• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Hernia Hiatus pada Bayi yang Baru Lahir

Penyebab Hernia Hiatus pada Bayi yang Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Hernia hiatus adalah kondisi yang terjadi ketika bagian perut atau lambung bagian atas terdorong ke atas melalui diafragma, yaitu otot yang memisahkan dada dari perut. Penyebab hernia hiatal tidak diketahui, tetapi anak-anak bisa lahir dengan hernia hiatus akibat ketidaksempurnaan perkembangan di dalam rahim. Pada banyak kasus, kondisi ini dikaitkan dengan refluks gastroesofagus.

Hernia hiatus menyebabkan mulas, terutama ketika membungkuk atau berbaring, masalah menelan, nyeri dada, dan bersendawa. Atau bisa juga kondisi ini terjadi tanpa gejala sama sekali. 

Baca juga: Asam Lambung Mudah Naik Karena Hernia Hiatus

Gejala Hernia Hiatus pada Anak

Anak-anak umumnya tidak mengalami gejala, namun jika muncul gejala bisa berupa:

  • Nyeri perut, terutama di daerah tepat di atas pusar anak;

  • Sering bersendawa atau cegukan;

  • Muntah atau mual;

  • Batuk atau suara serak;

  • Tidak makan dengan baik karena kenyang atau kembung;

  • Pertumbuhan yang buruk;

  • Kotoran berwarna gelap;

  • Masalah pernapasan seperti mengi;

  • Infeksi paru-paru yang sering seperti pneumonia.

Jika anak mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, segera bawa anak untuk bertemu dokter di rumah sakit. Kamu bisa buat janji dengan dokter lebih  mudah dengan menggunakan aplikasi Halodoc, sehingga kamu tidak perlu waktu lama untuk bertemu dengan dokter.

Bagaimana Cara Atasi Gejala Hernia Hiatus pada Anak?

Pemberian nutrisi dan perubahan gaya hidup direkomendasikan untuk menghilangkan gejala mulas, seperti:

  • Hindari memberikan makanan kepada anak yang membuat gejalanya semakin parah. Ini mungkin termasuk makanan pedas, jus buah, kafein, cokelat, dan mint.

  • Berikan anak beberapa makanan kecil di siang hari untuk sedikit dapat dicerna.

  • Anak tidak boleh berbaring atau membungkuk ke depan setelah ia makan. Tunggu setidaknya 3 jam setelah makan, baru boleh tidur/berbaring. Tindakan ini untuk mengurangi risiko refluksnya.

  • Anak harus memiliki berat badan yang sehat. Jika anak kelebihan berat badan, penurunan berat badan dapat membantu meringankan gejalanya.

  • Minta anak tidur dengan kepala terangkat setidaknya 15 cm.

Baca juga: Alasan Obesitas Bisa Sebabkan Hernia Hiatus

Langkah Diagnosis Hernia Hiatus

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mendeteksi hernia hiatus, yaitu:

  • Tes serial GI bagian atas termasuk X-ray esofagus, lambung, dan usus kecil. Ini juga disebut tes menelan barium. Anak diberikan barium (cairan berkapur) untuk diminum sebelum foto diambil. Cairan ini membantu perut dan usus anak terlihat lebih baik di rontgen. Serangkaian GI atas menunjukkan apakah ia mengalami maag, usus tersumbat, atau masalah lain.

  • Endoskopi menggunakan alat khusus untuk melihat bagian dalam saluran pencernaan anak. Alat ini berupa tabung panjang yang bisa ditekuk dengan lampu di ujungnya. Kamera mungkin terhubung ke ruang lingkup untuk mengambil gambar.

Bagaimana Hernia Hiatus Diobati? 

Umumnya hernia hiatus pada anak dapat hilang dengan sendirinya jika didiagnosis saat masih bayi. Ia mungkin membutuhkan salah satu dari perawatan berikut ini:

  • Obat-obatan dapat diberikan untuk meringankan gejala mulas. Obat-obatan ini membantu mengurangi atau memblokir asam lambung.

  • Pembedahan dilakukan ketika obat-obatan tidak dapat mengendalikan gejala anak, atau ada masalah lain. Penyedia layanan kesehatan anak juga menyarankan operasi tergantung pada jenis hernia anak. Penyedia layanan kesehatan dapat mengembalikan perut anak ke lokasi normalnya. Ia membuat hiatus (lubang) lebih kecil dan berlabuh di perut anak. Fundoplication juga bisa dilakukan. Prosedur ini membungkus bagian atas perut anak di sekitar sfingter esofagus untuk memperkuatnya.

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Hernia Hiatus

Itulah beberapa hal mengenai hernia hiatus pada bayi. Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait hal ini, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc!

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2020. Hiatal Hernia in Children.
Washington University. Diakses pada 2020. Hiatal Hernia (Pediatric).