• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Reaksi Antibiotik Bisa Timbulkan Efek Eritema Nodosum

Reaksi Antibiotik Bisa Timbulkan Efek Eritema Nodosum

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Eritema nodosum adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh reaksi terhadap infeksi atau obat-obatan. Reaksi tersebut bisa mengakibatkan benjolan lembut dan merah yang biasanya muncul di area tubuh, seperti tulang kering, pergelangan kaki, paha, lengan, bahkan wajah.

Antibiotik biasanya jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan eritema nodosum. Selain antibiotik, konsumsi bromida, Iodida, dan pil KB adalah obat-obatan lain yang dapat menyebabkan kondisi ini. Informasi selengkapnya mengenai eritema nodosum bisa dibaca di bawah ini!

Bukan Kondisi yang Parah

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh University of Rochester Medical Center disebutkan kalau eritema nodosum biasanya bukan kondisi serius. Gejala seringnya hilang dalam kurun waktu enam minggu. Namun, gejalanya bisa muncul lagi di waktu-waktu tertentu. Biasanya ketika benjolan memudar bekasnya akan terlihat seperti memar. 

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Nyeri pada Memar

Siapa pun dapat mengalami eritema nodosum. Namun, hal-hal berikut ini dapat meningkatkan risiko:

  1. Perempuan lebih berisiko mengalami eritema nodosum.

  2. Berada di usia 20-an.

  3. Memiliki keluarga dengan riwayat yang sama.

  4. Memiliki penyakit radang usus.

Adapun gejala dari eritema nodosum adalah merah dan benjolan sakit di tulang kering, demam, kelelahan, nyeri sendi atau pembengkakan, dan pembesaran kelenjar getah bening di dada. Gejala-gejala ini mungkin terlihat seperti masalah kondisi kulit lainnya. 

Untuk memastikan apakah kamu memang mengalami eritema nodosum, tanyakan saja langsung di HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Dengan bertanya langsung kepada medis, kamu akan dapat mengetahui pasti penyakit yang diderita. Kemungkinan besar kamu juga akan menjalani tes, beberapa tesnya berikut ini: 

  1. Tes darah. Sampel darah dapat membantu mengidentifikasi atau menyingkirkan kemungkinan penyebabnya, seperti infeksi.

  2. Biopsi. 

  3. Swab tenggorokan. Ini dapat dilakukan untuk memeriksa radang tenggorokan yang merupakan salah satu penyebab paling umum dari eritema nodosum.

  4. Tes lainnya. Penyedia layanan kesehatan mungkin menggunakan tes lain, seperti rontgen atau kultur tinja untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan lain penyebab gangguan kondisi kulit.

Baca juga: Jarang Mencukur Bulu Ketiak, Adakah Manfaatnya?

Sebagai informasi tambahan, eritema nodosum dapat terjadi tanpa penjelasan pasti. Selain penggunaan obat-obatan termasuk antibiotik, penyebab umum lainnya adalah radang tenggorokan, ataupun infeksi streptokokus.

Biasanya seiring dengan kemunculan benjolan, gejala lain akan muncul termasuk demam dan nyeri sendi. Maka dari itu, untuk memastikan kondisi pemeriksaan fisik dapat membantu mendiagnosis masalah kulit ini. Tes-tes lain mungkin mengungkap penyebab yang mendasarinya.

Pengobatan akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum. Kemudian, pertimbangan lainnya tentu saja tergantung pada seberapa parah kondisi tersebut. Bisa jadi kamu tidak memerlukan perawatan jika mengalami eritema nodosum ringan. 

Jika kamu membutuhkan perawatan, beberapa rekomendasi perawatan termasuk:

  1. Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri yang mendasarinya.

  2. Pengobatan lain untuk penyebab tertentu yang mendasari, sehingga memberikan reaksi tersebut

  3. Istirahat di tempat tidur dan menempatkan kaki pada ketinggian guna meringankan rasa sakit

  4. Pemberian obat antiinflamasi nonsteroid

  5. Kortikosteroid oral

  6. Obat yang disebut potassium iodide

Tidak ada cara untuk mencegah eritema nodosum. Pencegahan yang dilakukan adalah dengan mencegah penyebab yang mendasarinya. Namun, seringnya setengah dari eritema nodosum tidak dapat diketahui penyebab pastinya. Bicarakan langsung keluhan kesehatan kamu di Halodoc untuk mendapatkan informasi lebih pastinya.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2020. Erythema Nodosum.
University of Rochester Medical Center. Diakses pada 2020. Erythema Nodosum.
EMedicineHealth. Diakses pada 2020. Erythema Nodosum.