• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Tanam Empati pada Anak untuk Cegah Bullying

Pentingnya Tanam Empati pada Anak untuk Cegah Bullying

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Empati adalah kemampuan untuk memahami bagaimana perasaan orang lain atau memahami situasi yang sedang dihadapi oleh orang lain. Ketika seseorang memiliki empati itu berarti kamu sedang menempatkan diri pada posisi orang lain untuk belajar memahami bagaimana situasi bisa memengaruhi fisik dan emosional seseorang. 

Sangat penting buat orangtua untuk mengajarkan empati kepada anak. Oleh karena dengan mengajarkan empati pada anak dapat membuat anak lebih memahami situasi anak-anak seusianya, sehingga mencegah terjadinya bullying. Simak selengkapnya mengenai empati dan bullying di bawah ini!

Mengajarkan Empati Sejak Dini

Mengajarkan empati sejak dini pada anak sangat penting untuknya dapat mengembangkan kemampuan emosionalnya yang diperlukan saat dia dewasa kelak. Empati adalah fondasi dari semua hubungan yang sehat. 

Baca juga: Gangguan Psikologis Ini Bisa Terjadi pada Anak

Ini akan membantu anak mengetahui bagaimana tindakannya dapat memberikan pengaruh pada keputusan orang lain serta cara seseorang tersebut memperlakukan diri sendiri dan lingkungannya. 

Bagaimana cara orangtua membantu anak mengembangkan empati sejak dini? Berikut ini rekomendasinya:

  1. Jelaskan pada Anak Konsep Empati

Orangtua bisa menjelaskan melalui video dengan tema empati, misalnya orang yang membantu temannya, serta pengalaman-pengalaman mengenai kebajikan yang disiarkan melalui video ataupun tontonan. 

Selain menjelaskan mengenai empati melalui video, orangtua juga bisa menjelaskan mengenai konsep empati dengan cara memberi contoh langsung. Misalnya, ketika tangan ibu terluka, ibu bisa menceritakan kepada anak mengenai rasa sakit tersebut dan meminta mereka untuk mengelus tangan atau memeluk ibu.

  1. Kembangkan Kemampuan Membaca Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh

Untuk memahami bagaimana perasaan orang lain, anak perlu membaca isyarat yang diberikan. Misalnya, seseorang mengerutkan kening, mengeluarkan air mata, dan membaca mimik wajah. Ilustrasi buku bergambar bisa membantu anak untuk memahami mimik wajah. 

  1. Berlatih Menempatkan Diri pada Posisi Orang Lain

Orangtua bisa memulai mengajarkan cara berempati dengan meminta anak memahami kondisi orang lain. Misalnya, ketika temannya tidak memiliki kue, ajaklah anak untuk berbagi makanan ke teman tersebut. Atau ketika temannya jatuh, imbau anak untuk membantu dan jelaskan kenapa harus saling membantu.

Baca juga: Dampak Keluarga yang Tidak Harmonis pada Psikologi Anak

Terkadang sering ada salah pemahaman antara empati dan simpati. Untuk menjelaskan perbedaan keduanya, ada baiknya orangtua memahami definisinya dulu. Tadi sudah dijelaskan kalau empati adalah ketika seseorang merasakan emosi orang lainnya atau memahami bagaimana perasaan mereka. Ini bisa terjadi ketika seseorang bisa menempatkan dirinya pada posisi yang lainnya. 

Sedangkan simpati adalah ketika kamu sekadar mengucapkan keprihatinan tanpa melakukan aksi untuk membantu meringankan musibah tersebut. Kalau orangtua butuh informasi ataupun saran bagaimana pola asuh anak yang baik sesuai dengan masa tumbuh kembangnya, kontak saja Halodoc

Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Sangat penting untuk diketahui oleh orangtua, mengajarkan anak empati dapat dimulai dari rumah sendiri. Ketika anak terjatuh, orangtua bisa menenangkan anak dan memberikan respons dan aksi yang positif untuk menyadarkannya kalau mereka tidak melalui momen kesedihan ini sendiri. 

Secara tidak langsung dan disadari atau tidak, ketika anak-anak memiliki ikatan yang aman dengan orangtua, anak-anak lebih cenderung menunjukkan empati terhadap orang lain. Mengajarkan anak kemandirian juga secara tidak langsung membantunya mengidentifikasi perasaannya.

Sama halnya dengan mengajarkan anak tanggung jawab juga membantu anak untuk lebih bersikap empati dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Bagaimana caranya? Berikan anak pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Misalnya, dengan merawat hewan peliharaan kecil ataupun terlibat dalam proyek layanan komunitas keluarga. Ketika anak-anak diajarkan untuk bertanggung jawab, mereka dapat belajar berpikir tentang orang lain.

Referensi:

Talkingtreebooks.com. Diakses pada 2020. What is Empathy?
Scarymommy.com. Diakses pada 2020. How Can I Teach My Child Empathy?