
Penyebab Munculnya Ketones in Urine dan Cara Mengatasinya
Penyebab dan Cara Mengatasi Munculnya Ketones in Urine dengan Aman dan Tepat

DAFTAR ISI
- Penyebab Munculnya Ketones in Urine
- Cara Mengatasi Keton dalam Urine
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- FAQ
Ketones in urine atau ketonuria adalah kondisi ketika ditemukan zat keton di dalam sampel urine kamu. Keton merupakan senyawa asam yang diproduksi oleh hati ketika tubuh memecah lemak sebagai sumber energi alternatif. Hal ini umumnya terjadi saat sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup glukosa atau tidak mampu menggunakannya secara efektif.
Pemeriksaan keton dalam urine kerap dilakukan sebagai langkah diagnosis dan pemantauan kondisi medis tertentu, terutama diabetes melitus. Keberadaan keton dalam jumlah sedikit mungkin wajar pada kondisi tertentu, namun kadar keton yang tinggi bisa menjadi sinyal bahaya bagi kesehatan.
Pada penderita diabetes, penumpukan keton yang tidak terkendali berisiko memicu komplikasi serius bernama ketoasidosis diabetik (KAD). Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab dan penanganan kondisi ini secara tepat. Jika kamu memiliki kekhawatiran terkait hasil pemeriksaan keton, kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Penyebab Munculnya Ketones in Urine
Terdeteksinya keton di dalam urine dapat disebabkan oleh berbagai faktor medis maupun gaya hidup, antara lain:
- Diabetes yang Tidak Terkontrol: Kurangnya hormon insulin menyebabkan sel tidak bisa menyerap glukosa, sehingga tubuh terpaksa memecah lemak secara berlebihan.
- Diet Rendah Karbohidrat atau Ketogenik: Mengurangi asupan karbohidrat secara drastis membuat tubuh berada dalam kondisi ketosis, di mana lemak menjadi sumber energi utama.
- Puasa Panjang atau Kelaparan: Saat tubuh kekurangan asupan makanan dalam waktu lama, cadangan glikogen akan habis dan pemecahan lemak dimulai.
- Muntah Hebat dan Dehidrasi: Kondisi seperti hyperemesis gravidarum pada ibu hamil dapat memicu pembentukan keton karena hilangnya cairan dan nutrisi.
- Olahraga Berlebihan: Aktivitas fisik yang sangat berat tanpa diimbangi asupan energi yang cukup dapat memicu pembakaran lemak intensif.
Cara Mengatasi Keton dalam Urine
Penanganan keton dalam urine bergantung pada penyebab utamanya. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk mengatasinya:
- Penuhi Kebutuhan Cairan: Minum air putih yang cukup membantu ginjal membilas dan mengeluarkan keton berlebih dari dalam tubuh melalui urine.
- Penyesuaian Terapi Insulin: Bagi penyandang diabetes, dokter mungkin perlu menyesuaikan dosis insulin agar sel dapat kembali menggunakan glukosa secara optimal.
- Mengatur Asupan Karbohidrat: Jika keton muncul akibat diet ekstrem atau puasa, tingkatkan konsumsi karbohidrat kompleks secara perlahan.
- Istirahat yang Cukup: Hindari aktivitas fisik berat hingga kadar keton dalam tubuh kembali normal.
Studi Terkait
Sebuah penelitian medis terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Diabetes Clinical Studies (2026) menunjukkan bahwa pemantauan rutin ketonuria pada pasien diabetes tipe 1 secara signifikan menurunkan angka rawat inap akibat ketoasidosis diabetik hingga 40 persen. Riset ini menegaskan pentingnya deteksi dini keton dalam urine sebagai tindakan pencegahan komplikasi akut.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika hasil tes urine kamu menunjukkan kadar keton sedang hingga tinggi, terutama jika disertai gejala seperti nyeri perut, mual, muntah, kebingungan, atau napas berbau buah, segera konsultasi dengan [Dokter Penyakit Dalam] di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Melalui Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis secara cepat dan praktis dari rumah. Dokter siap memberikan penjelasan mengenai hasil tes laboratorium kamu, memberikan penanganan awal, serta meresepkan tindakan medis yang tepat 24 jam non-stop.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Diabetes and Metabolic Complications.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pengelolaan Diabetes Melitus.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Ketone Body Metabolism and Ketonuria Monitoring.
WebMD. Diakses pada 2026. Ketones in Urine Test: Causes and Results.
FAQ
1. Apakah adanya keton di urine selalu berbahaya?
Tidak selalu. Kadar keton yang sedikit bisa wajar terjadi saat kamu berpuasa atau menjalani diet rendah karbohidrat. Namun, kadar keton yang sedang hingga tinggi pada penderita diabetes tergolong berbahaya dan memerlukan tindakan medis segera.
2. Bagaimana cara memeriksa keberadaan keton dalam urine?
Pemeriksaan keton dalam urine dapat dilakukan menggunakan strip tes khusus (dipstick) yang dicelupkan ke dalam sampel urine. Warna pada strip akan berubah sesuai dengan tingkat konsentrasi keton yang terdeteksi.
3. Apakah ketonuria bisa sembuh sendiri?
Jika disebabkan oleh puasa singkat atau olahraga, ketonuria bisa hilang setelah kamu makan karbohidrat dan minum cukup air. Namun, jika disebabkan oleh diabetes yang tidak terkontrol, kondisi ini membutuhkan perawatan medis medis spesifik.
4. Apa bedanya ketosis dan ketoasidosis?
Ketosis adalah proses metabolisme normal di mana tubuh membakar lemak untuk energi. Sementara itu, ketoasidosis adalah kondisi medis darurat akibat penumpukan keton dan asam berlebih dalam darah yang berbahaya bagi nyawa.




