalam jangka panjang. Singkat kata, di keto juga memiliki beragam efek samping bagi tubuh. 

Baca juga: Ingin Langsing Coba Panduan Makan Ala Diet Keto

3. Beragam Gangguan Kesehatan

Seperti penjelasan di atas, diet keto bisa saja menimbulkan efek samping bagi tubuh. Contohnya, memicu gangguan pada sistem pencernaan. 

Ketika sedang berdiet, artinya tubuh akan berhadapan dengan pola makan yang berbeda seperti biasanya. Nah, perubahan pola makan ini kadang kala bisa memicu gangguan pada sistem pencernaan tubuh. 

Gangguan pencernaan yang bisa ditimbulkan diet keto seperti sembelit. Hal ini disebabkan oleh kurangnya serat dan air putih. Sebagiannya lagi mungkin saja mengalami diare meski terbilang jarang. 

Tak hanya itu saja, dampak diet keto lainnya bisa memperparah kondisi seseorang yang mengidap penyakit ginjal. Alasannya simpel, diet keto yang tinggi protein ini bisa memperberat kerja ginjal, sehingga ujung-ujungnya bisa memperparah kondisi sakit ginjal. Tak cuma itu saja, diet tinggi protein juga bisa membuat batu ginjal semakin memburuk. 

4. Sebaiknya di Bawah Pengawasan Ahli

Meskipun populer untuk memangkas bobot tubuh, tetapi diet keto tergolong kontroversial. Pasalnya, bila tidak dilakukan dengan tepat mungkin saja membahayakan kesehatan. Sebenarnya, ada juga beberapa ahli yang enggak merekomendasikan diet ini. Alasannya, kebanyakan pelaku diet keto mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Memulai Diet Keto

Jenis lemak ini kaitkan dengan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, kolesterol tinggi, sampai kanker. Penelitian mengenai diet keto pun masih belum banyak. Seperti yang dijelaskan di atas, pada awalnya diet ini dibuat untuk mengobati epilepsi. Selain itu, karena kebutuhan gizi seseorang tidaklah sama, para ahli yang kontra dengan diet ini merekomendasikan untuk mengadopsi makanan bergizi seimbang. 

Nah, bagi kamu yang ingin menerapkan diet keto, ada baiknya untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter spesialis gizi, agar diet ini berjalan dengan aman dan efektif. Hal yang terpenting, jangan sampai berat badan turun, tetapi risiko penyakit meningkat karena pola makan yang keliru.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. The Keto Diet Is Gaining Popularity, but Is It Safe?
Healthline. Diakses pada 2020.  Is Ketosis Safe and Does It Have Side Effects?
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Ketosis? 
Healthline. Diakses pada 2020. The Ketogenic Diet 101: A Detailed Beginner's Guide.