• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Kaki Disertai Demam, Waspada Gejala Chikungunya

Sakit Kaki Disertai Demam, Waspada Gejala Chikungunya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta -  Selama pandemi COVID-19 berlangsung, kebanyakan orang hanya menaruh perhatian pada upaya pencegahan penyakit ini saja. Padahal banyak jenis penyakit lain yang juga perlu diperhatikan supaya tidak semakin menyebar. Selain demam berdarah, salah satu penyakit lainnya yang belakangan mulai mewabah adalah chikungunya. Sebanyak 30 kepala keluarga di Tasikmalaya, Jawa Barat dilaporkan telah menunjukkan gejala dari penyakit chikungunya. 

Sepekan terakhir, 3 hingga 6 orang dalam satu keluarga di Tasikmalaya mulai merasakan gejala. Gejala ini meliputi demam, sakit kepala, sakit pada bagian kaki, hingga kelumpuhan sementara. Tidak hanya menyerang orang dewasa, gejala ini juga dirasakan lansia dan balita.  

Baca juga: Bukan Cuma Demam Tinggi, Ini 7 Gejala Chikungunya

Disebabkan oleh Gigitan Nyamuk

Demam Chikungunya adalah penyakit akibat virus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes albopictus. Demam chikungunya umumnya berlangsung dari 5-7 hari dan sering menyebabkan sakit pada kaki, terutama area sendi yang biasanya cukup parah sehingga bisa melumpuhkan kaki untuk periode tertentu. Meskipun tidak mengancam jiwa, efek kelumpuhan yang terjadi akibat chikungunya bisa menurunkan kualitas hidup pengidapnya. 

Sayangnya, hingga kini tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi penyakit ini. Namun, obat analgesik dan obat antiinflamasi non-steroid bisa diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan yang terjadi. Vaksin untuk melawan virus ini hingga hari ini belum ditemukan, sehingga langkah-langkah pencegahan sepenuhnya berfokus pada pencegahan gigitan nyamuk pada siang hari serta menjaga kebersihan lingkungan untuk menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk.

Baca juga: Mengapa Lansia Rentan Terkena Penyakit Chikungunya?

Langkah Pencegahan Chikungunya

Strategi utama untuk mencegah chikungunya adalah menghindari gigitan nyamuk di siang hari. Nah, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari gigitan nyamuk, yaitu: 

  • Mengenakan pakaian yang menutupi kulit sebanyak mungkin.

  • Menggunakan lotion anti nyamuk pada kulit yang terbuka sesuai dengan instruksi label.

  • Menggunakan kelambu untuk melindungi bayi, orang tua dan orang sakit dan orang lain yang beristirahat di siang hari. Efektivitas kelambu dapat ditingkatkan dengan mengobatinya dengan insektisida yang direkomendasikan WHO.

  • Menggunakan obat nyamuk bakar dan obat nyamuk semprot di siang hari.

Nyamuk Aedes yang menularkan virus chikungunya berkembang biak di berbagai wadah berisi air hujan. Wadah ini bisa ditemukan di sekitar rumah tinggal dan tempat kerja, seperti wadah penyimpanan air, piring di bawah tanaman pot, mangkuk minum untuk hewan peliharaan, serta ban dan wadah makanan yang sudah dibuang. 

Kamu perlu melakukan beberapa hal untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk. Caranya antara lain:

  • Mengubur wadah yang sudah dibuang di sekitar rumah.

  • Untuk wadah yang sedang digunakan, balikkan atau kosongkan setiap 3-4 hari untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk termasuk wadah berisi air di dalam ruangan. 

Penyakit chikungunya tidak dapat disepelekan. Pasalnya antara Februari dan Oktober 2006 saja, ada lebih dari 1,25 juta orang di India dan Asia Selatan terinfeksi virus chikungunya. Perluasan geografis wabah chikungunya dalam beberapa tahun terakhir seharusnya menyadarkan kita bahwa program pengendalian berkelanjutan harus terus dilakukan. Tak hanya untuk penyakit chikungunya, tetapi juga untuk berbagai penyakit penyakit menular yang disebarkan oleh serangga lainnya seperti demam berdarah, malaria, dan lain-lain. 

Baca juga: Inilah Metode Pengobatan pada Kasus Chikungunya

Itulah informasi mengenai penyakit chikungunya dan langkah-langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan. Jika kamu masih ingin tahu lebih banyak mengenai penyakit ini, kamu bisa bertanya pada dokter di Halodoc melalui chat. Dokter akan selalu siaga menjawab pertanyaanmu kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
CNN Indonesia. Diakses pada 2020. 30 Keluarga Terindikasi Terjangkit Chikungunya di Tasikmalaya.
CDC. Diakses pada 2020. Chikungunya.
WHO. Diakses pada 2020. What is Chikungunya Fever?