Ad Placeholder Image

Penjelasan Soal Hasil Tes Mantoux Asli dan Palsu

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 Juni 2026

“Tes mantoux dapat digunakan sebagai metode awal pemeriksaan gejala penyakit TBC pada tubuh. Meski ampuh mendeteksi penyakit TBC, ada beberapa faktor yang menyebabkan hasil tes menjadi palsu.”

Penjelasan Soal Hasil Tes Mantoux Asli dan PalsuPenjelasan Soal Hasil Tes Mantoux Asli dan Palsu

DAFTAR ISI


Tes Mantoux, atau yang dikenal juga sebagai Tuberculin Skin Test (TST), merupakan metode standar yang digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk mendeteksi infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Prosedur ini sangat krusial, terutama pada anak-anak, guna menentukan apakah seseorang telah terpapar kuman penyebab penyakit Tuberkulosis (TBC) atau tidak.

Namun, dalam praktiknya, hasil tes Mantoux tidak selalu memberikan jawaban yang hitam putih. Terkadang, prosedur ini bisa dianggap “gagal” atau memberikan hasil yang meragukan. Kegagalan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari teknik penyuntikan yang kurang tepat, kondisi sistem imun pasien, hingga pengaruh riwayat vaksinasi sebelumnya. Memahami mengapa tes ini bisa gagal sangat penting agar pasien mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

Penting bagi kamu untuk mengetahui bahwa tes Mantoux bukanlah alat diagnosis tunggal untuk menentukan seseorang sakit TBC aktif. Tes ini lebih berfungsi sebagai penanda adanya infeksi (kontak) dengan bakteri tersebut. Jika hasil tes menunjukkan indikasi yang membingungkan, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan penunjang lainnya seperti Rontgen dada atau pemeriksaan dahak.

Nah, jika kamu atau anggota keluargamu berencana melakukan pemeriksaan ini atau sedang bingung dengan hasil yang didapat, sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penjelasan medis yang mendalam. Berikut ulasan lengkap mengenai penyebab tes Mantoux gagal dan cara menyikapinya!

Apa Itu Tes Mantoux dan Tujuannya?

Tes Mantoux dilakukan dengan menyuntikkan sejumlah kecil protein yang berasal dari bakteri TBC, yang disebut Purified Protein Derivative (PPD), ke dalam lapisan kulit (intradermal) di area lengan bawah. Setelah penyuntikan, pasien diminta kembali dalam waktu 48 hingga 72 jam untuk melihat reaksi yang terjadi pada area suntikan tersebut.

Tujuan utama dari tes ini adalah melihat respons sistem kekebalan tubuh terhadap antigen bakteri TBC. Jika tubuh pernah terpapar bakteri tersebut, sistem imun akan mengenali PPD dan menimbulkan reaksi peradangan berupa benjolan (indurasi) yang teraba keras di lokasi suntikan.

Mengapa Tes Mantoux Bisa Gagal atau Tidak Akurat?

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan interpretasi tes Mantoux menjadi tidak akurat, yang sering kali disebut sebagai negatif palsu atau positif palsu.

1. Negatif Palsu (False Negative)

Kondisi ini terjadi ketika seseorang sebenarnya terinfeksi TBC, namun tes Mantoux menunjukkan hasil negatif. Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Sistem Imun yang Lemah: Pasien dengan HIV, penderita kanker, atau mereka yang sedang mengonsumsi obat kortikosteroid jangka panjang mungkin tidak memiliki cukup daya tahan tubuh untuk memicu reaksi kulit terhadap PPD.
  • Infeksi Baru: Dibutuhkan waktu sekitar 2 hingga 10 minggu bagi sistem imun untuk bereaksi terhadap tes Mantoux setelah paparan pertama. Jika tes dilakukan terlalu dini setelah terpapar, hasilnya bisa negatif.
  • Usia: Bayi di bawah usia 6 bulan sering kali memiliki sistem imun yang belum matang, sehingga reaksi tes mungkin tidak terlihat jelas.
  • Infeksi Virus Lain: Infeksi virus seperti campak atau cacar air dapat menekan sementara reaksi tubuh terhadap tuberculin.

