• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Membatasi Konsumsi Gula pada Anak Usia Dini

Pentingnya Membatasi Konsumsi Gula pada Anak Usia Dini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Anak-anak memang gemar sekali mengonsumsi makanan manis. Makanan jenis ini memang dibutuhkan tubuh untuk diolah menjadi energi. Namun, jika kadarnya berlebihan, makanan manis dapat merusak gigi serta mampu meningkatkan risiko anak mengidap diabetes tipe 2 dan obesitas. Bukan itu saja, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis juga dapat membahayakan organ jantung anak.

Karena hal-hal tersebut, ibu harus lebih bijak dalam memberi makanan manis pada anak. Bukan itu saja, ibu juga perlu mengetahui batas kadar gula darah normal dan jumlah gula harian yang bisa dikonsumsi oleh Si Kecil agar tidak berdampak pada kesehatan tubuhnya. Berikut alasan mengapa ibu perlu membatasi gula pada anak!

Baca juga: Si Kecil Malu Bersosialisasi? Ini 6 Tips Mengatasinya

Mengapa Ibu Perlu Membatasi Gula pada Anak?

Anak-anak cenderung menyukai makanan atau minuman dengan rasa yang manis. Padahal, mengonsumsi makanan manis juga perlu ada batasan. Tubuh hanya membutuhkan gula kurang dari 10 persen dari total asupan energi atau setara dengan 50 gram gula per hari. Berikut anjuran konsumsi gula per hari sesuai dengan batasan usia:

  • 2-5 sendok teh untuk anak berusia 3 tahun.

  • 2,5-6 sendok teh untuk anak berusia 4-6 tahun.

  • 4-8 sendok teh untuk anak berusia 7-12 tahun.

  • 5-9 sendok teh untuk anak berusia 13 tahun hingga dewasa.

Gula sendiri sebenarnya adalah salah satu sumber energi yang diperlukan oleh tubuh. Namun, jika kadarnya berlebihan, itu akan berdampak pada kesehatan anak dan juga tumbuh kembangnya. Lantas, kenapa harus membatasi gula pada anak? Ini beberapa alasannya!

  • Tidak Suka Makanan Sehat

Gula memang salah satu sumber energi tubuh, tapi kalori dalam gula merupakan kalori yang tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti mineral, vitamin, lemak, dan serat. Saat anak suka mengonsumsi makanan manis, mereka akan enggan untuk mengonsumsi makanan sehat. Pasalnya, mengonsumsi makanan manis akan membuat anak merasa cepat kenyang, dan meninggalkan sedikit ruang untuk makanan lain.

  • Berujung pada Obesitas

Makanan dengan tambahan gula yang sering dikonsumsi anak-anak menjadi salah satu penyebab obesitas pada anak-anak. Saat mengalami obesitas, anak-anak akan cenderung merasa rendah diri dan stres karena menjadi bahan ejekan teman-teman. Selain karena faktor keturunan, pola makan tidak sehat menjadi faktor pemicu dari obesitas pada anak.

Jika sudah terjadi, penyakit berbahaya pun akan menghantui. Beberapa penyakit yang terjadi karena obesitas, di antaranya tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan kesehatan tulang, serta penyakit jantung. Untuk mencegahnya, ibu disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan body mass index pada anak, atau yang dikenal dengan sebutan BMI.

Baca juga: Anak Mulai Masuk Sekolah, Persiapkan Ini agar Tak Khawatir

  • Anak Mengalami Kecanduan Gula

Jika anak terbiasa mengonsumsi banyak gula sejak kecil, secara tidak langsung tubuh akan ketagihan. Gula menjadi bahan bakar sel-sel dalam otak. Jika sudah menjadi kebiasaan, otak akan merespon gula sebagai sesuatu yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu contoh bentuk kecanduan gula adalah tidak bisa berhenti mengonsumsi makanan dan minuman manis, serta akan segera mengonsumsi makanan manis saat merasa bosan atau gelisah.

  • Berisiko Mengidap Gangguan Jantung dan Diabetes Tipe 2

Pola makan tinggi akan gula dapat memicu peradangan, meningkatkan lemak darah, meningkatkan tekanan darah, serta meningkatkan risiko sakit jantung. Bukan itu saja, terlalu banyak gula juga dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. 

Selain sakit jantung, diabetes juga bisa dialami oleh anak yang banyak mengonsumsi gula. Diabetes tipe 2 disebabkan oleh gangguan pankreas yang tidak mampu memproduksi insulin dengan baik, sehingga gula berkumpul dalam darah.  Gejalanya akan ditandai dengan buang air kecil pada malam hari, sering haus, merasa lelah, luka yang sulit sembuh, serta pandangan kabur.

Baca juga: Pentingnya Menjalin Kedekatan dengan Anak Remaja

Itulah alasan mengapa perlu membatasi gula pada anak. Sebenarnya, sah-sah saja jika Si Kecil menyukai makanan manis, tapi ibu harus tetap memantau kadar batasan gula harian pada mereka. Jika Si Kecil mengalami masalah kesehatan, jangan ragu untuk segera mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Sugar: How Bad Are Sweets for Your Kids?
Very Well Family. Diakses pada 2020. Too Much Sugar Can Cause Health Problems in Kids.