• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Redakan Nyeri Haid dengan Gerakan Olahraga Ini

Redakan Nyeri Haid dengan Gerakan Olahraga Ini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Dismenore, atau nyeri menstruasi, terjadi pada sebagian besar perempuan. Setidaknya, hampir 90 persen perempuan mengalami kondisi tidak menyenangkan ini, bahkan membuat mereka tidak mampu beraktivitas dan hanya bisa menghabiskan waktu di tempat tidur hingga nyeri menghilang. 

Namun, sebenarnya kamu tidak perlu khawatir, karena olahraga ternyata bisa membantu meringankan nyeri haid yang menjadi musuh bulanan ini. Dikutip dari laman WebMD, olahraga mampu mengurangi kram karena membantu melepaskan beta-endorfin yang merupakan opioid internal. 

Gerakan Olahraga Penghilang Nyeri Menstruasi

Lebih lanjut, Paula Castano, asisten profesor kandungan di Columbia University College of Physicians and Surgeons di New York menuturkan, bentuk olahraga terbaik untuk meredakan nyeri menstruasi adalah latihan aerobik atau gerakan yang membantu meningkatkan detak jantung, seperti jalan cepat, bersepeda atau berenang. Bisa juga dengan melakukan yoga. 

Baca juga: Payudara Sakit Sebelum Haid, Ini Cara Menanganinya

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Education and Health Promotion mengungkapkan, olahraga aerobik dengan intensitas sedang dapat mengurangi atau mencegah terjadinya nyeri menstruasi. Terlebih jika dibarengi dengan aktivitas yang meningkatkan kesehatan mental. Nah, selain aerobik, berikut beberapa gerakan olahraga untuk meredakan nyeri menstruasi:

  • Forward Bend

Gerakan pertama adalah forward bend atau menikung ke depan. Caranya, berdiri dengan kaki lurus dan tangan di samping. Angkat kedua tangan ke atas, lalu dengan perlahan, turunkan hingga tangan menyentuh mata kaki, dengan posisi kaki masih lurus. Kalau kamu tidak bisa menyentuh mata kaki atau lantai, tekuk lutut sedikit. Tahan hingga hitungan 60 detik. 

Baca juga: Siklus Menstruasi Tidak Normal, Kapan Harus ke Dokter?

  • Yoga

Menurut studi yang dipublikasikan dalam The International Journal of Environmental Research and Public Health, wanita di Taiwan yang melakukan yoga jangka pendek melaporkan lebih sedikit mengalami gejala pramenstruasi fisik yang terkait dengan risiko nyeri menstruasi yang lebih rendah. Selain itu, yoga dikenal membantu meningkatkan energi, mengurangi kecemasan berlebihan, hingga memperbaiki suasana hati. 

  • Head-to-Knee Pose

Selanjutnya adalah gerakan head-to-knee-pose atau kepala menyentuh lutut. Awali dengan posisi duduk, kaki terentang. Lalu, tekuk lutut kanan dan posisikan kaki di bagian dalam paha kiri atas. Tarik napas dan angkat lengan, kemudian buang napas dan condongkan tubuh ke depan dengan kaki kiri. Pastikan dahi menempel pada paha. Tahan selama 30 detik, lalu tarik napas dan kembali ke posisi duduk. Ulangi pada sisi yang bergantian. 

Baca juga: Mimisan saat PMS, Berbahayakah?

  • Wide-Angle Forward Bend

Gerakan ini dimulai dengan duduk tegak di lantai, kaki terentang selebar mungkin. Kamu juga bisa menggunakan bantal jika merasa kurang nyaman. Lalu, tarik napas dan arahkan lengan ke samping dan ke atas. Buang napas, lalu tekuk tubuh ke depan, rentangkan kedua tangan ke depan dan letakkan di lantai. Tekuk lutut ke atas, dan letakkan dahi di lantai, tahan selama 1 menit. 

Nah, itu tadi beberapa gerakan olahraga yang bisa membantu mengurangi nyeri menstruasi. Kamu juga bisa menanyakan langsung pada dokter bagaimana cara tepat mengatasi dismenore ini, gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan kamu chat dengan dokter setiap saat. Jadi, tidak ada lagi keluhan nyeri haid, ya!



Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2020. Exercise: SOS for Menstrual Cramps
Journal of Education and Health Promotion. Diakses pada 2020. The Effect of Aerobic Exercise on Primary Dysmenorrhea: A Clinical Trial Study
International Journal of Environmental Research and Public Health. Diakses pada 2020. Effect of Yoga Exercise on Premenstrual Symptoms among Female Employees in Taiwan