
Perlu Diketahui, Ini Tips Sehat Buat yang Suka Makan Gorengan
Kamu bisa mulai dengan membatasi porsinya dan konsumsi buah serta sayuran.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Gorengan?
- Apa Saja Bahaya Gorengan bagi Kesehatan?
- Ini Tips Sehat untuk Makan Gorengan
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Gorengan seperti pisang goreng, tahu goreng, bakwan goreng, dan masih banyak lagi, memang selalu menggiurkan. Kudapan yang diolah dengan cara digoreng ini, memiliki rasa yang gurih, enak, serta renyah di mulut. Tak heran, jika hingga kini gorengan masih ramai peminat.
Tapi di balik itu semua, kamu perlu tahu bahwa, mengonsumsi makanan yang digoreng dalam jumlah berlebih, tidak baik untuk kesehatan tubuh. Misalnya saja, dapat memicu diabetes, obesitas, masalah kolesterol, hingga penyakit kardiovaskular.
Jadi, buat kamu yang suka gorengan, perhatikan dulu tips berikut ini agar tubuh tetap sehat.
Apa Itu Gorengan?
Gorengan adalah makanan yang dimasak dengan cara merendamnya dalam minyak panas. Proses ini memberikan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
Di Indonesia, gorengan sangat populer dan mudah ditemukan, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran mewah.
Apa Saja Bahaya Gorengan bagi Kesehatan?
Meskipun lezat, konsumsi gorengan berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang perlu diwaspadai:
1. Tinggi kalori dan lemak tidak sehat
Proses menggoreng menyebabkan makanan menyerap banyak minyak. Hal ini meningkatkan kandungan kalori dan lemak, terutama lemak jenuh dan trans fat.
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan, obesitas, dan masalah kesehatan terkait lainnya. Menurut WHO, asupan lemak jenuh sebaiknya tidak lebih dari 10% total kalori harian.
2. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Lemak trans dan lemak jenuh dalam gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).
Kondisi ini memicu penumpukan plak di pembuluh darah, meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.
Kemenkes RI juga menekankan pentingnya membatasi asupan lemak jenuh dan trans fat untuk menjaga kesehatan jantung.
3. Risiko diabetes tipe 2
Konsumsi gorengan yang tinggi dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh kurang responsif terhadap insulin, sehingga gula darah sulit dikendalikan.
Semakin sering mengonsumsi gorengan, semakin tinggi risiko terkena diabetes tipe 2.
Kamu bisa cari tahu selengkapnya, Ini 5 Rekomendasi Obat Diabetes untuk Menurunkan Gula Darah Tinggi.
4. Zat berbahaya dari proses penggorengan
Proses menggoreng pada suhu tinggi dapat menghasilkan zat berbahaya seperti akrilamida, terutama pada makanan bertepung seperti kentang. Akrilamida telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dalam beberapa penelitian.
Oleh karena itu, penting untuk tidak menggoreng makanan terlalu lama atau pada suhu yang terlalu tinggi.
5. Masalah pencernaan
Gorengan yang tinggi lemak seringkali sulit dicerna oleh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan seperti perut kembung, gas, mulas, dan refluks asam lambung (heartburn).
Bagi individu yang memiliki masalah pencernaan, sebaiknya hindari konsumsi gorengan berlebihan.
Alami asam lambung berlebih bikin nggak nyaman? Ini 7 Rekomendasi Obat Asam Lambung yang Ampuh di Apotek.
6. Peradangan dan stres oksidatif
Konsumsi gorengan dapat memicu peradangan kronis dan meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh.
Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas melebihi kemampuan tubuh untuk menetralkannya.
Kondisi ini dapat berkontribusi pada berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker.
Ini Tips Sehat untuk Makan Gorengan
Untuk mengurangi dampak negatif dari mengonsumsi gorengan, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan, antara lain:
1. Batasi porsinya dan jangan terlalu sering
Saat mengonsumsi gorengan, kamu perlu membatasi jumlah konsumsinya. Selain itu, pastikan jangan terlalu sering mengonsumsi gorengan. Sebab, gorengan mengandung kadar lemak dan kolesterol yang tinggi.