2. Positif Palsu (False Positive)

Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak terinfeksi bakteri TBC aktif, namun tes menunjukkan reaksi benjolan yang signifikan. Hal ini biasanya dipicu oleh:

  • Vaksinasi BCG: Sebagian besar penduduk Indonesia mendapatkan vaksin BCG saat bayi. Protein dalam vaksin ini mirip dengan PPD, sehingga dapat memicu reaksi silang pada tes Mantoux.
  • Infeksi Mikobakterium Non-Tuberkulosis: Paparan terhadap jenis bakteri mikobakterium lain yang tidak menyebabkan penyakit TBC serius juga bisa memicu reaksi positif.
Pentingnya Teknik Penyuntikan
  1. Penyuntikan harus tepat di lapisan intradermal; jika terlalu dalam (subkutan), benjolan tidak akan terbentuk dan tes dianggap gagal secara teknis.
  2. Harus muncul benjolan kecil (wheal) berukuran 6-10 mm segera setelah disuntik sebagai tanda teknik yang benar.
  3. Pasien dilarang menggaruk atau menempelkan plester pada area suntikan karena bisa merusak interpretasi hasil.

Cara Membaca Hasil Tes Mantoux yang Benar

Dokter atau tenaga medis tidak melihat kemerahan pada kulit, melainkan mengukur diameter benjolan (indurasi) yang teraba keras dengan menggunakan penggaris milimeter. Interpretasinya adalah sebagai berikut:

  • 5 mm atau lebih: Dianggap positif pada orang dengan risiko tinggi, seperti pengidap HIV atau mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC aktif.
  • 10 mm atau lebih: Dianggap positif pada kelompok risiko menengah, seperti anak-anak di bawah 4 tahun atau orang yang bekerja di fasilitas kesehatan.
  • 15 mm atau lebih: Dianggap positif pada orang yang tidak memiliki faktor risiko TBC sama sekali.

Kapan Harus Melakukan Tes Ulang?

Jika tes Mantoux dianggap gagal karena kesalahan teknis (misalnya tidak muncul wheal saat penyuntikan), tes dapat segera diulang di lokasi kulit yang berbeda. Namun, jika tes memberikan hasil meragukan karena faktor klinis, dokter mungkin akan menunggu beberapa minggu atau menyarankan tes alternatif seperti IGRA (Interferon-Gamma Release Assay) melalui pengambilan sampel darah.

Jangan lupa untuk selalu menjaga daya tahan tubuh selama proses diagnosis. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, termasuk vitamin atau suplemen pendukung imun yang direkomendasikan dokter.

Studi Mengenai Keakuratan Tes Mantoux

The New England Journal of Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa meskipun tes Mantoux sangat berguna, faktor riwayat vaksinasi BCG di negara endemik seperti Indonesia sering kali mempersulit interpretasi hasil positif. Studi ini menekankan pentingnya pemeriksaan radiologi (Rontgen) sebagai langkah konfirmasi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa pada pasien dengan malnutrisi berat, hasil tes Mantoux cenderung negatif palsu karena kondisi anergy, yaitu ketidakmampuan tubuh untuk merespons antigen karena kelelahan sistem imun secara sistemik.

Jika kamu mendapatkan hasil tes Mantoux yang meragukan, jangan panik. Hasil positif tidak selalu berarti kamu sedang sakit TBC aktif, dan hasil negatif belum tentu menjamin kamu bebas dari infeksi jika terdapat gejala klinis yang kuat seperti batuk lama, keringat malam, atau penurunan berat badan.

Segera diskusikan hasil pemeriksaan tersebut dengan ahlinya. Kamu juga bisa mendapatkan kebutuhan vitamin penunjang di Toko Kesehatan Halodoc.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Latent tuberculosis infection: updated and consolidated guidelines for programmatic management.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Tuberculin Skin Testing.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Tuberculosis – Diagnosis and Treatment.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis pada Anak.

FAQ

1. Apakah tes mantoux gagal jika tidak ada benjolan sama sekali?

Jika tidak ada benjolan, hasilnya disebut negatif. Namun, ini bisa dianggap “gagal mendeteksi” jika pasien sebenarnya menunjukkan gejala TBC yang jelas (negatif palsu).

2. Bolehkah area bekas suntikan mantoux terkena air?

Boleh, namun sebaiknya jangan digosok, jangan diberi sabun berlebih, dan jangan diberi salep atau plester agar tidak memengaruhi reaksi kulit.

3. Berapa lama hasil tes mantoux bisa dibaca?

Hasil harus dibaca oleh tenaga medis dalam rentang waktu 48 hingga 72 jam setelah penyuntikan. Jika lebih dari 72 jam, hasil sudah tidak akurat.

4. Apakah anak yang sudah vaksin BCG pasti hasil Mantoux-nya positif?

Tidak selalu. Seiring berjalannya waktu, pengaruh vaksin BCG terhadap tes Mantoux bisa berkurang, namun pada beberapa kasus memang bisa menyebabkan hasil positif palsu.

## Punya Keluhan Gejala TBC atau Hasil Tes Mantoux Meragukan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung dengan hasil pemeriksaan medis, tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.