• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Tenggorokan Akibat Bakteri Bolehkah Minum Antibiotik?

Sakit Tenggorokan Akibat Bakteri Bolehkah Minum Antibiotik?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan sakit tenggorokan yang kamu rasakan. Sakit tenggorokan merupakan gangguan kesehatan yang menyebabkan nyeri dan tidak nyaman pada sekitar tenggorokan yang disebabkan oleh paparan virus ataupun bakteri. Umumnya, pengidap sakit tenggorokan mengalami rasa nyeri ketika menelan makanan atau minuman.

Baca juga: Anak Sulit Menelan, Awas Sakit Tenggorokan

Namun, untuk mengatasi kondisi ini sebaiknya jangan sembarangan. Hindari mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dari dokter ketika kamu mengalami sakit tenggorokan. Antibiotik hanya dapat mengatasi sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Jika kamu mengalami sakit tenggorokan akibat paparan virus atau kebiasaan merokok, kondisi ini tidak dapat diatasi dengan baik oleh penggunaan antibiotik.

Sakit Tenggorokan Akibat Bakteri dapat Diatasi dengan Antibiotik

Sakit tenggorokan menjadi gangguan kesehatan yang dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, ada beberapa penyebab seseorang mengalami sakit tenggorokan, seperti virus, bakteri Streptococcal pharyngitis, alergi, dan kebiasaan merokok.

Selain itu, ada beberapa gejala yang dialami oleh seseorang dengan kondisi sakit tenggorokan, seperti rasa nyeri pada tenggorokan ketika menelan, batuk, hidung yang berair, menyebabkan suara serak pada pagi hari, dan terkadang menyebabkan demam. 

Jangan atasi dengan sembarang obat ketika kamu mengalami kondisi ini, khususnya hindari penggunaan antibiotik secara bebas. Penggunaan antibiotik pada sakit tenggorokan dilakukan dengan pengawasan dokter dan sakit tenggorokan yang sudah berlangsung lama. 

Baca juga: Hindari Sakit Tenggorokan Saat Puasa, Ini Penyebabnya

Dilansir dari WebMD, umumnya sakit tenggorokan yang dapat diatasi dengan antibiotik merupakan sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Bukan disebabkan oleh virus apalagi kebiasaan merokok. Mengonsumsi antibiotik dapat mengurangi gejala sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Tidak hanya itu, pada anak-anak pemulihan berlangsung lebih cepat. 

Penggunaan antibiotik mampu mencegah penyebaran bakteri pada orang lain dan menurunkan risiko komplikasi yang mungkin disebabkan oleh sakit tenggorokan, seperti infeksi amandel.

Sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ketika sakit tenggorokan yang kamu alami menyebabkan kesulitan bernapas, kesulitan menelan, munculnya darah pada dahak, dehidrasi, nyeri tulang dan sendi, serta muncul ruam pada kulit.

Sebelum ke rumah sakit, buat janji dengan dokter terlebih dulu melalui aplikasi Halodoc. Hal ini memudahkan proses pemeriksaan kesehatan yang kamu jalani. Download aplikasinya sekarang juga!

Antibiotik Dapat Sebabkan Efek Samping

Meskipun terkadang sakit tenggorokan dapat diatasi dengan penggunaan antibiotik, hindari penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan anjuran dokter. Hal ini disebabkan penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat menyebabkan berbagai efek samping.

Dilansir WebMD, penggunaan antibiotik dapat menyebabkan penggunanya mengalami sakit perut, mual, muntah, diare, hingga penurunan nafsu makan. Meskipun jarang terjadi, nyatanya ada beberapa orang alergi terhadap penggunaan antibiotik. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami pusing, kesulitan bernapas, mengalami ruam, dan detak jantung yang lebih cepat.

Baca juga: Wine Bisa Cegah Sakit Tenggorokan, Benarkah?

Jika sakit tenggorokan yang kamu alami belum begitu parah, sebaiknya perbanyak istirahat di rumah dan jangan lupa untuk rutin mengonsumsi air putih agar kondisi semakin membaik. Selain itu, tidak ada salahnya mengurangi frekuensi berbicara hingga tenggorokan kembali pulih. Tidak hanya itu, mencoba untuk berkumur dengan air hangat yang dicampur garam juga dapat membantu kamu mengatasi bakteri yang menyerang area tenggorokan.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. What Are Treatment for Strep Throat
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Sore Throat