• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pria Alami Gangguan Testosteron Sebabkan Penurunan Libido

Pria Alami Gangguan Testosteron Sebabkan Penurunan Libido

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Testosteron bukan satu-satunya bahan bakar untuk gairah dan kinerja seks pada pria. Meski begitu, gangguan testosteron dapat mengurangi kemampuan pria untuk melakukan hubungan intim yang memuaskan. Kurangnya dorongan seks atau libido serta disfungsi ereksi adalah masalah seksual yang dapat disebabkan oleh testosteron rendah. 

Sementara itu, penurunan libido tidak terjadi secara tiba-tiba. Biasanya gairah seksual mengalami penurunan secara bertahap, mulai dari beberapa bulan sampai beberapa tahun. Penting untuk memahami beberapa penyebab penurunan libido pada pria dan cara mengatasinya. 

Baca juga: 9 Ciri Gangguan Testosteron

Gangguan Testosteron dan Penyebab Penurunan Libido

Sebenarnya belum terungkap bagaimana testosteron meningkatkan libido. Dorongan seksual dapat berubah dalam diri setiap pria dari waktu ke waktu dan dipengaruhi oleh stres, tidur, dan peluang untuk berhubungan intim. Karena alasan ini, mendefinisikan dorongan seksual “normal” nyaris mustahil. Biasanya, seorang pria mengidentifikasi kurangnya dorongan seks atau libido sebagai masalah.

Gejala gangguan testosteron rendah tidak selalu seperti perasaan pria tidak memiliki libido. Beberapa pria bisa mempertahankan hasrat seksual pada tingkat testosteron yang relatif rendah. Untuk pria lainnya, libido mungkin rendah, bahkan dengan kadar testosteron normal. Namun, testosteron rendah adalah salah satu kemungkinan penyebab libido rendah. Jika testosteron menurun cukup jauh, hampir semua pria akan mengalami penurunan libido juga. 

Gangguan testosteron rendah hanyalah salah satu penyebab rendahnya libido. Stres, kurang tidur, depresi, dan penyakit medis kronis juga dapat mengurangi gairah seks pria. 

Baca juga: Pria dengan Kondisi Ini Berisiko Terkena Hipogonadisme

Inilah yang Terjadi saat Mengalami Gangguan Testosteron

Gejala yang terjadi saat gangguan testosteron pada pria mungkin tidak banyak disadari. Beberapa gejala yang akan dialami yang perlu kamu sadari yaitu:

  • Mengalami gangguan ereksi.
  • Mengalami penurunan massa otot.
  • Sering mengantuk setelah makan.
  • Kehilangan gairah berhubungan intim.
  • Rambut-rambut di tubuh mulai mengalami kerontokan. 

Jika kondisi tersebut sudah diketahui lebih awal, kondisi tersebut masih bisa diatasi dengan melakukan terapi hormon. Gunanya adalah untuk memperbaiki massa otot dan menurunkan kadar gula darah. 

Cara Meningkatkan Libido Pria

Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan libido pria. Namun, cara yang harus dipilih sebaiknya disesuaikan dengan penyebab terjadinya penurunan libido. Umumnya, libido pria dapat ditingkatkan dengan:

  • Menjalankan pola hidup sehat. Mulailah untuk membiasakan pola hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, olahraga secara teratur, menghindari stres, dan tidur secara teratur. 
  • Jalani psikoterapi. Cara ini dapat dilakukan jika penurunan libido disebabkan oleh masalah kesehatan mental, seperti stres atau depresi. 
  • Mengganti obat-obatan yang dikonsumsi. Apabila penurunan libido disebabkan oleh konsumsi obat tertentu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti jenis obat yang diberikan. 
  • Lakukan terapi testosteron. Terapi dapat membantu kamu meningkatkan libido, karena testosteron merupakan hormon yang paling memengaruhi gairah seksual pria. 

Baca juga: Suntik Hormon Testosteron, Ketahui Manfaat dan Bahayanya

Selain sejumlah cara tersebut, libido pria juga dapat ditingkatkan melalui komunikasi yang baik antara suami dan istri. Apabila libido kamu menurun, sebaiknya komunikasinya semuanya pada pasangan. Kalau penurunan libido terjadi secara berlarut-larut, bicarakan segera pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan yang lebih tepat. Komunikasi dengan dokter kini lebih mudah dilakukan kapan dan di mana saja melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Low Testosterone and Sex Drive.
Healthline. Diakses pada 2020. All About the Male Sex Drive.