American Heart Association menyebut bahwa, kadar lemak dan kolesterol tinggi bisa memicu timbulnya berbagai macam penyakit, mulai dari kolesterol, obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung.
Tips sehat yang satu ini perlu kamu ikuti, jika tak ingin terkena dampak buruk akibat makan gorengan.
2. Hati-hati membeli gorengan
Kamu mungkin sering mendengar berita tentang penjual gorengan yang menggunakan minyak jelantah, dengan alasan untuk menghemat biaya?
Minyak jelantah merupakan minyak limbah, yang berasal dari minyak bekas proses penggorengan. Biasanya minyak jelantah berwarna kehitaman, karena sudah digunakan berulang-ulang atau lebih dari 4 kali, sehingga kualitasnya menurun.
Nah, faktanya, penggunaan minyak jelantah bisa memicu efek samping negatif bagi kesehatan. Misalnya saja bisa memicu kanker, obesitas, infeksi bakteri, serta penyakit degeneratif seperti Parkinson dan Alzheimer.
Karena itu, sebaiknya kamu berhati-hati saat membeli gorengan.
Jika kolesterol naik usai mengonsumsi gorengan, coba atasi dengan beberapa obat penurun kolesterol yang bisa kamu beli dengan mudah di Toko Kesehatan Halodoc.
Rekomendasi obatnya bisa kamu cari tahu pada artikel berikut ini: 7 Rekomendasi Obat Kolesterol yang Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi.
3. Tambahkan buah dan sayuran
Jangan hanya mengonsumsi gorengan saja, tapi tambahkan juga sayur-sayuran ke dalam menu gorengan agar lebih sehat. Misalnya, kamu bisa membuat bakwan dari sayur-sayuran, makan tahu atau tempe goreng dengan gado gado, dan sebagainya.
Di sisi lain, kamu juga perlu mengonsumsi buah-buahan yang banyak, setelah makan gorengan. Tips ini berguna untuk menghambat penyerapan kolesterol jahat (LDL) di tubuh, sehingga jauh dari risiko penyakit jantung.
Ada sejumlah buah yang baik untuk kesehatan jantung. Baca informasinya pada artikel berikut ini: Inilah Buah Terbaik untuk Jantung Sehat.
4. Perhatikan bahan dan isiannya
Memasak gorengan di rumah, tentu lebih higienis dan bernutrisi tinggi. Karena kamu bisa gunakan bahan-bahan yang segar, menambahkan sayuran, serta memakai minyak goreng berkualitas.
Selain itu, hindari menambahkan terlalu banyak garam ke dalam gorengan, karena garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah.
5. Gunakan minyak sehat
Pilihlah minyak sehat seperti minyak zaitun atau olive oil, yang tidak menyebabkan penumpukan kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh, sehingga baik untuk mengolah gorengan.
Tak hanya itu, olive oil juga memiliki beragam manfaat lainnya untuk kesehatan tubuh. Informasi selengkapnya bisa kamu cari tahu pada artikel berikut ini: Penuh Nutrisi, 5 Manfaat Memasak dengan Olive Oil.
Agar gorengan tetap dapat dinikmati dan menyehatkan, kamu bisa juga menggunakan minyak canola atau minyak kelapa yang juga rendah lemak jenuh. Pada intinya, hindari penggunaan minyak nabati, terutama untuk menggoreng berulang kali.
6. Perhatikan proses memasaknya
Setelah menggoreng, pastikan juga untuk meletakkan gorengan di atas tisu dapur, guna menyerap kelebihan minyak. Ketahui 5 Ciri Minyak Goreng Sehat yang Layak Konsumsi.
Berita baiknya, gorengan seperti bakwan sayur juga dapat kamu olah menggunakan air fryer, agar penggunaan minyak gorengnya tidak terlalu banyak.
Itulah beberapa tips sehat untuk mengonsumsi gorengan. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar hal ini, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter, ya.
Dengan saran medis yang tepat, tentu penerapan gaya hidup sehat bisa semakin optimal. Cek rekomendasi dokter spesialis gizi terbaik dari aplikasi Halodoc dengan klik gambar berikut:

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli dan tepercaya.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.


