Hernia Hiatus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Hernia Hiatus

Hernia hiatus atau hernia hiatal terjadi ketika bagian lambung mencuat ke area dada melalui lubang diafragma (hiatus). Diafragma merupakan lapisan otot yang tipis dan besar dan terletak di antara dada dan perut.

 

Faktor Risiko Hernia Hiatus

Beberapa faktor yang diduga kuat dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hiatal hernia, meliputi:

  • Kehamilan.

  • Obesitas.

  • Sering batuk kencang.

  • Mengejan saat buang air besar.

Di samping itu, orang-orang yang berumur lebih dari 50 tahun berisiko lebih tinggi terkena hernia hiatus.

Baca juga: Cari Tahu 4 Gejala Hernia Berdasarkan Jenisnya

 

Penyebab Hernia Hiatus

Sayangnya, hingga saat ini, penyebab dari hernia hiatus masih belum diketahui. Hernia hiatus pada bayi yang baru lahir umumnya terjadi akibat lambung atau diafragma yang belum berkembang sempurna selama janin di dalam kandungan. Sementara pada orang dewasa, kemungkinan disebabkan karena oleh kelemahan diafragma karena penuaan atau adanya tekanan pada perut.

 

Gejala Hernia Hiatus

Hernia hiatus yang ukurannya kecil tidak selalu menunjukkan gejala seperti halnya hernia hiatus yang sudah tumbuh dengan ukuran besar. Pada hernia hiatus yang sudah besar, maka akan muncul beberapa jenis gejala yang akan dirasakan pengidapnya, antara lain: 

  • Sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam ke kerongkongan (heartburn).

  • Sulit menelan.

  • Sulit bernapas.

  • Palpitasi.

  • Sakit di area dada atau perut.

  • Bersendawa.

  • Merasa sangat kenyang sehabis makan.

  • Muntah darah.

  • Mengeluarkan tinja berwarna gelap yang menandakan terjadi perdarahan pada saluran pencernaan.

 

Diagnosis Hernia Hiatus

Pada beberapa kasus, hernia hiatus yang kecil tidak menunjukkan gejala maupun gangguan, sehingga pengidap mungkin tidak menyadari memiliki kondisi ini. Hernia hiatus mungkin baru terdeteksi ketika pengidap melakukan pemeriksaan untuk gangguan lain yang dirasakannya. Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan gejala yang pernah dirasakan atau hal lain yang sekiranya berkaitan dengan kondisi pengidap.

Selain wawancara atau anamnesa, dokter mungkin akan melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan, seperti:

  • Tes darah untuk mendeteksi anemia.

  • Pencitraan medis seperti CT scan dan X-ray.

  • Endoskopi untuk mendeteksi peradangan dengan cara memasukkan sebuah tabung fleksibel yang dilengkapi dengan kamera dan lampu ke dalam tenggorokan, kerongkongan, hingga perut.

  • Esofagram untuk mendapat gambaran yang jelas dari esofagus, perut, dan bagian atas saluran pencernaan pada hasil X-ray. Gambaran jelas dihasilkan oleh cairan kapur yang diminum sebelum pemeriksaan. Cairan ini mengandung barium yang akan melapisi saluran pencernaan atas agar mudah dilihat.

  • Manometer untuk mengukur tekanan dan pergerakan dalam esofagus dengan cara memasukkan kateter melalui hidung, esofagus, hingga perut.

Baca juga: Kenali Perbedaan Hernia pada Wanita dan Pria

 

Pengobatan dan Efek Samping Hernia Hiatus

Pengobatan hernia hiatus biasanya dilakukan dengan cara mengatasi gejala GERD terlebih dahulu. Berikut  ini adalah golongan obat-obatan yang dapat digunakan, yaitu antasida, Proton-pump inhibitors (PPIs), H2-receptor antagonist (H2RA), dan alginates.

Perubahan gaya hidup juga dibutuhkan untuk mengurangi gejala, seperti:

  • Small frequent feeding, makan dalam porsi kecil, namun lebih sering

  • Menghindari berbaring setelah makan minimal tiga jam

  • Menghindari makanan atau minuman yang merangsang produksi asam lambung atau mengiritasi lambung, seperti alkohol, kafein, tomat, cokelat, makanan berminyak dan berlemak, serta makanan pedas dan asam

  • Menaikkan sisi kepala kasur sekitar 20 sentimeter, jangan hanya menambah bantal karena dapat menaikkan tekanan pada perut

  • Menurunkan berat badan jika berat badan berlebih

  • Berhenti merokok

Pembedahan mungkin adalah pilihan yang bisa dilakukan jika pengobatan lain tidak memberikan efek atau untuk pengobatan jangka panjang. Tipe hernia hiatus paraesofageal umumnya perlu dilakukan pembedahan karena dapat menyebabkan strangulasi (lambung terjepit, sehingga jaringan dapat mati).

Ketika seseorang mengalami hernia hiatal, asam lambung lebih mudah naik. Kondisi saat asam bocor dari perut ke kerongkongan umunya dikenal dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada perut dan tenggorokan.

Baca juga: Alami Hernia, Haruskah Dioperasi?

 

Pencegahan Hernia Hiatus

Seseorang dapat mencegah terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko munculnya hernia hiatus.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan di atas. sebaiknya segera diskusikan ke dokter. 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Hiatal Hernia
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hiatal Hernia.
Healthline. Diakses pada 2019. Hiatal Hernia.

Diperbarui pada 9 September 2019