• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perawat di Cina Diusir dari Kereta, Benarkah Corona Mudah Menular?

Perawat di Cina Diusir dari Kereta, Benarkah Corona Mudah Menular?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Virus corona saat ini masih menjadi isu kesehatan yang menarik perhatian. Hingga hari ini, masih ada kasus pasien baru yang mengidap virus corona. Dengan begitu, banyak masyarakat yang melakukan cara untuk melindungi diri dari serangan virus corona yang berbahaya. Caranya, mulai dari menggunakan masker atau menghindari tempat ramai yang menjadi lokasi penyebaran virus corona.

Baca juga: Virus Corona: Ini Skema Karantina di Natuna

Namun, serangan virus corona sebaiknya tidak menurunkan rasa kemanusiaan. Dilansir World of Buzz, dua perawat di Cina mendapatkan perlakukan yang tidak menyenangkan ketika berada di sebuah MRT. Mereka diusir karena dikhawatirkan menyebarkan virus corona pada penumpang lain.

Kejadian ini menjadi ramai karena perawat yang menjadi garda terdepan mencegah penyebaran virus corona malah diperlakukan tidak baik. Masyarakat tentu khawatir terhadap terpapar virus corona, namun tidak ada salahnya ketahui penyebaran virus corona agar kejadian seperti ini bisa dihindari.

Ketahui Penyebaran Virus Corona

Dilansir dari World Health Organization, virus corona adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas, mulai dari infeksi ringan seperti penyakit flu, hingga yang cukup parah seperti sindrom pernapasan timur tengah (MERS) dan sindrom pernapasan akut parah (SARS).  Namun, virus corona merupakan jenis virus baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya.

Jika kamu khawatir dapat terpapar virus corona saat berada di tengah keramaian atau di tempat umum, tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa proses penyebaran dari virus corona. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, virus corona dapat menyebar melalui kontak langsung dengan pengidap virus corona sebelumnya. Penyebaran dapat terjadi melalui air yang keluar saat bersin atau batuk dari pengidap virus corona. Air liur yang terpapar virus corona dapat berada pada bagian tubuh orang yang sehat dan terhirup ke dalam paru-paru.

Tidak hanya itu, virus corona juga dapat menyebar melalui sentuhan pada barang-barang yang telah terpapar virus corona sebelumnya. Kemudian, menyentuh area mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur juga meningkatkan risiko terpapar virus corona. 

Masa inkubasi virus corona hingga hari ini belum diketahui, namun gejala yang timbul pada pengidap virus corona umumnya muncul sekitar 2-14 hari pengidap terpapar virus corona. 

Baca juga: Bagaimanakah Perkembangan Vaksin untuk Virus Corona?

Sebaiknya kenali gejala yang mungkin dialami pengidap virus corona, seperti hidung yang mengeluarkan ingus, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, dan merasa tidak enak badan. Ketika virus corona dalam tahap yang cukup parah, gejala meningkat seperti demam yang cukup tinggi, sesak napas, dan mengalami nyeri dada ketika batuk. Kondisi ini bisa menjadi tanda pengidap sudah mengalami infeksi paru-paru atau pneumonia.

Kunjungi rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami beberapa gejala tersebut. Tentu penanganan yang dilakukan lebih cepat dapat membuat kesehatan semakin membaik. Sebelum ke rumah sakit pilihan, sebaiknya kamu membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.

Lakukan Pencegahan Terhadap Virus Corona

Hingga saat ini, belum diketahui pengobatan yang tepat untuk mengatasi virus corona. Dengan begitu, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan untuk menghindari paparan virus corona.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, ada cara yang bisa dilakukan untuk menghindari paparan virus corona, di antaranya:

  1. Hindari kontak langsung dengan seseorang yang terpapar virus corona;

  2. Gunakan masker wajah saat kamu beraktivitas di tempat ramai atau tempat umum;

  3. Hindari menyentuh area wajah ketika selesai beraktivitas pada tempat yang ramai;

  4. Selalu mencuci tangan dan jaga kebersihan area tangan setelah beraktivitas;

  5. Gunakan tisu saat bersin, jangan lupa untuk langsung membuang tisu setelah digunakan;

  6. Tingkatkan daya imunitas tubuh dengan banyak mengonsumsi makanan yang bernutrisi;

  7. Jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak apalagi jika kamu tinggal pada daerah yang menjadi wabah virus corona;

  8. Bersihkan lingkungan atau benda-benda yang mungkin terpapar virus corona sesering mungkin.

Baca juga: Kelelahan Atasi Corona, Apoteker di Wuhan Meninggal Dunia

Itulah beberapa pencegahan yang bisa kamu lakukan. Namun, jika kamu mengalami beberapa gejala dari virus corona, tidak ada salahnya untuk perbanyak istirahat dan konsumsi makanan yang sehat. Tidak hanya itu, hindari melakukan kontak langsung dengan orang lain agar penyebaran tidak semakin meluas. 

Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. 2019 Novel Coronavirus
World Health Organization. Diakses pada 2020. Coronavirus
Government of Canada. Diakses pada 2020. Coronavirus Infection
Medical News Today. Diakses pada 2020. What’s to Know About Coronaviruses