• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sejauh Mana Orangtua Boleh Membantu PR Anak?

Sejauh Mana Orangtua Boleh Membantu PR Anak?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sejauh Mana Orangtua Boleh Membantu PR Anak?

Halodoc, Jakarta - Orangtua yang ingin membantu anak mengerjakan PR tentu bukan menjadi masalah. Namun, perlu ayah dan ibu ketahui bahwa membantu anak dalam mengerjakan PR juga ada batasnya. Jangan sampai kebablasan saat membantu PR anak.

Ketika orangtua terlalu banyak membantu mengerjakan PR anak, mereka menjadi tidak disiplin dan akan lebih mudah menyerah. Sebab, anak merasa akan ada orangtua yang diandalkan untuk menyelesaikan semuanya. Tentu ini bukan harapan ayah dan ibu. Lantas, sejauh mana orangtua boleh membantu PR anak? Simak pembahasan berikut ini.

Baca juga: Begini Caranya Ajari Si Kecil yang Malu Bersosialisasi

Orangtua Sebatas Ada untuk Anak saat Mengerjakan PR           

Adanya perasaan tertarik pada apa yang sedang dipelajari dan dikerjakan anak itu sudah cukup. Ada untuk anak saat mengerjakan PR juga bukan berarti ayah dan ibu turun langsung dari awal supaya anak dapat menjawab semua soal dengan benar dan mendapat nilai sempurna di sekolah. Melainkan ayah dan ibu perlu ada untuk menemani. Jika anak bingung dan membutuhkan orangtua untuk berdiskusi, maka biarkan mereka yang datang sendiri kepada ayah atau ibu.

Ini justru akan menolong agar anak bisa memutuskan sendiri kapan ia butuh bantuan dan batuan seperti apa yang dibutuhkannya. Selain itu, anak pun lebih bertanggung jawab dengan PR-nya sendiri. 

Jika ayah dan ibu melihat anak sering mengalami kesulitan saat mengerjakan PR, maka apa yang harus dilakukan? Pada situasi tertentu ayah dan ibu bisa menawarkan bantuan di awal untuk membimbingnya. 

Mungkin ada masanya orangtua terjung langsung mengerjakan PR anak saat menyadari bahwa mereka punya PR di menit-menit terakhir menjelang waktu tidur. Tentu ini akan membuat suasana jadi tidak kondusif, hingga akhirnya ayah dan ibu mengambil alih PR tersebut demi mempersingkat waktu. 

Nah, cara untuk menghindari situasi seperti itu, maka sebaiknya orangtua membuat rutinitas yang sudah disepakati bersama anak. Ini mengenai kapan saja mereka harus menyelesaikan PR dan dimana ia akan mengerjakannya agar lebih produktif dan tidak terganggu.

Baca juga: Tips Menghadapi Anak yang Sedang Ngambek

Bimbing Anak Membaca Soal PR Bersama

Dibandingkan harus menuntun anak mengerjakan PR, akan lebih baik membantu dia untuk membacakan soal tugas bersama. Terkadang anak melewatkan instruksi yang tertulis dalam tugasnya, sehingga jawabannya tidak tepat.

Ayah dan ibu dapat membantu anak membacakan instruksi dengan suara yang keras dan menyembut kata kunci secara jelas. Setelah itu, ayah dan ibu dapat meminta anak untuk mengulangnya dengan kalimat sendiri agar memastikan bahwa mereka menyimak dan memahami. Lalu, biarkan ia mengerjakan sendiri. 

Jika semua PR sudah dikerjakan oleh anak, maka orang tua bisa memeriksanya. Memeriksa, bukan mengoreksi. Periksa apakah semua PR sudah terselesaikan, misalnya adakah soal atau halaman yang terlewat. Percayakan setiap jawaban dari soal pada anak. Jika nantinya ada jawaban yang salah, maka ia akan paham kesalahannya dan mengerjakannya kembali. 

Mungkin ayah dan ibu akan merasa terdorong untuk memberi bantuan pada PR anak. Tapi tidak melakukan hal tersebut adalah tantangan yang akan menjadikan Si Kecil lebih mandiri, jujur, bertanggung jawab, dan percaya diri. 

Baca juga: 7 Tips agar Lebih Maksimal saat Membantu Anak Mengerjakan PR

Saat anak sedang mengerjakan PR, maka orangtua perlu bersiap untuk menafsirkan instruksi tugas, menawarkan bimbingan, dan memeriksa pekerjaan yang diselesaikan. Namun, tahan keinginan untuk memberikan jawaban yang benar atau menyelesaikan tugas sendiri. Belajar dari kesalahan adalah bagian dari proses yang perlu dilalui anak. 

Jika ayah dan ibu ingin banyak lebih tau mengenai pola asuh untuk anak yang sudah bersekolah, kalian bisa berdiskusi dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. 10 Ways to Help Your Child Succeed in Elementary School
Very Well Health. Diakses pada 2020. How Parents Can Become More Involved in Schools