• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perawatan Setelah Kateterisasi Jantung dan Otak

Perawatan Setelah Kateterisasi Jantung dan Otak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Kateterisasi jantung dan otak merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung dan otak seseorang. Prosedur ini juga kerap dimanfaatkan dokter untuk mengobati berbagai masalah pada jantung dan otak. 

Kateter, alat yang digunakan dalam prosedur kateterisasi jantung dan otak, merupakan alat berupa selang elastis yang dibuat dari bahan khusus. Dalam pelaksanaan prosedur, selang ini akan dimasukkan lewat pembuluh darah dari pangkal paha, kemudian bergerak secara otomatis di dalam pembuluh darah, menuju bagian yang bermasalah.

Setelah prosedur kateterisasi jantung dan otak dilakukan, pasien biasanya akan menjalani perawatan, guna memantau kondisi setelah diberikan obat bius serta membantu pemulihan. Namun, lamanya perawatan setelah kateterisasi jantung dan otak akan bergantung pada prosedur yang dijalani.

Baca juga: Ketahui Prosedur Cath Lab dalam Pemeriksaan Jantung

Umumnya, pasien kateterisasi jantung dan otak sudah diperbolehkan bangun dari tempat tidur dan berjalan seperti biasa, setelah 6 jam. Namun, biasanya pasien diharuskan untuk banyak beristirahat dan tidak menjalani aktivitas berat apapun selama 2-5 hari setelah menjalani kateterisasi jantung dan otak, guna mencegah risiko perdarahan.

Waktu pemulihan biasanya akan lebih cepat jika kateter dimasukkan lewat lengan, dibandingkan jika keteter dimasukkan lewat lipatan paha atau tungkai. Jika pasien menjalani kateterisasi jantung dan otak untuk tindakan pengobatan, seperti pada ablasi jaringan jantung atau angioplasti, waktu penyembuhan dapat berlangsung lebih lama lagi.

Sementara itu, jika pasien menjalani pemeriksaan biopsi jaringan jantung atau otak, dokter biasanya akan menyampaikan hasilnya dalam beberapa hari setelah pengamatan selesai dilakukan. Selain itu, pasien yang menjalani kateterisasi jantung dan otak sebagai metode diagnosis, seperti angiografi, diperlukan diskusi lebih lanjut dengan dokter terkait metode pengobatan yang perlu dilakukan setelah melihat hasil diagnosis.

Baca juga: 5 Cara Praktis Cegah Penyakit Jantung

Tujuan Dilakukannya Kateterisasi Jantung dan Otak

Seperti telah disebutkan di awal, tujuan dilakukannya kateterisasi jantung dan otak adalah untuk memeriksa kondisi jantung dan otak secara keseluruhan. Kedua prosedur ini dilakukan untuk melihat apakah ada masalah pada jantung dan otak atau tidak. 

Jika ingin tahu lebih lanjut tentang kateterisasi jantung dan otak, serta perlu tidaknya menjalani pemeriksaan ini, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter lewat chat. Jika dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan langsung, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit lewat aplikasi Halodoc juga.

Kembali ke tujuan dilakukannya kateterisasi jantung dan otak, berikut beberapa tujuan umum dilakukannya prosedur ini:

  • Mengevaluasi penyempitan arteri karotis yang bisa mengurangi jumlah darah yang menuju otak. 

  • Memeriksa penyakit jantung bawaan pada anak-anak.

  • Melihat seberapa baik kinerja katup jantung.

  • Mengoreksi jantung yang cacat dengan operasi kecil.

  • Mengambil sampel otot jantung untuk mengetahui apakah seseorang terkena infeksi jantung atau tumor.

  • Mengevaluasi aliran darah dan oksigen di berbagai bagian jantung.

  • Merencanakan pengobatan yang tepat.

  • Mengobati penyakit jantung koroner dan serangan jantung.

  • Menilai kekuatan otot jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

Bagaimana Prosedur Kateterisasi Jantung dan Otak Dilakukan?

Dilakukan oleh dokter spesialis jantung, selama prosedur kateterisasi jantung dilakukan, pasien akan tetap sadar dan bisa mengikuti semua arahan dari dokter. Sebelum prosedur dimulai, tim medis akan menyuntikkan obat sedatif untuk membuat pasien merasa tenang.

Baca juga: Bisa Dicoba, 5 Olahraga untuk Kesehatan Jantung

Kemudian, area kulit yang akan dimasukkan kateter akan dibersihkan dan dicukur bulunya. Setelah bersih, dokter akan menyuntikkan obat bius lokal agar pasien tidak merasa sakit saat prosedur dilakukan. Setelah dibius, prosedur kateterisasi jantung akan diawali dengan pembuatan sebuah lubang kecil di pembuluh darah, disertai pemasangan tabung pada lubang tersebut agar tetap terbuka.

Selanjutnya, dokter akan memasukkan kawat penuntun dari lubang pembuluh darah yang telah dibuat itu hingga ruang jantung. Setelah itu, kateter akan dimasukkan mengikuti kawat penuntun, dari pembuluh darah hingga jantung. Kawat ini akan ditarik dan dikeluarkan kembali, sedangkan kateter akan dibiarkan tetap di dalam.

Itu adalah prosedur kateterisasi jantung. Kalau kateterisasi otak agak berbeda. Prosedur dilakukan dengan memberi anestesi lokal yang mirip pemasangan infus pada kaki kanan atau kiri. Lalu, kateter akan dimasukkan ke pembuluh darah hingga ke pembuluh darah yang tersumbat.

Pada prosedur ini, dokter akan menggunakan zat kontras khusus dan sebuah kamera untuk membuat gambar dari aliran darah di dalam otak, serta melihat peta pembuluh darah dalam otak dan leher. Hal ini akan memudahkan dokter dalam mengetahui bagaimana darah mengalir di dalam bagian-bagian sirkulasi pembuluh darah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Tests and Procedures. Cardiac Catheterization.
Healthline. Diakses pada 2019. Cerebral Angiography.\