
Perbandingan Manfaat Pencegahan Penyakit Aterosklerosis pada Wegovy dan Mounjaro
Untuk pencegahan penyakit kardiovaskular aterosklerosis (ASCVD), Wegovy memiliki bukti uji klinis plasebo-terkontrol yang lebih matang dan sudah mendapat indikasi resmi, sementara bukti setara untuk Mounjaro pada populasi serupa masih dalam proses penelitian.

DAFTAR ISI
- Wegovy dan Uji Klinis SELECT
- Bagaimana dengan Mounjaro?
- Data Perbandingan Langsung yang Ada Sejauh Ini
- Kesimpulan
- Turunkan Berat Badan Sekaligus Jaga Fungsi Organ Tubuh dengan Halofit
Penyakit kardiovaskular aterosklerosis atau Atherosclerotic Cardiovascular Disease (ASCVD) adalah kondisi akibat penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer.
Karena obesitas adalah faktor risiko utama ASCVD, muncul pertanyaan apakah Wegovy (semaglutide) dan Mounjaro (tirzepatide) sama efektifnya dalam mencegah komplikasi kardiovaskular ini? Cari tahu jawabannya di sini!
Wegovy dan Uji Klinis SELECT
Bukti paling kuat untuk semaglutide datang dari uji klinis SELECT yang dipublikasikan pada 2023. Uji ini melibatkan lebih dari 17.600 peserta berusia di atas 45 tahun dengan berat badan berlebih atau obesitas, memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, tetapi tanpa diabetes.
Peserta dibagi secara acak menerima semaglutide 2,4 mg atau plasebo.
Hasilnya, semaglutide menurunkan risiko kejadian kardiovaskular mayor (MACE), yaitu gabungan kematian akibat penyakit jantung, serangan jantung nonfatal, dan stroke nonfatal, sebesar 20% dibanding plasebo.
Analisis lanjutan dari SELECT juga menunjukkan semaglutide menurunkan jumlah total kejadian kardiovaskular, bukan hanya kejadian pertama, dengan penurunan yang didorong oleh berkurangnya serangan jantung nonfatal dan prosedur revaskularisasi koroner.
Menariknya, hanya sekitar 33% dari manfaat perlindungan jantung ini yang bisa dijelaskan oleh penurunan lingkar pinggang, yang mengindikasikan semaglutide kemungkinan memiliki efek pelindung jantung yang tidak sepenuhnya bergantung pada penurunan berat badan semata.
Berkat hasil SELECT, Wegovy kini telah mendapat indikasi resmi dari regulator obat untuk menurunkan risiko kardiovaskular pada orang dewasa dengan obesitas atau berat badan berlebih yang sudah memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.
Berikut Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Jantung di Halodoc yang bisa dihubungi.
Bagaimana dengan Mounjaro?
Sampai saat ini, tirzepatide belum memiliki uji klinis plasebo-terkontrol yang selesai dan dirancang khusus untuk populasi obesitas tanpa diabetes dengan tujuan utama membuktikan pencegahan ASCVD, sebagaimana SELECT untuk semaglutide.
Uji klinis kardiovaskular terbesar untuk tirzepatide yang sudah rampung, yaitu SURPASS-CVOT, justru dilakukan pada pasien diabetes tipe 2 dengan ASCVD yang sudah ada, dan membandingkan tirzepatide dengan dulaglutide (obat aktif), bukan dengan plasebo.
Hasilnya, tirzepatide terbukti non-inferior atau tidak lebih buruk dari dulaglutide dalam mencegah kejadian kardiovaskular mayor, dengan rasio risiko 0,92, serta menunjukkan penurunan angka kematian akibat sebab apa pun sebesar 16%.
Namun, karena rentang kepercayaan hasil utamanya masih menyentuh angka 1, tirzepatide belum terbukti secara statistik lebih unggul dibanding dulaglutide, hanya setara.
