
Penyebab Sering Muncul Blood in Stool yang Wajib Diwaspadai
Penyebab dan Cara Mengatasi Gejala Blood in Stool yang Perlu Diwaspadai Segera

DAFTAR ISI
- Penyebab Blood in Stool
- Rekomendasi Obat dan Penanganan Blood in Stool
- Tips Mencegah Darah pada Feses
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Menemukan darah pada feses atau blood in stool sering kali memicu kekhawatiran saat buang air besar. Kondisi ini dapat menandakan adanya iritasi atau perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas maupun bawah.
Warna darah yang keluar bisa berupa merah segar hingga kehitaman tergantung lokasi perdarahannya. Mengenali penyebabnya secara cepat sangat penting agar penanganan medis tepat sasaran.
Penyebab Blood in Stool
Penyebab darah segar pada feses umumnya berasal dari saluran pencernaan bawah, seperti wasir (ambeien), fisura ani (luka pada anus), atau peradangan usus. Sementara itu, darah berwarna hitam pekat (melena) biasanya terindikasi akibat luka tukak lambung atau perdarahan di saluran pencernaan atas.
Selain itu, infeksi usus, polip, hingga luka akibat asam lambung tinggi yang mengikis dinding pencernaan juga bisa menjadi pemicu utama. Penanganan yang dilakukan harus sesuai dengan diagnosis pemicu perdarahan tersebut.
Rekomendasi Obat dan Penanganan Blood in Stool
Berikut adalah beberapa pilihan obat dan suplemen yang dapat digunakan sesuai indikasi medis untuk meredakan gangguan pencernaan pemicu perdarahan:
1. Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul
Lansoprazole merupakan obat golongan penghambat pompa proton (PPI) yang bekerja mengurangi produksi asam lambung. Obat ini efektif mengatasi tukak lambung dan ulkus usus yang sering menjadi pemicu perdarahan saluran cerna atas. Dosis umum penggunaan adalah 30 mg sekali sehari sebelum makan.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Lansoprazole 30 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
2. Gerdilium 10 mg 10 Kaplet
Gerdilium mengandungi Domperidone yang membantu mempercepat pengosongan lambung dan meredakan mual atau muntah akibat gangguan pencernaan. Penggunaan obat ini membantu mencegah iritasi lambung berlanjut saat terjadi masalah saluran cerna. Konsumsi obat ini biasanya dilakukan 15–30 menit sebelum makan.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Gerdilium 10 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc
3. Omeprazole 20 mg 10 Kapsul
Omeprazole berfungsi menurunkan kadar asam lambung guna membantu penyembuhan luka tukak lambung atau gastritis erosif. Dengan berkurangnya asam lambung, risiko erosi usus dan feses berdarah akibat luka lambung dapat diminimalkan. Dosis harian umumnya adalah 20 mg diminum pagi hari.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Omeprazole 20 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
4. Oralit 200 4.1 g 1 Sachet
Oralit digunakan untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang, terutama jika darah pada feses disertai dengan diare akut. Larutan ini membantu mencegah dehidrasi berat dan menjaga keseimbangan tubuh. Larutkan 1 sachet ke dalam 200 ml air matang sesuai petunjuk.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Oralit 200 4.1 g 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc
5. Propepsa Suspensi 100 ml
Propepsa mengandung Sukralfat yang bekerja membentuk lapisan pelindung pada dinding lambung dan usus halus. Obat ini efektif melindungi luka tukak dari kikisan asam lambung sehingga mempercepat pemulihan jaringan. Diminum saat perut kosong, sekitar 1 jam sebelum makan.
Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Propepsa Suspensi 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mencegah Darah pada Feses
Guna menjaga kesehatan saluran cerna dan mencegah timbulnya perdarahan, kamu bisa menerapkan beberapa langkah mandiri berikut:
- Konsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, dan biji-bijian agar feses menjadi lunak.
- Minum air putih minimal 2 liter sehari untuk mencegah konstipasi.
- Hindari mengejan terlalu kuat saat buang air besar untuk mengurangi tekanan pada anus.
- Batasi konsumsi makanan pedas, terlalu asam, serta minuman berkafein dan beralkohol.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari atau disertai nyeri perut hebat, pusing, dan pingsan, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Konsultasi kesehatan kini lebih gampang dan praktis melalui Halodoc.
- ✅ Dokter berlisensi: Dokter spesialis dan umum Halodoc memiliki SIP dan STR resmi.
- ✅ Resep obat online: Jika dibutuhkan, dokter akan memberikan resep obat setelah konsultasi.
- ✅ Bebas antre: Konsultasi kapan saja dan di mana saja tanpa perlu keluar rumah.
- ✅ Privasi terjamin: Sesi konsultasi dengan dokter dijaga keamanannya.
- ✅ Konsultasi ke dokter Halodoc tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Referensi
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Gastrointestinal Bleeding and Digestive Health.
PubMed. Diakses pada 2026. Clinical Evaluation of Lower and Upper Gastrointestinal Bleeding.
WebMD. Diakses pada 2026. Blood in Stool: Causes, Symptoms, and Treatments.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Panduan Penanganan Gangguan Pencernaan dan Perdarahan Saluran Cerna.
FAQ tentang Blood in Stool
1. Apakah darah pada feses selalu menandakan penyakit berbahaya?
Tidak selalu. Penyebab tersering bisa berupa kondisi ringan seperti wasir atau luka lecet pada anus. Namun, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit serius.
2. Apa perbedaan darah merah segar dan darah hitam pada feses?
Darah merah segar menunjukkan perdarahan aktif di saluran pencernaan bawah seperti rektum atau anus. Sementara feses berwarna hitam pekat biasanya berasal dari perdarahan saluran pencernaan atas seperti lambung.
3. Kapan pendarahan pada feses dikategorikan gawat darurat?
Kondisi menjadi gawat darurat jika darah keluar dalam jumlah banyak, disertai pusing hebat, lemas, pucat, atau penurunan kesadaran. Segera kunjungi IGD terdekat jika gejala tersebut muncul.




