• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perokok Pasif Bisa Alami Pneumonia, Ini Penyebabnya

Perokok Pasif Bisa Alami Pneumonia, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc,  Jakarta - Merokok bukan hanya berbahaya bagi pelakunya saja, tapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Orang-orang yang bukan perokok tapi ikut menghirup asap rokok dikenal dengan sebutan perokok pasif. Jangan salah, menjadi perokok pasif bukanlah hal yang aman dilakukan. Meskipun kamu tidak merokok, tapi berada di lingkungan yang penuh dengan asap rokok dapat menimbulkan efek negatif, sama seperti perokok itu sendiri.

Baca juga: 5 Penyakit Ini Mengintai Perokok Aktif

Ini Penyebab Perokok Pasif Bisa Alami Pneumonia

Perokok pasif memiliki risiko yang sama dengan perokok itu sendiri. Alasannya adalah nikotin dan racun lain yang terkandung dalam asap rokok. Parahnya lagi, perokok pasif yang memiliki sistem imunitas tubuh yang lemah akan rentan mengidap sejumlah masalah kesehatan yang berbahaya, salah satunya adalah pneumonia, atau yang lebih dikenal dengan istilah paru-paru basah. 

Pengidap kondisi tersebut akan mengalami peradangan pada kantung-kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru sekaligus. Pada pengidapnya, kantung-kantung udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru atau alveolus akan meradang dan dipenuhi dengan cairan atau nanah. Akibatnya, pengidap akan mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil.

Baca juga: Perokok Pasif juga Berisiko Terkena Kanker Paru

Perokok Pasif, Waspadai Berbagai Penyakit yang Mengintai

Ternyata,  bukan hanya pneumonia saja yang menjadi bahaya perokok pasif. Saat kamu sering berada di lingkungan yang penuh asap rokok, berbagai masalah kesehatan berikut ini mengintai:

  • Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi ketika adanya sel ganas yang terbentuk dalam organ paru-paru. Saat menjadi perokok pasif, risiko seseorang mengidap kanker paru-paru akan meningkat sebanyak 20-30 persen. Kanker paru-paru sendiri merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia.

  • Asma

Serangan asma bisa dipicu berbagai hal, seperti infeksi virus, alergi, melakukan aktivitas fisik berat, perubahan cuaca, merokok, hingga menjadi perokok pasif. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi obat dari dokter, tapi jika dibiarkan, asma akan berdampak buruk bagi pengidapnya. 

  • Jantung

Asap rokok akan menyebabkan penimbunan lemak dalam arteri yang disebut dengan atherosclerosis. Saat arteri mengalami penyempitan, pasokan darah menuju organ jantung akan berkurang dan memicu timbulnya penyakit jantung.

  • Bahaya pada Ibu Hamil

Rokok mengandung nikotin yang memiliki efek buruk pada janin, bahkan dapat menyebabkan keguguran. Jika ibu hamil sering terpapar asap rokok, bukan hanya janin yang mengalami masalah pertumbuhan, janin bahkan dapat mengalami kematian.

Selain beberapa penyakit tersebut, penyakit pada pernapasan merupakan masalah umum yang terjadi di kalangan perokok aktif, baik anak-anak, maupun orang dewasa. Jika kamu sering berada di lingkungan dengan banyak asap rokok, sebaiknya hindari mulai sekarang. Jika kamu mengalami sesak napas atau masalah pernapasan lainnya, segera temui dokter di rumah sakit terdekat untuk mengetahui kondisi kesehatanmu secara pasti.

Baca juga: Alasan Perokok Pasif Lebih Berbahaya dari yang Aktif

Adakah Langkah Pencegahan Pneumonia?

Selain menjauhi lingkungan yang penuh dengan asap rokok, para perokok pasif dapat melakukan langkah pencegahan pneumonia dengan beberapa langkah sederhana berikut ini:

  • Menjalani vaksinasi. Vaksin yang diberikan adalah Hib dan PCV. Vaksin yang diberikan untuk anak-anak akan berbeda dengan orang dewasa.

  • Perbaiki sistem imun tubuh. Memiliki sistem imunitas tubuh yang baik dapat dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, cukup istirahat, rutin berolahraga, serta kelola stres dengan baik.

  • Menjaga kebersihan. Menjaga kesehatan diri sendiri, seperti rajin mencuci tangan agar penyebaran virus atau bakteri penyebab pneumonia dapat dicegah.

Pneumonia merupakan penyakit berbahaya yang dapat terjadi pada siapapun. Risiko kematian akan sangat tinggi ketika dialami oleh anak-anak. Lakukan langkah pencegahan dengan melakukan serangkaian langkah pencegahan tersebut.

Referensi: 

Research Gate. Diakses pada 2020. Influence of Passive Smoking and Parental Phlegm on Pneumonia and Bronchitis in Early Childhood.

American Lung Indonesia. Diakses pada 2020. 9 of the Worst Diseases You Can Get from Secondhand Smoke.

Better Health. Diakses pada 2020. Passive Smoking.