• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Halodoc, Jakarta - Menurut data yang dipublikasikan di Carol Milgard Breast Center, kanker payudara menjadi masalah kesehatan yang cukup mengkhawatirkan bagi wanita. Pasalnya, jenis kanker ini menyerang satu dari setiap delapan wanita di Amerika Serikat. 

Mengetahui informasi ini tentu membuat kamu perlu melakukan deteksi dini kanker payudara untuk perawatan lebih lanjut dan pencegahan komplikasi berbahayanya. Tujuan dari deteksi dini adalah mengidentifikasi kelainan payudara secepat mungkin. Jika kanker payudara ditemukan lebih awal, akan ada lebih banyak pilihan perawatan dan kesempatan untuk bertahan hidup lebih besar.

Deteksi Dini untuk Pencegahan Lebih Kompleks

Kanker payudara yang ditemukan dengan gejala cenderung lebih sulit disembuhkan ketimbang kanker payudara yang didiagnosis setelah pemeriksaan dini. Ukuran kanker payudara dan seberapa jauh penyebarannya adalah dua faktor terpenting dalam memprediksi seberapa besar pengaruh kanker payudara terhadap kesehatan. 

Pemeriksaan dengan mamografi dapat menemukan dan mencari sel-sel kanker sebelum benjolan ataupun gejala lainnya ditemukan. Deteksi dini ini juga dapat merujuk pada mengenali gejala awal yang berpotensi berkembang menjadi kanker, misalnya kemunculan tahi lalat dan memeriksakannya ke dokter kulit untuk memastikan itu bukan tanda awal melanoma.

Baca juga: Cara Efektif Mencegah Tumor Payudara

Metode deteksi dini lain meliputi pengujian genetik dan tes biopsi cair. Sudah sejak lama disinyalir kalau pola dan gaya hidup berperan besar terhadap kemungkinan munculnya kanker. Gaya hidup sehat tersebut meliputi:

  • Mempertahankan berat badan yang sehat.
  • Konsumsi makanan sehat.
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Rutin olahraga.
  • Tidak merokok.

Sementara untuk pengidap kanker payudara, beberapa perilaku sehat dapat menurunkan risiko kekambuhan dan dapat meningkatkan kualitas hidup. 

Baca juga: Alasan Payudara Wanita Kencang Jelang Datang Bulan

Pola Hidup Sehat Cegah Kanker Payudara

Pengidap kanker payudara yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dapat menurunkan angka harapan hidup. Pola makan yang sehat sangat penting bagi semua orang, apakah dia berisiko terhadap kanker atau tidak. Berikut ini rekomendasi pola makan sehat:

  • Makanlah setidaknya 2 ½ cangkir buah dan sayuran setiap hari.
  • Pilih 100 persen makanan biji-bijian utuh, seperti 100 persen roti gandum dan sereal, beras merah, dan quinoa.
  • Batasi daging merah dan daging olahan. Pilih ayam, ikan atau kacang-kacangan lebih sering.
  • Batasi lemak "jahat" (lemak jenuh dan lemak trans). Ini ditemukan dalam makanan seperti daging merah, daging deli berlemak, kulit unggas, susu penuh lemak, makanan yang digoreng, margarin, donat, dan popcorn yang dibuat melalui microwave.
  • Mengonsumsi lemak "baik" (lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal). Ini ditemukan dalam makanan, seperti minyak zaitun dan minyak canola, kacang-kacangan dan mentega kacang alami, alpukat, dan zaitun.
  • Batasi asupan alkohol, kurang dari 1 gelas sehari untuk wanita dan kurang dari 2 gelas sehari untuk pria.

Berbagai informasi seputar kanker payudara bisa kamu tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di ponselmu untuk bisa tanya jawab dengan dokter, beli obat dan vitamin via pharmacy delivery, dan membuat janji berobat ke rumah sakit terdekat.

Faktor Risiko Kanker Payudara yang Tidak Bisa Dicegah

Penerapan pola hidup sehat sekalipun tidak dapat mencegah kanker payudara jika seseorang memiliki beberapa faktor risiko. Ini termasuk memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara. Penting untuk diketahui bahwa sebagian besar wanita yang mengidap kanker payudara tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini. Namun, wanita yang memiliki kerabat dekat dengan kanker payudara memiliki risiko lebih tinggi.

Memiliki riwayat pribadi kanker payudara juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap kanker payudara. Ras dan etnis juga memengaruhi, wanita di bawah usia 45 tahun terutama dengan ras Afrika-Amerika. 

Lalu, wanita dengan tubuh tinggi memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi daripada wanita yang lebih pendek. Penjelasan untuk hal ini belum begitu jelas, hanya saja faktor-faktor, seperti nutrisi ketika batita, faktor hormonal, dan genetik memberikan pengaruh yang signifikan.

Payudara terdiri dari jaringan lemak, jaringan fibrosa, dan jaringan kelenjar. Payudara tampak lebih padat pada mammogram ketika memiliki lebih banyak jaringan kelenjar dan fibrosa dan lebih sedikit jaringan lemak. 

Wanita dengan payudara padat memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi sekitar satu setengah, hingga dua kali lipat dari wanita dengan kepadatan payudara rata-rata. Payudara padat juga dapat mempersulit pemeriksaan melalui mammogram.

Jadi, sudahkah kamu melakukan deteksi dini?

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Breast Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Breast Cancer.