
Penyebab Nyeri Leher Akibat Ketegangan Otot Splenius Capitis
Mengenal Peran Splenius Capitis untuk Mengatasi Nyeri Leher dan Kepala dengan Efektif

DAFTAR ISI
- Apa Itu Otot Splenius Capitis?
- Penyebab Ketegangan Otot Splenius Capitis
- Gejala Nyeri Otot Splenius Capitis
- Cara Mengatasi Ketegangan Otot Splenius Capitis
- Studi Terkait
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Apakah kamu pernah merasakan nyeri tumpul di bagian belakang leher yang menjalar hingga ke pangkal tengkorak atau belakang mata? Rasa tidak nyaman ini sering kali disebabkan oleh ketegangan pada otot splenius capitis. Otot ini memegang peranan penting dalam menopang postur kepala dan pergerakan leher sehari-hari.
Di era digital saat ini, kebiasaan menatap layar ponsel atau komputer dalam durasi lama tanpa jeda dapat menempatkan beban berlebih pada otot-otot leher. Akibatnya, timbul spasme, kekakuan, hingga pusing berputar yang mengganggu aktivitas harian kamu.
Memahami peran otot splenius capitis serta pemicu ketegangannya sangat penting agar kamu dapat melakukan pencegahan dan penanganan awal secara tepat sebelum kondisi ini berkembang menjadi keluhan kronis.
Apa Itu Otot Splenius Capitis?
Otot splenius capitis adalah sepasang otot berbentuk pita lebar yang terletak pada bagian belakang leher atas dan punggung atas. Otot ini membentang dari tulang belakang bagian dada dan leher bawah menuju tulang mastoid di dasar tengkorak.
Fungsi utama otot splenius capitis adalah untuk membantu menengadahkan kepala (ekstensi leher), memutar kepala ke samping (rotasi), serta memiringkan kepala ke arah bahu. Tanpa otot yang sehat, stabilitas leher dan fleksibilitas gerakan kepala kamu akan sangat terganggu.
Penyebab Ketegangan Otot Splenius Capitis
Ketegangan atau cidera pada otot ini dapat dipicu oleh berbagai faktor kebiasaan maupun trauma fisik, di antaranya:
- Postur Tubuh Buruk (Text Neck): Menunduk terlalu lama saat menatap ponsel atau layar laptop yang posisinya terlalu rendah.
- Gerakan Berulang: Menggerakkan atau memutar leher secara berulang dalam durasi lama saat bekerja atau berolahraga.
- Posisi Tidur Salah: Menggunakan bantal yang terlalu tinggi atau keras sehingga posisi leher menekuk tidak alami sepanjang malam.
- Stres Emosional: Ketegangan mental yang membuat otot-otot leher dan bahu berkontraksi secara tidak sadar.
- Cedera Whiplash: Hentakan mendadak pada leher akibat kecelakaan kendaraan atau benturan saat olahraga.
Gejala Nyeri Otot Splenius Capitis
Ketika otot splenius capitis mengalami ketegangan atau membentuk titik picu (trigger point), beberapa gejala khas yang dirasakan antara lain:
- Nyeri pegal atau berdenyut di bagian belakang leher dekat dasar tengkorak.
- Sakit kepala yang menjalar dari leher menuju puncak kepala hingga ke belakang mata (cervicogenic headache).
- Kaku leher yang membuat kamu sulit memutar kepala ke kiri atau ke kanan.
- Rasa tegang dan nyeri yang semakin memburuk saat leher ditekan atau disandarkan.
Cara Mengatasi Ketegangan Otot Splenius Capitis
Nyeri ringan akibat ketegangan otot leher umumnya bisa diredakan dengan perawatan mandiri secara konsisten di rumah:
Lakukan peregangan leher secara perlahan dengan mendekatkan dagu ke dada atau miringkan kepala ke sisi bahu selama 15–30 detik. Kompres hangat pada leher untuk membantu melemaskan pembuluh darah dan otot yang tegang, atau kompres dingin jika terdapat peradangan akut. Pastikan posisi tempat kerja kamu ergonomis dengan mengatur tinggi layar sejajar dengan mata.
Studi Terkait
Studi terbaru dari Journal of Physical Therapy Science (2026) menunjukkan bahwa ketegangan pada otot splenius capitis merupakan pemicu utama terjadinya sakit kepala servikogenik pada pekerja kantoran. Penelitian lain dari Journal of Back and Musculoskeletal Rehabilitation (2026) membuktikan bahwa intervensi ergonomi bersama peregangan harian rutin mampu mengurangi intensitas nyeri leher hingga 70 persen dalam waktu empat minggu.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika nyeri leher tidak kunjung membaik setelah beberapa hari perawatan mandiri, bertambah parah, atau disertai gejala seperti kebas, kesemutan, dan kelemahan pada lengan, segera lakukan konsultasi medis. Kamu dapat langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf atau dokter umum di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang akurat.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Menangani masalah ketegangan otot kini jauh lebih praktis. Kamu bisa melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja. Dokter berlisensi akan memberikan evaluasi medis, saran terapi latihan fisik, hingga rekomendasi resep obat yang aman tanpa kamu perlu keluar rumah.
Referensi
Journal of Physical Therapy Science. Diakses pada 2026. Cervicogenic Headache and Splenius Capitis Myofascial Trigger Points.
Journal of Back and Musculoskeletal Rehabilitation. Diakses pada 2026. Ergonomic Interventions for Neck Muscle Strain in Desk Workers.
PubMed. Diakses pada 2026. Anatomy, Head and Neck, Splenius Capitis Muscle.
WebMD. Diakses pada 2026. Neck Pain and Muscle Strain Causes and Treatments.
FAQ
1. Di mana lokasi spesifik otot splenius capitis?
Otot ini berada di bagian belakang leher atas, membentang dari tulang belakang bagian dada dan leher menuju dasar tengkorak di belakang telinga.
2. Apakah ketegangan otot splenius capitis bisa menyebabkan pusing?
Ya, ketegangan ketat pada otot ini dapat memicu titik picu nyeri yang menjalar ke kepala dan menimbulkan sakit kepala cervicogenic atau rasa pusing berputar.
3. Berapa lama pemulihan ketegangan otot leher ini?
Untuk ketegangan ringan, pemulihan biasanya memakan waktu antara beberapa hari hingga dua minggu dengan istirahat dan peregangan yang tepat.
4. Bagaimana cara mencegah timbulnya nyeri otot splenius capitis?
Pencegahan dilakukan dengan menjaga postur tubuh tegak, tidak menunduk terlalu lama saat main HP, serta rutin melakukan peregangan leher saat bekerja di meja.




