Ad Placeholder Image

Sakit Leher dan Lengan Akibat Sindrom Servikobrakial

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 12 Agustus 2026

Kenali Gejala Cervicobrachial Syndrome dan Cara Tepat Mengatasinya agar Leher Kembali Nyaman.

Sakit Leher dan Lengan Akibat Sindrom ServikobrakialSakit Leher dan Lengan Akibat Sindrom Servikobrakial

DAFTAR ISI


Sindrom servikobrakial terjadi ketika ada tekanan atau iritasi pada saraf leher yang memengaruhi pengiriman sinyal ke lengan. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri, kesemutan, atau kelemahan otot yang menjalar dari leher hingga ke tangan, dan biasanya berkaitan dengan masalah tulang belakang leher atau cakram spinal.

Gejala sindrom servikobrakial bisa memburuk dengan gerakan tertentu, duduk lama, atau postur tubuh yang buruk, terutama pada pekerja kantor atau pengguna ponsel berlebihan. Pengobatan perlu disesuaikan dengan penyebabnya, mulai dari istirahat, terapi fisik, hingga penggunaan obat pereda nyeri dan relaksan otot.

Penyebab dan Gejala Sindrom Servikobrakial

Sindrom servikobrakial biasanya disebabkan oleh herniasi diskus, osteoartritis, atau stenosis spinal yang menekan akar saraf leher. Gejala khasnya meliputi nyeri tajam yang menjalar dari leher ke bahu, lengan, hingga jari-jari, disertai kesemutan atau mati rasa. Kadang, otot lengan terasa lemah saat mengangkat benda ringan, bahkan saat menggenggam sesuatu. Kondisi ini tidak jarang disalahartikan sebagai nyeri otot biasa, padahal jika dibiarkan bisa memicu kerusakan saraf jangka panjang.

Untuk meredakan gejala, dokter sering merekomendasikan obat yang membantu relaksasi otot dan mengurangi peradangan, terutama jika nyeri mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan.

Rekomendasi Obat dan Pereda Nyeri

1. Eperisone 50 mg 10 Tablet

Kandungan aktif eperisone bekerja sebagai relaksan otot sentral yang membantu meredakan kekakuan dan spasme otot akibat tekanan saraf. Obat ini juga memiliki efek antinoksis, yang membantu mengurangi nyeri neuropatik. Dosis umum: 50 mg tiga kali sehari setelah makan. Hindari penggunaan pada pasien dengan gangguan hati berat atau alergi terhadap eperisone.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Eperisone 50 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Myonal 50 mg 10 Tablet

Myonal mengandung eperisone sebagai bahan aktif yang sama, dengan efek serupa dalam meredakan kekakuan dan nyeri akibat gangguan tulang belakang leher. Cocok digunakan sebagai terapi pendukung dalam sindrom servikobrakial. Konsumsi sesuai petunjuk dokter, biasanya 50–150 mg per hari dalam tiga dosis terbagi.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Myonal 50 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

3. Salonpas Koyo 10 Patch

Salonpas Koyo mengandung metil salisilat dan laksatif yang bekerja lokal untuk meredakan nyeri otot dan sendi. Oleskan pada area leher dan bahu yang nyeri, 1–2 patch per hari. Tidak cocok untuk kulit luka atau alergi terhadap salisilat.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Salonpas Koyo 10 Patch di Toko Kesehatan Halodoc

4. Voltaren Emulgel 10 g

Emulgel yang mengandung diclofenac diaplikasikan langsung pada area nyeri untuk mengurangi peradangan. Gunakan 3–4 kali sehari, gosok perlahan hingga meresap. Hindari penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Voltaren Emulgel 10 g di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Redakan Nyeri Leher dan Lengan

Lakukan peregangan ringan leher dan bahu setiap 1–2 jam jika bekerja di depan komputer. Gunakan bantal ergonomis untuk menjaga tulang leher tetap sejajar saat tidur. Kompres hangat juga bisa membantu meredakan kekakuan otot, sementara kompres dingin bermanfaat jika nyeri disertai peradangan akut. Hindari membawa tas berat dengan satu bahu atau menunduk terlalu lama saat menggunakan ponsel.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Jika nyeri leher dan lengan terus berlangsung lebih dari seminggu, disertai kelemahan otot, atau terasa seperti mati rasa, segera konsultasi ke dokter umum. Kondisi ini bisa menjadi tanda kompresi saraf yang memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti X-ray atau MRI. Dokter bisa memberi diagnosis akurat dan resep obat yang tepat agar tidak memperparah kerusakan saraf. Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja, bisa dilakukan melalui aplikasi atau WhatsApp.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • FAQ

    1. Apakah sindrom servikobrakial bisa sembuh total?
      Ya, bisa sembuh jika penyebabnya ditangani tepat. Istirahat, terapi fisik, dan obat yang diresepkan bisa mengembalikan fungsi saraf, terutama jika tidak ada kerusakan permanen.
    2. Bolehkah gunakan obat pereda nyeri tanpa resep?
      Obat seperti Voltaren Emulgel atau Salonpas boleh digunakan sementara, tapi jangan digunakan lebih dari 7 hari tanpa konsultasi dokter, karena bisa menyebabkan iritasi kulit atau efek samping sistemik.
    3. Apakah sindrom ini bisa disebabkan oleh trauma?
      Bisa. Cedera leher akibat kecelakaan, terjatuh, atau olahraga berisiko menyebabkan herniasi diskus atau penekanan saraf, yang memicu gejala sindrom servikobrakial.
    4. Perlu MRI atau X-ray untuk diagnosis?
      Dokter akan menilai kebutuhan pemeriksaan penunjang berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik. Jika gejala berat atau tidak membaik setelah terapi konservatif, MRI biasanya dianjurkan untuk melihat kondisi jaringan saraf.
    Journal of Neurology, Neurosurgery & Psychiatry. Diakses pada 2026. Cervicobrachial syndrome: clinical features and management.
    BPOM RI. Diakses pada 2026. Daftar Obat Relaksan Otot dan NSAID.
    WebMD. Diakses pada 2026. Cervical Radiculopathy: Symptoms and Treatments.
    World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Musculoskeletal Disorders in Occupational Health.