Ad Placeholder Image

Penyebab Nyeri Tendon Tibialis Posterior dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 13 Agustus 2026

Pahami Gejala Nyeri pada Tendon Tibialis Posterior dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

Penyebab Nyeri Tendon Tibialis Posterior dan Cara MengatasinyaPenyebab Nyeri Tendon Tibialis Posterior dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Tendon tibialis posterior adalah struktur penting yang menopang lengkung kaki dan membantu gerakan berjalan atau berlari. Ketika tendon ini mengalami peradangan atau cedera, kondisi yang dikenal sebagai tendinopati tibialis posterior dapat menyebabkan nyeri di bagian dalam pergelangan kaki dan kelemahan saat beraktivitas. Kondisi ini sering terjadi pada atlet, pendaki, atau orang yang menghabiskan banyak waktu berdiri.

Jika tidak ditangani, nyeri ini bisa memperburuk kelainan bentuk kaki seperti kaki datar dan menghambat mobilitas sehari-hari. Memahami penyebab serta cara mengelolanya secara tepat sangat penting untuk pemulihan yang optimal.

Penyebab dan Gejala Nyeri Tendon Tibialis Posterior

Nyeri tendon tibialis posterior biasanya disebabkan oleh penggunaan berulang, cedera akut, atau faktor biomekanik seperti kaki datar atau sepatu yang tidak mendukung. Gejalanya meliputi nyeri tiba-tiba atau perlahan di sepanjang bagian dalam pergelangan kaki, bengkak, dan sensasi lemah saat berdiri pada satu kaki. Nyeri sering memburuk setelah berjalan atau berolahraga, terutama di permukaan tidak rata.

Penanganan awal memerlukan istirahat, kompres dingin, dan penggunaan obat pereda nyeri serta peradangan yang aman. Dalam kasus lebih berat, terapi fisik atau penyangga kaki mungkin diperlukan. Obat-obatan topikal dan oral dapat membantu mempercepat pemulihan saat digunakan sesuai petunjuk dokter.

Rekomendasi Obat untuk Nyeri Tendon Tibialis Posterior

1. Voltaren Emulgel 10 g

Kandungan aktifnya adalah diclofenac diethylamine, yang bekerja sebagai NSAID topikal untuk meredakan nyeri dan peradangan lokal pada tendon dan jaringan sekitarnya. Dosis umum: oleskan 2–3 kali sehari pada area yang nyeri, dengan massa sebesar kacang polong. Hindari penggunaan pada luka terbuka. Tidak direkomendasikan untuk pasien alergi aspirin atau gangguan pencernaan berat.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Voltaren Emulgel 10 g di Toko Kesehatan Halodoc

2. Salonpas Koyo 10 Patch

Mengandung metil salisilat dan levomenthol yang memberikan sensasi hangat dan efek analgesik lokal. Koyo ini cocok untuk nyeri otot dan tendon ringan hingga sedang. Gunakan 1 patch selama maksimal 8 jam per hari, hindari pada kulit iritasi. Aman untuk penggunaan jangka pendek.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Salonpas Koyo 10 Patch di Toko Kesehatan Halodoc

3. Myobat (Eperisone) 50 mg 10 Tablet

Eperisone adalah obat myorelaxant yang membantu mengurangi kekakuan otot dan nyeri yang terkait dengan gangguan muskuloskeletal. Dosis umum: 1 tablet tiga kali sehari setelah makan. Kontraindikasi pada pasien hipersensitif terhadap eperisone. Efek samping ringan seperti pusing atau gangguan pencernaan mungkin muncul.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Myobat (Eperisone) 50 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Alami Mengurangi Nyeri Tendon Tibialis Posterior

Istirahatkan kaki dan hindari aktivitas yang memperburuk nyeri. Kompres es selama 15–20 menit, 3–4 kali sehari di hari pertama cedera. Gunakan sepatu dengan penyangga lengkung kaki yang baik. Latihan peregangan ringan di bawah bimbingan fisioterapis juga bisa memperkuat tendon seiring waktu. Jangan memaksakan gerakan jika nyeri meningkat.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan ke dokter jika nyeri tidak membaik dalam 1–2 minggu meski sudah beristirahat, atau jika muncul bengkak signifikan, rasa linu menjalar ke betis, atau kesulitan berjalan. Tanda ini bisa menunjukkan kerusakan tendon lebih dalam yang memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti MRI atau ultra sonografi.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

    Konsultasikan keluhan nyeri tendon tibialis posterior secara langsung dengan dokter umum atau spesialis ortopedi melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat menilai gejala, menentukan apakah perlu pemeriksaan penunjang, dan memberikan resep yang tepat — semua dari rumah. Layanan konsultasi tersedia 24 jam dan aman secara privasi. Klik di sini untuk mulai chat dokter.

    FAQ

    1. Apakah tendon tibialis posterior bisa sembuh sendiri?
      Bisa, jika cedera ringan dan diiringi istirahat cukup. Namun jika nyeri berlangsung lebih dari 2 minggu atau memburuk, perlu evaluasi medis karena bisa berisiko ruptur tendon.
    2. Apakah sepatu bisa memperburuk nyeri tendon tibialis posterior?
      Ya, sepatu datar tanpa penyangga lengkung kaki atau sepatu terlalu ketat bisa meningkatkan beban pada tendon. Pilih sepatu dengan dukungan arch support dan sol empuk.
    3. Apakah olahraga bisa dilakukan saat nyeri tendon tibialis posterior?
      Hindari olahraga berdampak tinggi seperti lari atau lompat. Pilih aktivitas rendah seperti berenang atau bersepeda statis setelah izin dokter.
    4. Bolehkah menggunakan obat oles dan tablet bersamaan?
      Bisa, jika tidak ada kontraindikasi. Namun, pastikan tidak mengonsumsi lebih dari satu NSAID secara bersamaan. Konsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menghindari efek samping.

    Referensi

    Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy. Diakses pada 2026. Posterior Tibial Tendon Dysfunction: A Clinical Review
    British Journal of Sports Medicine. Diakses pada 2026. Management of Chronic Tendinopathies: Evidence-Based Approach
    World Health Organization. Diakses pada 2026. Guidelines on Pain Management in Musculoskeletal Disorders
    Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Panduan Terapi Nyeri Otot dan Sendi