Kenali beragam penyebab kembung pada bayi agar Si Kecil kembali nyaman dan ceria setiap hari.

DAFTAR ISI
- Penyebab Kembung pada Bayi
- Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Melihat bayi tiba-tiba rewel, menangis tanpa henti, dan menggeliatkan badannya tentu membuat para ibu merasa khawatir. Salah satu pemicu paling umum dari kondisi ini adalah perut kembung. Bayi memang sangat rentan mengalami penumpukan gas dalam saluran pencernaan karena organ tubuhnya belum berkembang sempurna.
Kondisi kembung sering membuat Si Kecil merasa tidak nyaman, penuh di area perut, hingga mengganggu tidur nyenyaknya. Penting bagi Ibu untuk memahami apa saja pemicunya agar bisa memberikan penanganan yang tepat dan menenangkan Si Kecil secara efektif.
Secara medis, penumpukan gas di saluran cerna bayi bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari kebiasaan saat menyusu hingga pilihan makanan MPASI yang dikonsumsi.
Penyebab Kembung pada Bayi
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjadi penyebab perut kembung pada bayi:
- Menelan Udara Terlalu Banyak (Aerofagia): Hal ini kerap terjadi ketika bayi menangis terlalu lama sebelum menyusu, atau ketika posisi pelekatan (latch-on) saat menyusu kurang pas sehingga udara ikut tertelan.
- Sistem Pencernaan Belum Matang: Saluran cerna bayi membutuhkan waktu untuk berkembang secara optimal. Proses pengolahan makanan dan gas di dalam usus belum berjalan secara sempurna.
- Ukuran Dot Botol Susu yang Tidak Sesuai: Jika lubang dot terlalu besar atau terlalu kecil, bayi dapat menghirup banyak udara bersamaan dengan aliran susu.
- Sensitivitas Makanan: Pada bayi yang sudah MPASI atau mengonsumsi susu formula, bahan makanan tertentu seperti olahan susu, keju, atau sayuran pemicu gas dapat sebabkan kembung.
Faktor Pemicu Bayi Kembung yang Perlu Diwaspadai
- Posisi menyusui yang terlalu sejajar atau datar.
- Tidak menyendawakan bayi setelah selesai menyusu.
- Penggunaan empeng yang terlalu sering saat bayi lapar.
Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi
Untuk membantu meredakan ketidaknyamanan pada perut Si Kecil, Ibu bisa melakukan beberapa langkah pertolongan pertama secara mandiri di rumah:
- Pijat Lembot Area Perut (Pijat ILU): Gunakan minyak telon atau minyak bayi khusus, lalu pijat perut bayi secara perlahan dengan gerakan memutar searah jarum jam.
- Gerakan Mengayuh Sepeda: Baringkan bayi secara terlentang, pegang kedua kakinya, lalu gerakkan perlahan seperti sedang mengayuh sepeda untuk membantu mengeluarkan gas.
- Rutin Menyendawakan Bayi: Tegakkan tubuh bayi di dada Ibu setiap kali selesai menyusu dan tepuk punggungnya secara lembut sampai terdengar suara sendawa.
- Lakukan Tummy Time: Posisi tengkurap singkat dapat memberikan tekanan lembut pada perut bayi sehingga membantu mendorong gas keluar.
Studi Terkait
Sebuah riset dalam jurnal kesehatan anak terbitan 2026 menunjukkan bahwa intervensi non-farmakologis seperti pijat bayi terstruktur dan teknik penyendawaan teratur mampu menurunkan frekuensi menangis akibat kembung hingga 40 persen pada bayi usia di bawah 6 bulan. Studi ini menegaskan pentingnya edukasi posisi menyusui yang tepat bagi ibu menyusui.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika perut bayi tampak sangat tegang, keras, disertai muntah berwarna hijau, demam tinggi, atau bayi menolak menyusu secara total, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Anak di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Menghadapi bayi yang rewel akibat kembung sering kali membuat orang tua cemas. Kini kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja tanpa perlu repot keluar rumah.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Infant and Young Child Feeding.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Panduan Kesehatan Anak dan Pijat Bayi Mandiri.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Infant Gas and Aerophagia Management in Primary Care.
WebMD. Diakses pada 2026. Gas in Babies: Symptoms and Prevention Tips.
FAQ
1. Bagaimana cara membedakan bayi kembung dan kolik?
Kembung biasanya ditandai dengan perut yang teraba keras dan membaik setelah bayi buang angin atau bersendawa. Sedangkan kolikditandai dengan tangisan histeris berulang pada waktu yang sama setiap hari tanpa penyebab fisik yang jelas.
2. Apakah penggunaan minyak telon aman untuk meredakan kembung bayi?
Penggunaan minyak telon umumnya aman dan efektif memberikan rasa hangat yang menenangkan pencernaan bayi. Namun, pastikan kulit bayi tidak sensitif atau menunjukkan reaksi alergi terhadap kandungan minyak tersebut.
3. Kapan waktu terbaik menyendawakan bayi?
Waktu terbaik adalah di tengah-tengah sesi menyusui saat berpindah payudara, serta tepat setelah bayi selesai menyusu. Hal ini mencegah akumulasi udara masuk terlalu dalam ke usus.
4. Apakah makanan yang dikonsumsi ibu menyusui bisa bikin bayi kembung?
Ya, beberapa makanan gas-sparing seperti kol, brokoli, susu sapi, atau kafein yang dikonsumsi ibu dapat memengaruhi komposisi ASI dan memicu sensitivitas pencernaan pada sebagian bayi.





