
Penyebab Nyeri Tendon Tibialis Posterior dan Cara Mengatasinya
Pahami Gejala Nyeri pada Tendon Tibialis Posterior dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

DAFTAR ISI
- Penyebab dan Gejala Nyeri Tendon Tibialis Posterior
- Rekomendasi Obat untuk Nyeri Tendon Tibialis Posterior
- Tips Alami Mengurangi Nyeri Tendon Tibialis Posterior
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Tendon tibialis posterior adalah struktur penting yang menopang lengkung kaki dan membantu gerakan berjalan atau berlari. Ketika tendon ini mengalami peradangan atau cedera, kondisi yang dikenal sebagai tendinopati tibialis posterior dapat menyebabkan nyeri di bagian dalam pergelangan kaki dan kelemahan saat beraktivitas. Kondisi ini sering terjadi pada atlet, pendaki, atau orang yang menghabiskan banyak waktu berdiri.
Jika tidak ditangani, nyeri ini bisa memperburuk kelainan bentuk kaki seperti kaki datar dan menghambat mobilitas sehari-hari. Memahami penyebab serta cara mengelolanya secara tepat sangat penting untuk pemulihan yang optimal.
Penyebab dan Gejala Nyeri Tendon Tibialis Posterior
Nyeri tendon tibialis posterior biasanya disebabkan oleh penggunaan berulang, cedera akut, atau faktor biomekanik seperti kaki datar atau sepatu yang tidak mendukung. Gejalanya meliputi nyeri tiba-tiba atau perlahan di sepanjang bagian dalam pergelangan kaki, bengkak, dan sensasi lemah saat berdiri pada satu kaki. Nyeri sering memburuk setelah berjalan atau berolahraga, terutama di permukaan tidak rata.
Penanganan awal memerlukan istirahat, kompres dingin, dan penggunaan obat pereda nyeri serta peradangan yang aman. Dalam kasus lebih berat, terapi fisik atau penyangga kaki mungkin diperlukan. Obat-obatan topikal dan oral dapat membantu mempercepat pemulihan saat digunakan sesuai petunjuk dokter.
Rekomendasi Obat untuk Nyeri Tendon Tibialis Posterior
1. Voltaren Emulgel 10 g
Kandungan aktifnya adalah diclofenac diethylamine, yang bekerja sebagai NSAID topikal untuk meredakan nyeri dan peradangan lokal pada tendon dan jaringan sekitarnya. Dosis umum: oleskan 2–3 kali sehari pada area yang nyeri, dengan massa sebesar kacang polong. Hindari penggunaan pada luka terbuka. Tidak direkomendasikan untuk pasien alergi aspirin atau gangguan pencernaan berat.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Voltaren Emulgel 10 g di Toko Kesehatan Halodoc
2. Salonpas Koyo 10 Patch
Mengandung metil salisilat dan levomenthol yang memberikan sensasi hangat dan efek analgesik lokal. Koyo ini cocok untuk nyeri otot dan tendon ringan hingga sedang. Gunakan 1 patch selama maksimal 8 jam per hari, hindari pada kulit iritasi. Aman untuk penggunaan jangka pendek.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Salonpas Koyo 10 Patch di Toko Kesehatan Halodoc
3. Myobat (Eperisone) 50 mg 10 Tablet
Eperisone adalah obat myorelaxant yang membantu mengurangi kekakuan otot dan nyeri yang terkait dengan gangguan muskuloskeletal. Dosis umum: 1 tablet tiga kali sehari setelah makan. Kontraindikasi pada pasien hipersensitif terhadap eperisone. Efek samping ringan seperti pusing atau gangguan pencernaan mungkin muncul.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Myobat (Eperisone) 50 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Alami Mengurangi Nyeri Tendon Tibialis Posterior
Istirahatkan kaki dan hindari aktivitas yang memperburuk nyeri. Kompres es selama 15–20 menit, 3–4 kali sehari di hari pertama cedera. Gunakan sepatu dengan penyangga lengkung kaki yang baik. Latihan peregangan ringan di bawah bimbingan fisioterapis juga bisa memperkuat tendon seiring waktu. Jangan memaksakan gerakan jika nyeri meningkat.
Kapan Harus ke Dokter?
Konsultasikan ke dokter jika nyeri tidak membaik dalam 1–2 minggu meski sudah beristirahat, atau jika muncul bengkak signifikan, rasa linu menjalar ke betis, atau kesulitan berjalan. Tanda ini bisa menunjukkan kerusakan tendon lebih dalam yang memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti MRI atau ultra sonografi.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasikan keluhan nyeri tendon tibialis posterior secara langsung dengan dokter umum atau spesialis ortopedi melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat menilai gejala, menentukan apakah perlu pemeriksaan penunjang, dan memberikan resep yang tepat — semua dari rumah. Layanan konsultasi tersedia 24 jam dan aman secara privasi. Klik di sini untuk mulai chat dokter.
FAQ
- Apakah tendon tibialis posterior bisa sembuh sendiri?
Bisa, jika cedera ringan dan diiringi istirahat cukup. Namun jika nyeri berlangsung lebih dari 2 minggu atau memburuk, perlu evaluasi medis karena bisa berisiko ruptur tendon. - Apakah sepatu bisa memperburuk nyeri tendon tibialis posterior?
Ya, sepatu datar tanpa penyangga lengkung kaki atau sepatu terlalu ketat bisa meningkatkan beban pada tendon. Pilih sepatu dengan dukungan arch support dan sol empuk. - Apakah olahraga bisa dilakukan saat nyeri tendon tibialis posterior?
Hindari olahraga berdampak tinggi seperti lari atau lompat. Pilih aktivitas rendah seperti berenang atau bersepeda statis setelah izin dokter. - Bolehkah menggunakan obat oles dan tablet bersamaan?
Bisa, jika tidak ada kontraindikasi. Namun, pastikan tidak mengonsumsi lebih dari satu NSAID secara bersamaan. Konsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menghindari efek samping.




