
Rahang Sakit: Ketahui Penyebab dan Penanganannya
Rahang sakit bisa disebabkan oleh stres, cedera, atau gangguan sendi dan perlu penanganan yang tepat.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Rahang Sakit?
- Mengapa Kamu Bisa Mengalami Rahang Sakit?
- Gejala Utama Ketika Rahang Sakit
- Bagaimana Cara Menangani Rahang Sakit?
- Tips Pencegahan Agar Rahang Tidak Kembali Sakit
- Kapan Harus ke Dokter Untuk Rahang Sakit?
- Kesimpulan
Pernahkah kamu bangun tidur dengan rasa nyeri di sekitar pipi atau rahang yang terasa kaku saat membuka mulut? Kondisi ini bisa jadi tanda rahang sakit, yang sering kali diabaikan karena dianggap sepele.
Padahal, rahang sakit bisa memengaruhi kemampuanmu makan, berbicara, hingga menimbulkan sakit kepala kronis bila tidak ditangani dengan benar.
Memahami penyebab dan cara mengatasinya penting supaya kamu bisa mencegah kondisi ini makin parah.
Apa Itu Rahang Sakit?
Rahang sakit adalah kondisi ketika kamu merasakan nyeri, kaku, atau ketegangan di area rahang, baik di otot maupun sendi yang menghubungkan rahang dengan tengkorak. Bagian ini juga bisa disebut sendi temporomandibular.
Gangguan pada sendi ini dikenal sebagai Temporomandibular Disorder (TMD). TMD mencakup lebih dari 30 jenis kelainan yang memengaruhi otot dan sendi rahang.
Rahang sakit bukan sekadar rasa pegal biasa. Bila dibiarkan, kamu bisa mengalami kesulitan mengunyah, berbicara, atau membuka mulut lebar.
Mengapa Kamu Bisa Mengalami Rahang Sakit?
Rahang sakit bisa muncul karena banyak faktor. Beberapa di antaranya melibatkan kebiasaan sehari-hari dan kondisi medis tertentu. Berikut penyebab paling umum:
1. Kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism)
Kamu mungkin tidak sadar sering menggertakkan gigi saat stres atau tidur. Kebiasaan ini memberi tekanan besar pada otot dan sendi rahang hingga menyebabkan nyeri. Pahami lebih lanjut apa itu Bruxism – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya di sini.
2. Cedera atau trauma rahang
Benturan di area wajah, operasi gigi panjang, atau kecelakaan bisa menyebabkan peradangan sendi rahang dan memicu rahang sakit.
Kamu juga perlu memahami kondisi Mulut dan Gigi – Informasi Kesehatan dan Perawatannya agar selalu terjaga baik.
3. Gangguan pada sendi rahang (TMD)
Ketika cakram sendi bergeser dari posisinya, rahang bisa terasa berbunyi “klik” saat dibuka atau ditutup, disertai rasa nyeri.
4. Stres emosional
Stres kronis membuat otot tubuh menegang, termasuk otot rahang. Akibatnya, kamu mungkin menahan rahang atau menggertakkan gigi tanpa sadar.
5. Kondisi medis lain
Beberapa gangguan seperti arthritis atau infeksi sinus juga bisa menimbulkan rahang sakit karena peradangan menjalar ke area sekitar sendi.
Gejala Utama Ketika Rahang Sakit
Selain nyeri, ada beberapa tanda lain yang bisa muncul bersamaan, seperti:
- Rahang terasa kaku, terutama setelah bangun tidur.
- Suara “klik” atau “pop” saat membuka mulut.
- Sakit kepala atau nyeri di sekitar telinga.
- Kesulitan membuka mulut lebar atau mengunyah makanan keras.
- Nyeri menjalar ke leher dan bahu.
Jika kamu mengalami gejala tersebut secara berulang, kemungkinan besar penyebabnya bukan sekadar lelah, melainkan gangguan sendi rahang yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Nah, berikut ini Daftar Dokter Gigi yang Bisa Bantu Atasi Gangguan Kesehatan Mulut.
Bagaimana Cara Menangani Rahang Sakit?
Penanganan rahang sakit tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Kamu bisa mulai dari langkah sederhana di rumah sampai mendapatkan bantuan medis.
1. Perawatan rumahan
- Istirahatkan rahang: Hindari makanan keras dan kunyahan berlebihan.
- Kompres hangat atau dingin: Kompres dingin membantu saat nyeri baru muncul, sedangkan hangat untuk mengurangi kekakuan otot.
- Latihan rahang ringan: Gerakan sederhana seperti membuka dan menutup mulut perlahan dapat meningkatkan fleksibilitas sendi.
- Kelola stres: Teknik pernapasan, meditasi, atau yoga bisa membantu mengurangi ketegangan otot rahang.
2. Perawatan medis
Jika rahang sakit tidak membaik dalam beberapa minggu, konsultasikan ke dokter atau dokter gigi. Dokter mungkin akan merekomendasikan:
- Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau naproxen.
- Penggunaan pelindung gigi (mouth guard) saat tidur untuk mencegah bruxism.
- Terapi fisik untuk melatih otot rahang.
- Dalam kasus berat, operasi sendi rahang bisa menjadi pilihan terakhir.
Tips Pencegahan Agar Rahang Tidak Kembali Sakit
Supaya rahang sakit tidak kambuh, kamu bisa melakukan hal-hal berikut:
- Hindari mengunyah permen karet terlalu sering.
- Perhatikan postur saat bekerja atau menggunakan gadget — posisi leher dan kepala yang salah bisa menambah tekanan pada rahang.
- Hindari kebiasaan menahan rahang saat stres.
- Lakukan peregangan otot wajah setiap beberapa jam bila kamu sering berbicara atau bekerja di depan komputer.
- Jaga pola tidur dan makan dengan baik agar otot rahang tidak kelelahan.
Kapan Harus ke Dokter Untuk Rahang Sakit?
Kamu sebaiknya segera periksa ke dokter bila:
- Nyeri rahang disertai bengkak, demam, atau kesulitan membuka mulut.
- Rahang mengeluarkan bunyi keras atau terkunci di satu posisi.
- Nyeri menjalar hingga ke telinga atau menyebabkan pusing.
- Rasa sakit tidak hilang meski sudah diobati sendiri selama 1–2 minggu.
Menunda pemeriksaan bisa membuat rahang sakit berkembang menjadi masalah kronis seperti Temporomandibular Joint Disorder (TMD) yang lebih sulit diobati.
Kesimpulan
Rahang sakit adalah kondisi yang sering diabaikan, padahal bisa mengganggu aktivitas dasar seperti makan, berbicara, dan tidur.
Penyebabnya beragam, mulai dari stres hingga gangguan sendi rahang. Penyebab-penyebab tersebut memerlukan pendekatan yang berbeda untuk diatasi.
Jika kamu tiba-tiba mengalami sakit rahang, sebaiknya hubungi dokter spesialis gigi dan mulut di Halodoc untuk mendapatkan saran pertolongan pertama yang tepat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



