
Resep Macaroni Schotel Kukus Lembut yang Praktis dan Lezat
Coba resep macaroni schotel kukus yang lembut, praktis, dan bikin nagih di rumah hari ini.

DAFTAR ISI
- Resep Macaroni Schotel Kukus
- Tips Memasak dan Menyimpan
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Macaroni schotel kukus adalah hidangan gurih dengan tekstur lembut yang cocok untuk sarapan, bekal, atau camilan keluarga. Cara membuatnya cukup praktis karena tidak membutuhkan oven dan dapat dimasak menggunakan kukusan.
Resep ini memadukan makaroni, telur, susu, keju, dan bahan pelengkap seperti daging cincang atau sayuran. Dengan takaran yang tepat, macaroni schotel kukus terasa lembut, mengenyangkan, dan mudah disesuaikan dengan selera.
Resep Macaroni Schotel Kukus
Untuk 4–6 porsi, siapkan 150 gram makaroni, 2 butir telur, 250 ml susu cair, 100 gram keju parut, 100 gram daging cincang atau ayam suwir, 1 buah wortel kecil, 1/2 bawang bombai, 2 siung bawang putih, 1/2 sendok teh garam, dan sedikit merica. Rebus makaroni hingga al dente, lalu tiriskan.
Tumis bawang putih, bawang bombai, daging, dan wortel hingga matang. Campurkan makaroni dengan tumisan, telur, susu, sebagian keju, garam, dan merica, kemudian tuang ke loyang atau wadah tahan panas yang sudah diolesi sedikit minyak.
Taburkan sisa keju di atas adonan. Kukus selama sekitar 30–40 menit dengan api sedang hingga adonan set dan matang, lalu diamkan sebentar sebelum dipotong agar bentuknya tidak mudah hancur.
Jumlah kalori macaroni schotel kukus diperkirakan sekitar 250–350 kalori per porsi, tergantung jenis susu, banyaknya keju, daging, dan ukuran sajian. Makaroni menjadi sumber karbohidrat, telur dan daging menyediakan protein, sedangkan wortel menambah serat serta vitamin; untuk hidangan yang lebih seimbang, sajikan bersama sayuran dan perhatikan porsi keju serta garam.
Tips Memasak dan Menyimpan
- Jangan merebus makaroni terlalu lama agar teksturnya tidak lembek setelah dikukus.
- Gunakan api sedang dan bungkus tutup kukusan dengan kain agar uap air tidak menetes ke permukaan adonan.
- Tambahkan sayuran seperti brokoli, bayam, atau jagung secukupnya untuk meningkatkan variasi nutrisi.
- Simpan macaroni schotel matang dalam wadah tertutup di lemari es dan konsumsi dalam waktu yang wajar. Panaskan kembali hingga merata sebelum disajikan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika setelah mengonsumsi makanan muncul sesak napas, pembengkakan pada wajah atau bibir, muntah berulang, diare berat, atau tanda dehidrasi. Keluhan tersebut dapat memerlukan penilaian medis, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit tertentu.
Untuk keluhan kesehatan yang mengkhawatirkan setelah makan, konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam dapat membantu menentukan langkah berikutnya.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Kamu dapat berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan dengan dokter secara praktis dari rumah. Dokter akan membantu memberikan informasi awal dan menentukan apakah kamu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Referensi
World Health Organization. Healthy diet. Diakses pada 2026.
PubMed. Dietary patterns, nutrition, and health outcomes. Diakses pada 2026.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Informasi nilai gizi pada pangan olahan. Diakses pada 2026.
WebMD. Health benefits of pasta. Diakses pada 2026.
Kementerian Kesehatan RI. Pedoman gizi seimbang. Diakses pada 2026.
FAQ
Apakah macaroni schotel bisa dibuat tanpa oven?
Bisa. Macaroni schotel dapat dikukus menggunakan wadah tahan panas hingga adonan matang dan set.
Berapa lama macaroni schotel dikukus?
Umumnya sekitar 30–40 menit dengan api sedang. Lama memasak dapat berbeda tergantung ukuran wadah dan banyaknya adonan.
Apakah susu bisa diganti?
Susu cair dapat diganti dengan susu bebas laktosa sesuai kebutuhan. Perubahan bahan dapat memengaruhi rasa dan tekstur akhir.
Bagaimana agar macaroni schotel tidak terlalu lembek?
Rebus makaroni hingga al dente dan tiriskan dengan baik sebelum dicampurkan. Hindari mengukus terlalu lama karena adonan dapat menjadi terlalu padat atau berair.




