Gangguan Psikologis Ini Bisa Terjadi pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Gangguan Psikologis Ini Bisa Terjadi pada Anak

Halodoc, Jakarta - Tumbuh kembang masing-masing anak memang tidak sama. Jadi, sudah pasti menjadi tugas bagi ayah dan ibu untuk memberikan perhatian berlebih terhadap hal ini. Apalagi, jika ibu menyadari kalau terjadi perubahan yang tidak biasa pada anak di masa tumbuh kembangnya. Tentunya, agar bisa dilakukan tindakan antisipasi jika memang harus dilakukan penanganan. 

Salah satunya adalah masalah psikologis. Ibu dan ayah harus tahu, masalah yang berkaitan dengan kejiwaan atau mental ini tidak hanya rentan dialami oleh orang dewasa seperti yang selama ini dipikirkan oleh banyak orang. Ternyata, anak pun rentan mengalami gangguan psikologis yang bisa berdampak pada masa remajanya, bahkan terbawa hingga ia dewasa. 

Gangguan Psikologis yang Bisa Terjadi pada Anak

Ibu dan ayah harus tahu bahwa masalah psikologis ini sangat krusial, apalagi jika terjadi pada usia anak-anak. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan segera jika ibu mendapati adanya gangguan psikologis anak. Ibu tanyakan saja pada dokter ahli psikologi, sehingga penanganan yang dilakukan pun bisa lebih tepat. Gunakan saja aplikasi Halodoc, bisa dengan memilih fitur Tanya Dokter atau langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit. 

Baca juga: 10 Tanda kalau Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

Nah, berikut ini beberapa gangguan psikologis anak yang mungkin terjadi dan harus ibu dan ayah ketahui. 

  • Gangguan Kecemasan

Masalah psikologis anak ini membuat anak memiliki rasa takut berlebihan pada hal yang mungkin bisa dikatakan tidak lazim. Bahkan, kemungkinan anak pun akan selalu merasa cemas dan tertekan meski pada situasi yang terbilang normal bagi orangtuanya. Ketakutan pada anak yang memiliki masalah kecemasan akan merasa takut yang begitu dahsyat dan biasanya hadir tanpa gejala atau tanda. 

  • Masalah Bipolar

Berikutnya adalah gangguan bipolar, suatu kelainan otak yang menyebabkan terjadinya perubahan suasana hati dan pergeseran yang sangat tidak lazim pada tingkat aktivitas dan energi. Pengidap akan mengalami fase yang disebut dengan episode mood, perubahan tingkatan aktivitas, energi, pola tidur, dan perilaku lainnya yang tidak lazim. Mereka akan menjadi lebih aktif daripada biasanya. Namun, selanjutnya pengidap bisa mengalami episode depresi yang ditandai dengan keterpurukan dan hilangnya semangat hidup.

Baca juga: Perhatikan, 5 Gejala Awal Anak Mengalami Penyakit Mental

  • Conduct Disorder

Ini merupakan gangguan psikologis anak yang berpengaruh pada emosi dan perilaku, sering terjadi pada anak dan remaja. Memang, normal bagi anak untuk bersikap abnormal pada satu waktu, tetapi conduct disorder bisa berlangsung dalam waktu lama hingga berdampak negatif terhadap aktivitas dirinya, keluarga, dan orang-orang terdekatnya. Gejalanya bisa berupa perilaku agresif pada hewan atau orang lain, menggunakan obat terlarang atau konsumsi minuman beralkohol, mencuri, hingga mudah marah dan cenderung melanggar peraturan. 

Baca juga: Ini 3 Depresi pada Anak Broken Home

  • Gangguan Autisme

Ini merupakan kelainan otak yang bisa berdampak pada kemampuan komunikasi dan interaksi sosial pada anak. Gejala kelainan ini bisa muncul di awal masa tumbuh kembang anak, maka tanda khasnya adalah anak seperti sedang asik dan hidup di dunia miliknya sendiri. Mereka pun tidak mampu mengembangkan atau memulai hubungan emosional dengan orang lain, termasuk keluarganya sendiri. Sayangnya, autisme merupakan kelainan yang terjadi seumur hidup. Namun, deteksi dini bisa membantu meringankan gejala yang terjadi dan membuat anak bisa hidup dengan lebih berkualitas. 

Referensi: 
NIH. Diakses pada 2019. Bipolar Disorder.
WebMD. Diakses pada 2019. Mental Health and Conduct Disorder.
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Conduct Disorder.