Uji klinis yang dirancang lebih mirip SELECT untuk tirzepatide, yaitu SURMOUNT-MMO, saat ini masih berjalan dan melibatkan sekitar 15.000 peserta obesitas tanpa diabetes dengan plasebo sebagai pembanding.
Hasil dari uji ini belum dipublikasikan, sehingga bukti definitif mengenai kemampuan tirzepatide mencegah ASCVD pada populasi serupa SELECT masih harus ditunggu.
Ketahui lebih lanjut mengenai Penyakit Jantung – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya supaya kamu semakin waspada.
Data Perbandingan Langsung yang Ada Sejauh Ini
Beberapa studi observasional berbasis data dunia nyata mencoba membandingkan kedua obat secara langsung, dengan hasil yang bervariasi.
Sebuah studi besar yang dipublikasikan di Nature Medicine menganalisis data hampir satu juta pasien diabetes tipe 2 di Amerika Serikat.
Dibandingkan pembanding masing-masing, semaglutide menurunkan risiko serangan jantung dan stroke sebesar 18%, sedangkan tirzepatide menurunkan risiko gabungan stroke, serangan jantung, dan kematian sebesar 13%.
Ketika dibandingkan langsung satu sama lain, hasilnya menunjukkan manfaat yang secara umum sebanding, dengan rasio risiko 1,06.
Sebaliknya, studi observasional lain bernama STEER yang dipresentasikan di kongres European Society of Cardiology 2025 justru menemukan hasil yang lebih mencolok: pada pasien obesitas dengan ASCVD tanpa diabetes yang rutin menjalani terapi, semaglutide menunjukkan penurunan risiko kejadian kardiovaskular mayor hingga 57% lebih besar dibanding tirzepatide.
Namun, studi ini bersifat observasional dengan masa pengamatan relatif singkat (rata-rata 8-9 bulan) dan berpotensi dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik pasien yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan, sehingga hasilnya belum sekuat bukti dari uji klinis acak.
Kesimpulan
Untuk saat ini, semaglutide (Wegovy) memiliki bukti ilmiah yang lebih matang dan sudah dikonfirmasi lewat uji klinis plasebo-terkontrol berskala besar (SELECT) khusus untuk mencegah ASCVD pada orang dengan obesitas tanpa diabetes, dan manfaat ini telah diakui secara resmi oleh regulator obat.
Tirzepatide (Mounjaro) menunjukkan sinyal manfaat kardiovaskular yang menjanjikan, tetapi bukti setara pada populasi yang sama masih menunggu hasil uji klinis SURMOUNT-MMO yang sedang berjalan, sementara data perbandingan langsung yang tersedia saat ini masih beragam dan berasal dari studi observasional, bukan uji klinis acak head-to-head.
Keputusan terapi tetap sebaiknya didiskusikan bersama dokter dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan dan risiko individu.
Turunkan Berat Badan Sekaligus Jaga Fungsi Organ Tubuh dengan Halofit
Sedang mencari cara menurunkan berat badan yang cepat, aman, tetap dalam pengawasan dokter? Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc, hadir dengan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup yang disesuaikan dengan kondisi serta targetmu.
Didampingi dokter dan ahli gizi, program Halofit dirancang untuk membantu menurunkan berat badan 10–12 kg* dalam 60 hari secara sehat dan terukur.
Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih:
1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan
Cocok untuk kamu yang ingin memulai perjalanan penurunan berat badan dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari. Program ini mencakup meal plan personal dan obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan dokter sesuai kebutuhanmu.
2. Halofit Transform – Mulai dari Rp3.300.000/bulan
Program premium untuk kamu yang membutuhkan pendekatan lebih intensif melalui terapi injeksi GLP-1. Terapi ini membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung penurunan berat badan, dengan pemantauan dokter selama program.
Semua layanan tersedia melalui aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, tanpa perlu datang ke klinik.
Yuk, mulai perjalanan penurunan berat badan yang lebih terarah bersama Halofit!




