Ad Placeholder Image

Scabies pada Kucing, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 September 2026

Scabies pada kucing disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei var. Canis.

Scabies pada Kucing, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasinyaScabies pada Kucing, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Scabies pada kucing adalah penyakit kulit yang dapat menyebabkan gatal hebat, kerontokan bulu, dan terbentuknya keropeng. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh tungau mikroskopis yang hidup di permukaan atau lapisan kulit kucing.

Scabies dapat menular melalui kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi. Penanganan yang tepat diperlukan agar keluhan tidak semakin parah dan penularan ke hewan lain dapat dicegah.

Mengenal Scabies pada Kucing

Penyebab scabies pada kucing yang paling sering adalah tungau Notoedres cati. Gejala biasanya muncul sebagai rasa gatal intens, kucing sering menggaruk, kulit kemerahan, keropeng, serta bulu rontok terutama di telinga, wajah, leher, dan kaki.

Diagnosis sebaiknya dilakukan oleh dokter hewan melalui pemeriksaan kulit, termasuk kerokan kulit bila diperlukan. Kondisi lain seperti alergi, infeksi jamur, atau kutu juga dapat menimbulkan gejala serupa sehingga obat manusia, termasuk krim jerawat atau antibiotik topikal, tidak boleh diberikan tanpa arahan dokter hewan.

Pengobatan scabies biasanya menggunakan obat antiparasit yang sesuai untuk kucing. Dokter hewan juga dapat menyarankan pemeriksaan dan terapi bagi hewan lain yang tinggal serumah karena scabies mudah menyebar.

Cara Merawat Kucing di Rumah

  • Pisahkan kucing yang bergejala dari hewan lain sampai dinyatakan aman oleh dokter hewan.
  • Cuci alas tidur, selimut, dan benda yang sering digunakan kucing menggunakan deterjen, lalu keringkan hingga benar-benar bersih.
  • Gunakan sarung tangan saat memegang kucing dan cuci tangan setelahnya.
  • Jangan mengoleskan obat manusia atau obat kutu yang tidak ditujukan untuk kucing karena sebagian bahan dapat berbahaya bagi hewan.
  • Ikuti dosis dan jadwal terapi dari dokter hewan, meskipun gejala terlihat membaik.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa kucing ke dokter hewan jika gatal sangat berat, luka bernanah, keropeng meluas, kucing tidak mau makan, atau tampak lemas. Pemeriksaan juga diperlukan bila lebih dari satu hewan di rumah mengalami keluhan kulit.

Jika pemilik mengalami ruam atau gatal setelah kontak dengan kucing, hindari menggaruk dan konsultasikan keluhan kepada dokter di Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi melalui dokter di Halodoc dapat membantu menilai keluhan kesehatan yang dialami pemilik kucing, termasuk ruam atau gatal setelah kontak dengan hewan. Untuk scabies pada kucing, diagnosis dan obat tetap perlu diberikan oleh dokter hewan.

Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Notoedric Mange in Cats.
WebMD. Diakses pada 2026. Mange in Cats.
World Health Organization. Diakses pada 2026. Zoonoses and the Human-Animal Interface.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Penyakit Zoonosis.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Keamanan Obat.

FAQ

Apakah scabies kucing bisa menular ke manusia?

Tungau scabies pada kucing dapat menyebabkan gatal atau ruam sementara pada manusia setelah kontak erat. Jika keluhan menetap atau memburuk, konsultasikan kepada dokter.

Apakah scabies pada kucing bisa sembuh?

Scabies dapat ditangani dengan obat antiparasit yang sesuai dan diberikan berdasarkan pemeriksaan dokter hewan. Perawatan lingkungan serta pemeriksaan hewan lain di rumah juga penting untuk mencegah penularan berulang.

Apakah boleh memakai salep manusia untuk kucing?

Sebaiknya jangan menggunakan salep atau obat manusia tanpa instruksi dokter hewan. Kandungan tertentu dapat tidak efektif atau berisiko toksik bagi kucing jika tertelan atau digunakan dengan dosis yang tidak tepat.