• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Jantung Koroner Rawan Dialami Lansia

Penyakit Jantung Koroner Rawan Dialami Lansia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Penyakit Jantung Koroner Rawan Dialami Lansia

“Pertambahan usia memang menjadi salah satu faktor risiko dari penyakit jantung koroner. Namun, hal tersebut tidak menjadi satu-satunya faktor, melainkan ada juga pemicu lainnya. Penyakit jantung koroner termasuk penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai. Selain bisa menyebabkan serangan jantung, penyakit tersebut bisa menyebabkan komplikasi serius.”

Halodoc, Jakarta – Menurut American College of Cardiology, penyakit jantung koroner adalah kondisi yang paling sering dialami oleh para lansia, umumnya mereka yang berusia di atas 75 tahun. Sejatinya penuaan, alias pertambahan usia menyebabkan jantung dan pembuluh darah menjadi kaku. 

Denyut jantung yang menurun karena perubahan kemampuan jantung untuk memompa, diiringi fungsi dan mobilitas yang berkurang membuat otot para lansia melemah. Apalagi bila di usia mudanya tidak membiasakan diri untuk hidup sehat melalui pola makan dan olahraga. Ingin tahu lebih detail mengenai hal ini, baca lebih lanjut di sini!

Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner

Pertambahan Usia dan Menurunnya Fungsi Tubuh

Seiring dengan pertambahan usia maka terjadi perubahan pada komponen struktural di arteri. Ini termasuk juga berkurangnya elastisitas pada arteri. Pembuluh darah yang sudah bertambah tua ini juga mengalami penurunan dalam hal menampung pemompaan darah dari jantung. 

Pertambahan usia memang menjadi salah satu faktor risiko dari penyakit jantung koroner. Namun, ini tidak menjadi satu-satunya faktor, melainkan ada juga pemicu lain, seperti kolesterol LDL yang tinggi, kolesterol HDL rendah, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, diabetes, merokok, dan obesitas.

Bisa jadi malah, penyakit jantung koroner ini dimulai dari masa kanak-kanak yang pada akhirnya dirasakan seiring dengan pertambahan usia. Gaya hidup menyumbang peranan besar dalam perkembangan penyakit jantung koroner. 

Menjalani gaya hidup sehat yang mengombinasikan antara konsumsi nutrisi baik, manajemen berat badan, dan menjadikan aktivitas fisik sebagai rutinitas dapat memainkan peran besar dalam menghindari penyakit jantung koroner.

Apakah Penyakit Jantung Koroner Berbahaya?

Penyakit jantung koroner termasuk penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai. Selain bisa menyebabkan serangan jantung, penyakit tersebut bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Nyeri Dada (Angina)

Ketika arteri koroner menyempit, jantung mungkin tidak menerima cukup darah di saat paling dibutuhkan, terutama selama aktivitas fisik. Hal ini bisa menyebabkan nyeri dada (angina) atau sesak napas.

  • Irama Jantung Tidak Normal (Aritmia)

Pasokan darah yang tidak memadai ke jantung atau kerusakan jaringan jantung bisa mengganggu impuls listrik jantung, sehingga menyebabkan ritme jantung tidak normal.

  • Gagal Jantung

Bila beberapa area jantung kamu secara kronis kekurangan oksigen dan nutrisi karena aliran darah yang berkurang, atau bila jantung kamu rusak akibat serangan jantung, jantung mungkin menjadi terlalu lemah untuk memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung.

Baca juga: 3 Pilihan Pengobatan untuk Atasi Penyakit Jantung Koroner

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner dengan Gaya Hidup

Merokok adalah faktor risiko utama penyakit jantung, terutama aterosklerosis. Berhenti adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan komplikasinya. Ada baiknya ketika kamu tahu kamu memiliki risiko penyakit jantung koroner, lakukan pengecekan tekanan darah secara rutin. Tekanan darah yang normal setidaknya optimal kurang dari 120/80 Hg. 

Nah, mengapa praktisi kesehatan selalu menyarankan untuk senantiasa olahraga tentu ada alasannya. Olahraga membantu kamu mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat dan mengendalikan diabetes, peningkatan kolesterol dan tekanan darah tinggi, serta semua faktor risiko penyakit jantung lainnya. 

Selain itu, jangan lupa untuk terus menerapkan diet sehat dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Diet yang sehat seperti konsumsi buah-buahan, sayuran biji-bijian rendah lemak jenuh, kolesterol, natrium, dan gula tambahan sangat dapat membantu kamu mengontrol berat badan, tekanan darah, dan kolesterol.

Bingung memulai menu makanan sehat untuk penyakit jantung koroner? Kamu bisa mengikuti panduan yang ada di sini:

Sarapan

  • Semangkuk bubur gandum yang dimasak dan ditaburi dengan 1 sendok makan kenari cincang dan sesendok teh kayu manis.
  • Pisang.
  • Secangkir susu skim.

Makan siang

  • Secangkir yoghurt rendah lemak yang ditambahi kacang kenari.
  • 1/2 cangkir persik roti bakar Melba.
  • Satu brokoli yang direbus.
  • Dua sendok makan keju krim rendah lemak tanpa rasa.

Makan malam

  • 4 ons salmon.
  • Setengah cangkir kacang hijau dengan sesendok makan almond panggang.
  • Dua cangkir sayuran salad campuran.
  • Dua sendok makan saus salad rendah lemak.
  • Jeruk.

Selain diet sehat, cara menjaga kesehatan jantung juga bisa dengan mengelola stres dengan baik. Berlatihlah teknik untuk mengelola stres, seperti relaksasi otot dan pernapasan dalam. Hati-hati, stres dan depresi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan. 

Baca juga: Inilah Pemeriksaan yang Dapat Mendeteksi Penyakit Jantung

Perawatan untuk Penyakit Jantung Koroner

Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit jantung koroner, meliputi:

  • Obat-obatan penurun kolesterol, termasuk statin, niasin, dan fibrat. Obat-obatan ini membantu mengurangi kadar kolesterol darah, sehingga mengurangi jumlah lemak yang menempel pada pembuluh.
  • Aspirin: Obat ini atau pengencer darah lainnya membantu untuk melarutkan darah yang tersumbat, dan mencegah risiko stroke atau infark miokard. Namun, dalam beberapa kasus, aspirin mungkin bukan pilihan yang baik. Beritahu dokter jika keluarga atau kerabat mengidap gangguan pembekuan darah.
  • Beta blockers: Obat ini menurunkan tekanan darah dan mencegah risiko infark miokard.
  • Nitrogliserin dan inhibitor enzim yang mengubah angiotensin: Obat ini dapat membantu mencegah risiko infark miokard.

Operasi:

  • Pemasangan stent untuk memperlebar arteri koroner yang menyempit.
  • Bedah koroner seperti operasi bypass jantung adalah pengobatan yang paling umum untuk PJK. Dokter juga dapat melakukan angioplasty jika diperlukan.

Itulah yang perlu diketahui mengenai penyakit jantung koroner. Jika kamu memiliki keluarga lansia di rumah yang mengidap penyakit jantung koroner, segera buat jadwal kunjungan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk pemeriksaan dan rencana perawatan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What to know about coronary heart disease
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Menus for heart-healthy eating
Cardio Smart. Diakses pada 2019. Older Adults and Heart Disease
American Heart Disease. Diakses pada 2019. Coronary Artery Disease
AHA Journals. Diakses pada 2021. Secondary Prevention of Coronary Heart Disease in the Elderly (With Emphasis on Patients ≥75 Years of Age)
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Coronary artery disease.