• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini Pentingnya Vitamin K untuk Newborn

Perlu Tahu, Ini Pentingnya Vitamin K untuk Newborn

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu, bahwa setiap bayi baru lahir perlu mendapatkan vitamin K lewat suntikan. Pentingnya vitamin K untuk newborn ini adalah untuk membantu proses pembekuan darah dan mencegah perdarahan yang bisa terjadi pada bayi. Vitamin K juga penting bagi bayi baru lahir karena kadar vitamin ini dalam tubuhnya masih sangat sedikit. Padahal, bayi baru lahir sangat memerlukan vitamin ini dalam jumlah yang cukup, dalam proses pembekuan darah.

Sebab, bayi yang kekurangan vitamin K akan rentan mengalami perdarahan. Jika tidak dicegah dengan pemberian vitamin K lewat suntikan, kondisi perdarahan tersebut dapat membahayakan bayi. Salah satu penyebab rendahnya kadar vitamin K dalam tubuh bayi baru lahir adalah belum berkembangnya bakteri baik penghasil vitamin K di dalam usus bayi. Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa terjadi akibat asupan vitamin K yang tidak diserap dengan baik oleh plasenta saat bayi di dalam kandungan.

Baca juga: Kenali 4 Manfaat Vitamin K bagi Tubuh

Bahaya Kekurangan Vitamin K pada Newborn

Secara umum, kekurangan vitamin K dalam tubuh bisa memicu timbulnya memar yang luas, meski hanya karena cedera kecil. Selain itu, kekurangan vitamin K juga dapat memicu timbulnya luka kecil yang terus mengucurkan darah. Pada newborn, kekurangan vitamin K atau juga disebut dengan istilah Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB), dapat menyebabkan terjadinya perdarahan di berbagai organ tubuh, seperti otak, lambung, dan usus.

Risiko newborn untuk terkena VKDB akan lebih tinggi jika ia memiliki kondisi medis tertentu, seperti atresia bilier, hepatitis, diare kronis, dan kekurangan enzim tripsin. Risiko tersebut tak hanya terjadi pada hari-hari pertama sejak kelahiran bayi, tetapi juga hingga bayi bisa mengonsumsi MPASI atau saat berusia 6 bulan.

Baca juga: 5 Manfaat Vitamin E untuk Kesehatan

Jika perdarahan terjadi di otak, bayi berisiko mengalami kerusakan otak permanen. Namun selain di otak, perdarahan juga bisa dialami bayi pada bagian tubuh lain, seperti saluran cerna, hidung (mimisan), hingga tali pusarnya. Bayi yang mengalami perdarahan berat biasanya memerlukan transfusi darah atau bahkan harus menjalani operasi. Jika ingin tahu lebih lanjut, kamu bisa tanyakan pada dokter di aplikasi Halodoc.

Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin K pada Newborn

Perdarahan akibat kekurangan vitamin K pada newborn bisa dicegah dengan mudah. Dengan memberikan suntikan vitamin K ke bagian otot paha bayi segera setelah ia lahir. Namun terkadang, suntik vitamin K bisa ditunda hingga 6 jam setelah bayi lahir, agar ibu bisa melakukan inisiasi menyusui dini terlebih dahulu. Setelah disuntikkan, sebagian besar vitamin K tersebut akan disimpan di organ hati dan digunakan dalam proses pembekuan darah.

Baca juga: Jangan Sembarangan, Ini 4 Tips Beri Suplemen untuk Anak

Selain lewat suntikan, pemberian vitamin K bisa dilakukan dengan cara lain, yaitu meneteskan suplemen vitamin K dalam bentuk obat tetes. Namun, penyerapannya tidak akan seefektif vitamin K yang diberikan lewat suntikan. Oleh sebab itu, hingga saat ini, pemberian vitamin K pada newborn yang paling umum dilakukan adalah melalui suntikan.

Lebih lanjut, selain melalui suntikan dan suplemen yang diteteskan, asupan vitamin K pada newborn juga dapat diperoleh dari ASI. Ibu bisa memberikan ASI eksklusif untuk memenuhi kebutuhan vitamin K Si Kecil, meski jumlah vitamin K yang terkandung di dalam ASI hanya sedikit.

Referensi:
Baby Centre UK. Diakses pada 2020. Vitamin K.
Healthy Children, American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2020. Where We Stand: Administration of Vitamin K.
Kid’s Health. Diakses pada 2020. Why Do Newborns Need a Vitamin K Shot?
US National Library of Medicine, National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Vitamin K Deficiency Bleeding of the Newborn.
Stanford Children's Health. Diakses pada 2020. Eye Medicine and Vitamin K Injection for Newborns.